Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 70


__ADS_3

“singa betina ku... sebelumnya aku sudah mengatakannya bukan, aku tidak butuh persetujuan mu. Kamu hanya tinggal duduk manis dan menanda tangani beberapa dokumen, setelah secara resmi kamu akan menyandang status sebagai istriku” bisik Leon di telinga Luna menarik tubuh gadis cantik itu.


Pemandangan romantis itu membuat Simon merasa sangat kesal, kekesalannya semakin bertambah saat Leon dan Luna mengabaikannya.


“Hei kamu perempuan ja**ng (menunjuk ke arah Luna dengan sebelah tangan) apa orang tua mu tidak pernah mengajarkan kamu untuk tidak mengambil tunangan orang Lain? Atau orang tua mu sendiri tidak mampu mengajari dan membiarkan putrinya merusak kehidupan perempuan lain?” ujar Simon membuat Luna menatap tajam ke arahnya.


“D*mn it, kurang ajar bokapnya si mak lampir, kagak bisa di biarin ni” ujar Kiandra akan menghampiri Luna.


Rektor dan para dosen hanya terdiam juga bingung harus bertindak bagaimana, mereka dan mahasiswa lainnya hanya bisa menatapi drama yang di ciptakan oleh Hana dan papinya.


Luna benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa kesal di hatinya, bukan hanya perlakuan Leon yang membuatnya kesal Setengah mati kini di tambah pula dengan ujaran penuh kebencian dari para netijen yang selalu menganggap diri mereka benar. Para netijen begitu mudah terpengaruh dengan mulut manis juga sikap Hana yang menjadi korban dari perselingkuhan.


“ini sudah tidak bisa di biarkan lagi?! Semakin di biarkan semakin ngelunjak ni manusia” ujar Luna yang terdengar oleh Leon.


“lebih baik di singkir kan saja lebih cepat, Tentunya hal Itu bukanlah yang sulit bagiku apalagi bagi my Love” ujar Leon tersenyum nackal, Luna menatap kesal ke arah pria tampan itu lalu di mengalihkan pandangannya pada Jason yang terlihat sangat kesal.


“Apa kamu masih mau terus menonton drama yang tidak penting ini?!” ujar Luna dengan suara keras dan lantang membuat aula yang bergemuruh berisik mendadak hening seketika. Mereka semua heran dan bertanya-tanya pada siapa Luna berbicara, di antara mereka ada yang mulai menertawakan dan mencemooh Luna.


“ngomong ama siapa tu si ja**ng? Penasaran gue” ujar Silvia melihat ke arah Luna.


“si cewek pe**n udah stress kali, ngomong sendirian tapi kagak ada yang....” ujar Abby pada Silvia yang langsung terdiam saat Jason merespons perintah Luna.


“tentu saja tidak nona muda, saya akan membereskan semuanya dengan sangat baik. Nona muda tenang saja...” ujar Jason sukses membuat semua yang ada dalam aula itu terkejut. Hana yang berada dalam pelukan Simon terkejut mendengar ucapan Jason, begitu juga Simon yang terlihat shock menatap Jason bersikap sangat menghormati Luna.

__ADS_1


“no... no... no.... nona muda... Tuan Jason... Siapa... siapa yang anda panggil Nona muda? Anda pasti salah panggil, bukan?!” ujar Simon tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini, Jason menunduk sedikit memberi hormat ke arah Luna.


“tentu saja saya tidak salah memanggil, semuanya yang berada di sini tentunya mengetahui jika saya perwakilan dari Nandra corp. Maka dari itu dengan rendah hati saya memperkenalkan pada anda semua CEO perusahaan Nandra corp. Nona Luna Freya” jelas Jason sukses membuat semua yang ada di ruang Aula terdiam shock dengan mulut terbuka.


Leon menatap Luna yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi biasa saja, dia seolah sudah mengetahui jika Luna dan Jason mengenal satu sama lain. Dari cara Jason yang terlihat begitu hormat dengan Luna, Leon menarik kesimpulan kalau Luna memiliki jabatan yang lebih tinggi dari Jason.


“sepertinya banyak hal yang harus kita bicarakan berdua saja...” bisik Leon menarik tubuh Luna mendekat ke arahnya.


“ogah gue ngomong ma lu yang narsis, arrogant dan....” Luna kembali terdiam saat bibir Leon berada dekat dengan telinganya. Pria tampan itu menggigit lembut telinga Luna yang kontan memberi efek pada Gadis cantik itu, tangan lain Luna segera memegangi telinga yang menjadi korban kenakalan Leon.


“LU!!!!” tangan Luna hampir menggapai batang leher Leon, tapi dia malah mengepal jari-jemarinya saat menyadari mereka masih menjadi pusat perhatian di aula itu.


Awas aja lu cowok breng**k, udah kelar ini semua gue bakalan kelarin hidup lu gumam Luna dalam hati menatap dengan tajam, tatapan dari mata indah itu menusuk tepat ke hati Leon yang memberi efek di detakan jantungnya yang berdetak cepat.


“nggak... nggak mungkin cewek ja**ng itu seorang CEO dari perusahaan Nandra corp.? Pasti semua ini bohong. Pi.... bagaimana ni pi? “ ujar Hana tidak percaya begitu saja, dia melepaskan pelukan Simon dan terlihat panik.


Kolega penting Luna saling berpandangan dan tersenyum kagum pada gadis cantik yang tidak beberapa jarak di depan mereka,


"Jaman sekarang anak sebaya nona Luna lebih memilih membanggakan uang keluarga dan berfoya-foya di sana sini. Namun berbeda dengan nona Luna memilih berkarya dan menjadi pengusaha sukses. Tak ayal jika kini dia berada di posisi ketiga orang terkaya di dunia" ujar salah seorang Kolega yang kagum dengan sosok Luna.


“Kesempatan yang bagus bisa bekerja sama dengan nona Luna, aku tidak menyangka dia sangat cantik"


"dari sikap tuan muda Leeon dan nona Luna sangat Kelihatan mereka memiliki hubungan yang spesial (menghela nafas panjang) pupus sudah harapan untuk mengenalkannya pada putra ku”

__ADS_1


“Lupakan saja niatan mu, Nona Luna masih sangat muda, cantik, pintar dan bertalenta. Sangat cocok dan serasi dengan tuan muda Leon”


komentar beberapa kolega yang senang menapa pasangan muda itu, salah seorang di antara mereka menatap ke arah Hana, Simon dan para mahasiswa.


“benar-benar bodoh mereka semua, membully dan menghina tapi tidak tahu jika yang mereka hina adalah orang yang sangat bertalenta”


Para kolega yang datang bersama Jason sangat kagum dengan kepribadian Luna yang rendah hati dan tidak sombong, beberapa dari mereka terlihat sedih karena melihat kedekatan Luna dan Leon.


Semua kolega Luna sama sekali tidak terpengaruh dengan pembicaraan miring semua orang di aula, mereka sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Luna. Mereka bisa menilai bagaimana kehebatan dan kepribadian Luna, Jason menatap Hana dan seluruh mahasiswa juga mahasiswi di dalam aula. Masih terngiang di telinganya setiap kata-kata yang di lontarkan mereka begitu kejam dan mengena di hati.


Untung saja nona muda bukan perempuan lemah dan manja, dengan hujatan dan caci maki seperti sekarang ini sudah bisa membuat mental seseorang down terlebih lagi seorang perempuan gumam Jason bangga pada Luna, dia sempat melihat ke arah Kiandra yang berdiri beberapa langkah di sampingnya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2