Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 96


__ADS_3

Leon menatap ke arah Kaila yang berdiri di sampingnya lalu menatap ke arah Luna yang berada dalam pelukannya.


“dia Kaila..." ujar Leon akan memperkenalkan Kaila, namun terhenti saat Luna memotong pembicaraannya.


“ aku tahu... saat dalam pengejaran tadi Kia udah ngasih tahu (melepaskan pelukan Leon) hi, i’m Luna... Luna Freya” ujar Luna memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya. Kaila menatap tangan Luna lalu ke arah wajahnya, senyuman manis terkembang di bibir cantik Kaila yang langsung menghampiri Luna dan memeluknya.


“terima kasih... berkat bantuan kak Luna aku bisa terbebas dari mara bahaya” ujar Kaila perlahan melepaskan pelukannya. Luna terdiam sesaat mendengar ucapan Kaila, rupanya Sebelum berbicara dengan Luna. Adam dan Hugo sudah mengatakan tentang aksi Luna membantu membebaskan Kaila.


Hal itu juga di yakini Kaila yang mulai terbangun dari pengaruh obat bius, Samar-samar dia melihat siluet perempuan yang berada di atas kap mobil yang di kenalnya.


Luna tersenyum manis semanis gula dengan sebelah tangan membelai wajah cantik Kaila,


“ini bukan karena aku saja, Leon dan lainnya juga ikut membantu. Aku sangat senang Kamu tidak kenapa-napa (Memperhatikan setiap bagian tubuh Kaila untuk memastikan tidak ada luka atau cedera apa pun)” Luna tersenyum hangat pada Kaila yang sontak terpesona dengan kecantikan Luna.


Cantiknya.... Gumam Kaila dalam hati mengagumi Luna.


Sebelah tangan Leon kembali menarik pinggang Luna dan merangkul dengan tatapan mengintimidasi, Leon merasa tidak senang ada yang menatap lama belahan jiwanya bahkan pada perempuan sekalipun. Kening Luna berkerut menatap kecemburuan Leon yang tidak masuk akal, Kaila tentu saja tidak mengalah segera menghampiri dan memeluk tubuh Luna.


“Kak Leon, Kaila belum selesai ngomong ama kak Luna.... Iiih... Lepasin kak Luna nya...” ujar Kaila mencoba melepaskan Luna dari rangkulan Leon.


“Luna milikku, kamu peluk saja orang lain” ujar Leon kekanakan, mereka berdua seperti memperebutkan mainan yang amat sangat mereka sukai.


Luna menatap meminta pertolongan ke arah Kiandra, Hugo dan Adam yang ternyata memberikan tatapan prihatin,


Semoga di beri ketenangan..... gumam Kiandra, Adam dan Hugo serentak dalam hati. Luna menyadari jika dirinya dalam situasi genting perdebatan antara kakak dan adik, dia menatap berharap bantuan ke arah ketiga orang yang berdiri tidak jauh dari mereka. Namun, mereka bertiga hanya membalas dengan tatapan pasrah dan mendoakan dalam hati.


Waduuuh... si Alan... bukannya bantuin malah ngeliatin aja ni anak... gumam kesal Luna dalam hati menatap ke arah Kiandra, Hugo dan Adam. Mereka hanya tersenyum melihat Luna yang di jadikan rebutan kakak beradik Willson.

__ADS_1


***


Polisi bertindak sangat cepat memberes dan meringkus para penjahat, setelah mendapatkan pernyataan dari mereka berenam para polisi pun pergi meninggalkan lokasi.


Tidak berapa lama sebuah mobil mewah menghampiri mereka, Jason turun dari mobil mewah itu sambil membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat pada Luna dan lainnya.


“nona muda...” sapa Jason pada Luna, Leon masih memeluk pinggang belahan jiwanya dengan begitu posesif. Dia merasa enggan untuk berpisah dengan Luna, ingin dia secepatnya mengikat Luna dengan tali pernikahan. Namun dia harus bersabar menunggu Luna yang sebentar lagi akan lulus dari kuliahnya,


“sayang...” Ujar Luna memegangi tangan Leon yang terlihat masih belum mau berpisah darinya. Luna membalikkan tubuhnya menatap ke arah Leon, kedua tangannya merangkul pinggang gadis cantik itu dengan mesra. Para jomblo yakni Kiandra, Hugo, Adam dan Kaila merasa kesal melihat kemesraan sepasang kekasih itu, mereka ingin protes namun memilih diam.


jangan berani mengganggu demon king, atau yang ada kita-kita bakalan hanya tinggal nama aja gumam mereka berempat serentak dalam hati.


