Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 34


__ADS_3

“hebat juga parfum lu Silvi, liat aja belum apa-apa si Leon udah narik Hana buat melakukan ‘itu’. Sebentar lagi kita juga kecipratan dengan uang si Hana” ujar Abby dengan mata yang bersinar mengingat berapa uang yang akan di terimanya jika rencana mereka berhasil.


Silvia juga ikut tersenyum senang, dia sesekali menatap ke arah lorong di mana Hana dan Leon sedang berbicara.


Mata Leon menatap dingin ke arah Hana yang mulai bergaya dengan genit dan berusaha untuk berdiri lebih dekat dengannya.


“penilaian ku pada perempuan seperti mu memang tidak salah, apa kamu pikir aku akan terpengaruh dengan bau parfum yang kamu pakai? Sekali pela**r tetap akan menjadi pela**r” hina Leon yang langsung mendapat tatapan bingung dari Hana. Dia tidak menyangka jika Leon tidak akan terpengaruh dan sebaliknya malah semakin membenci dirinya.


“sayang... bukan... bukan begitu maksud ku.. aku...a... aaa aku bisa jelaskan...” ujar Hana yang terbata-bata. Sebelah tangan Leon berada tepat di wajah Luna, mengisyaratkannya untuk tidak berbicara lagi.


“ lebih baik sekarang kamu menjaga jarak dari ku atau status yang kamu banggakan sampai sekarang itu akan hilang untuk selama-lamanya” Leon membalikkan tubuhnya melangkah pergi meninggalkan Hana sendiri.


Hugo juga Adam menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Hana dengan pandangan yang merendahkan. Mereka dan para body guard mengikuti Leon melangkah masuk menuju lift yang akan mengantar mereka menuju lantai puncak di mana pesta tuan Mike sedang berlangsung. Hana tampak sangat kesal, kakinya menendang pot bunga yang ada di lorong itu.


“breng**k” umpat Hana kesal mengingat setiap kata dari Leon. Abby dan Silvia segera menghampiri Hana saat melihat Leon juga yang lainnya meninggalkan lorong itu.


“Han... lu...”


Plaaaaakk....


Ucapan Silvia terhenti saat sebuah tamparan melayang tepat ke pipinya yang mulus, jari jemarinya segera memegangi pipi mulus yang berubah dari putih menjadi merah sesuai dengan ukuran telapak tangan Hana.


***


Luna tengah mengatur sniper miliknya, peredam suar tembakan tentunya sudah terpasang. Tidak lupa Luna mengatur teropong sniper dan merasakan kekuatan angin. Tidak beberapa lama lagi dia akan mengeksekusi rektor itu.


Kiandra tertegun saat melihat keluar dari lift Leon lalu masuk ke ruangan pesta dan menghampiri Mike yang tengah berbicara dengan Jason. Tuan Mike pun memperkenalkan Jason sebagai perwakilan Nandra corp. Leon mengulurkan tangan untuk bersalaman dengannya.

__ADS_1


“kyaaaa Jasooon.... kamu beruntung banget, nyesal akunya nggak dateng bareng kamu” sesal Kiandra melodrama, matanya berbinar-binar saat melihat ketampanan hakiki seorang Leon.


“ya elah Kia, pekerjaan ini lebih penting juga keles. Posisi target?!” ujar Luna masih menyetel teropong sniper miliknya, dari teropong itu dia melihat Target yang menjauh dari jalur tembak.


Terdengar bunyi suara keyboard yang di tekan Kiandra dengan cepat, CCTV menampilkan sebuah ruangan di mana Target tengah berkumpul dengan beberapa orang.


“Target terhalangi tunggu celah... tapi ini juga hal penting untuk bisa ketemu dengan Tuan muda Leon. Siapa tahu dia bisa membagikan ilmunya” ujar Kiandra menatap target yang tengah berbincang.


Target tampak berdiri dari kursi menghampiri jendela dengan tangan memegang gelas minuman yang terbuat dari kristal. Raut wajah target tampak sangat marah dan emosi. Luna melihat kesempatan tentu saja tidak menyia-nyiakannya, dia segera mengarahkan snipernya pada target.


Sementara itu, Silvia masih terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Sebelah tangannya memegangi pipi yang kemerahan bekas tamparan Hana. Abby memegangi pundak Silvi yang tampak terkejut.


“apa-apaan lu Han? Kenapa lu malah nampar gua?” ujar Silvia yang tersadar.


“gara-gara rencana murah*n lu, gue di bentak juga di hina ama si manusia kaku. Lu bilang kalo parfum ini bakalan buat tu si manusia kaku jatuh ke pelukan gue” ujar Hana kesal.


“seharusnya gue kagak dengarin ide konyol kalian. Sekarang Leon semakin benci ama gue dan ngancam gue bakal batalin pertunangan” Hana tampak semakin kesal.


“tenang dong Han, lu nggak ingat kalo kita masih punya rencana B. Silvi, mana obat ntu?” ujar Abby mengingatkan rencana mereka.


Hana melihat botol kecil berisi serbuk di tangan Silvia, isi botol itu tentunya akan membuat Leon kehilangan kendali jika sudah meminumnya. Dia mulai tampak tenang setelah mendengar penjelasan dari Abby.


“lebih baik rencana ini berjalan dengan baik” ujar Hana melangkah menuju lift.


“Untung aja tu anak sumber penghasilan kita. Kalo kagak udak ue abisin dia” ujar kesal Silvia yang masih merasakan perih di pipinya.


“ udah... lu sekarang lebih baik diam dan tenang. Lu tahu gi mana temperamen ntu anak?” Abby menatap Hana yang sudah berdiri di depan lift.

__ADS_1


Silvia terpaksa mengikuti ucapan Abby, mereka segera mengikuti Han yang sudah masuk ke dalam lift. Mereka segera menuju ke lantai puncak, suasana di dalam lift itu tampak canggung dan aneh.


Luna tersenyum smirk saat melihat target yang berada di jalur tembaknya, dia juga merasakan arah angin yang stabil. Setelah mengatur sniper milinya mata cantik itu menatap di balik teropong sniper.


“Lun... target siap di eksekusi” Kiandra terus memantau pergerakan target dan orang-orang di sekitarnya. Luna tersenyum smirk, jari telunjuknya berada pada pelatuk sniper miliknya.


Selamat jalan bab* gendut dan rakus.... gumam Luna dalam hati. Jari telunjuk miliknya menekan pelatuk di iringi suara letupan yang tidak keras, peluru tajam melesat cepat mengarah ke target.


Peluru itu segera menembus dada target tepatnya di arah jantung, target tampak termenung. Merasakan rasa sakit di dada dengan darah yang mengalir keluar, tubuh target pun jatuh dengan keras dan terlentang.


Beberapa orang tampak sibuk saat tubuh target jatuh di hadapan mereka. Senyuman manis tersungging di bibir kedua gadis itu.


“mission complete” ujar Luna dan Kiandra serentak. Jason yang tengah berbincang-bincang dengan Leon juga sahabatnya tersenyum mendengar ucapan kedua gadis itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2