“hmmm...” Leon membelai wajah cantik Luna, gadis cantik itu menyadari jika mereka menjadi pusat perhatian.


“sayang...” ujar Luna memberi isyarat pada Leon yang langsung di mengerti olehnya. Pria tampan itu menghela nafas panjang merasa berat melepaskan Luna, dia menatap wajah cantik Luna.


“baiklah, sesampainya kamu di rumah segera hubungi aku, hmm” Ujar Leon mencubiti lembut pipi Luna yang langsung menjawab dengan anggukan kepalanya. Setelah bermesraan Luna melepaskan pelukannya, lalu menghampiri Kaila untuk berpamitan. Kaila memeluk Luna dan kembali mengucapkan terima kasih, setelahnya Luna dan Kiandra masuk ke dalam mobil mewah yang di bawa oleh Jason.


"kami permisi, tuan muda Leon...” sapa Jason tersenyum ramah, dia lalu melangkah menuju mobil mewah di mana Luna sudah duduk di belakang kemudi mobil. Luna melambaikan tangan sambil mengedipkan sebelah matanya memasang kaca mata hitam lalu mengemudikan mobil mewah itu dengan cepat, sikap keren Luna membuat Hugo, Adam dan Kaila semakin kagum.


***


Luna mengendarai mobil mewah menuju ke rumah pribadinya, sepanjang perjalanan Jason menjelaskan apa yang terjadi saat Baron mengunjungi perusahaan Nandra. Tidak lupa Jason menjelaskan isi dokumen yang di bawanya pada Luna yang sedang fokus menyetir, penjelasan Jason sesekali di tanggapi oleh Luna juga Kiandra.


Kiandra mendengar penjelasan dari Jason dengan seksama sambil membuka Laptop miliknya, tangannya mengotak-atik pada tombol keyboard mencari informasi email bodong kiriman dari wannabe dan informasi lainnya.


“Lun... tato yang kita lihat di lengan kanan penjahat tadi sama persis dengan tato target kita, bisa di simpulkan kejadian hari ini ulah dari target kita ” ujar Kiandra memperlihatkan foto target misi Luna yang tidak lain adalah Bobby.

__ADS_1


Jason menyimak penjelasan Kiandra sambil mengingat foto dari target Luna yang sempat di lihatnya, Luna terdiam cukup lama dengan beberapa pertanyaan di hatinya.


“hmmmm ada yang aneh” ujar Kiandra menatap informasi di laptopnya. Mata biru Luna menatap ke arah kaca spion yang memperlihatkan bayangan Kiandra di sana,


“Aneh?”


“hmm... dari info yang aku cari, keluarga lakik kamu nggak pernah menyinggung atau berurusan dengan target kita. Tapi kenapa ni target berani banget buat nyulik Kaila?” ujar Kiandra merasakan kejanggalan. Luna juga berpikir hal yang sama dengan Kiandra,


“Kia, bisa kamu cari info siapa-siapa saja yang akhir-akhir ini di temui ama target” Luna kembali fokus ke jalanan di depannya.


Segera Jari jemari Kiandra bergerak mencari informasi yang dibutuhkan, dia mulai membajak setiap cctv dan ponsel milik target yang tentu saja tidak di sadari oleh pemiliknya. Kiandra memeriksa setiap detail hingga mampu melacak rekening bank milik Bobby, pada layar laptop Kiandra tertera proses pengambilan data.


Mobil mewah memasuki halaman rumah Luna, setelah terparkir cantik di halaman Luna turun dari mobil di ikuti Kiandra yang menunggu proses data selesai di rangkum. Jason segera mengambil alih kemudi mobil mewah itu, lalu menjalankan mobil menuju garasi mobil.


Kiandra duduk di ruang makan dengan laptop yang tengah beroperasi di hadapannya, tablet pintar dan ponsel Kiandra juga tampak tengah beroperasi. sebuah informasi muncul di dalam laptop Kiandra yang sukses membuat mata cantik di balik kaca mata itu terbuka lebar, muncul sebuah nama yang tidak begitu asing bagi Kiandra.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2