
Suasana dalam aula pun menjadi riuh membuat rektor dan dosen segera bertindak untuk menenangkan para mahasiswa.
“harap tenang semuanya” bentak rektor baru sambil menatap ke arah Leon yang sudah mengeluarkan aura tidak enak.
“sodara – sodara harap semuanya tenan, jangan asal main tuduh jika tidak memiliki bukti yang konkrit. Bisa saja Gadis itu berasal dari keluarga yang berada” ujar Rektor berusaha menenangkan.
Hana yang berada di luar aula mendengar keriuhan di sana ikut masuk, dia menatap sekeliling aula yang tampak kesal dan menunjuk-nunjuk ke arah gadis cantik yang tidak lain adalah Luna. Dia tersenyum senang saat Luna di bully dan di hina depan umum terutama di depan Leon.
Ooo ternyata si cupu dan jelek itu, akhirnya gue bisa bales dendam ke dia juga teman-temannya yang udah permaluin gue. Semua murid percaya kalo dia memang cewek jal*ng, sekarang hanya menambahkan bensin si jal*ng itu kagak bakalan bisa berkutik lagi gumam Hana dalam hati tersenyum smirk.
“pak rektor dan tuan muda Leon yang terhormat (menekan pada panggilan ke arah Leon) saya memiliki bukti jika gadis ini dan juga temannya ini memang simpanan sugar daddy” ujar Hana langsung melangkah maju ke depan panggung dengan senyuman penuh kemenangan.
Kiandra, Sarah dan Dion segera berdiri dari kursi mereka lalu melangkah mendekati Luna, mereka terlihat sangat tidak senang mendengar bullyan yang menyudutkan Luna.
“dasar mak lampir, seneng banget nyari masalah ama kita-kita” ujar Sarah kesal saat melihat Hana.
“kayaknya tu anak perlu di eksorsis deh, biar setan iri plus dengkinya pada minggat semua” ujar Kiandra menatap tajam setajam pisau ke arah Hana. Dia pun mendekat ke arah Luna sambil berbisik di telinga gadis cantik itu.
“Kenapa kamu nggak antar aja dia ke alam sana? Udah gerah aku liat dia nya” Tanya Kiandra sambil berbisik pada Luna yang hanya tersenyum menanggapi permintaannya.
" kamu lupa dengan peraturan yang udah kita buat dan sepakati?!” Luna mengingatkan Kiandra dengan peraturan ketat dalam dunia Assassins.
“buat pengecualian deh untuk mak lampir satu ni. Udah meresahkan banget” bisik Kiandra kembali.
__ADS_1
“tenang aja sayangku, ntar dia kena batunya juga. Lebih baik sekarang kita liat pertunjukan ini dengan santai” ujar Luna dengan santuy, Kiandra hanya menatap heran ke arah sahabatnya yang tersenyum misterius.
Leon tampak sangat geram dan kesal menatap tajam ke arah Hana,
“apa buktinya?” tanya Leon tidak senang.
“semua mahasiswa di sini juga tahu, cewek yang dulunya cupu, culun dan jelek mendadak berubah penampilan menjadi seperti sekarang. Uang dari mana coba? Dari info yang aku dengar, ni cewek kalo datang ke kampus suka nebeng ama temannya si mata empat (menatap sinis ke arah Luna cs) kalo bukan simpanan sugar daddy pastinya dia menjajakan dirinya di jalanan” ujar Hana menghina Luna yang acuh tak acuh.
“ benar itu, dari mana dia dapat duit kalo bukan jualan di luaran sana. Kita-kita juga liat kalo temannya itu sering membayar makanannya, di tambah juga pakaiannya udah ketinggalan jaman” ujar salah satu mahasiswi.
“pastinya tu ja**ng nggak akan mampu beli pakaian baru, trus sekarang dia datang dengan tampilan modis dan keren, malahan juga datang menggunakan motor mahal” Mahasiswi lain ikut berkomentar. Hana tidak diam begitu saja, dia kembali menyudutkan Luna yang sama sekali tidak membela diri atau membantah setiap tudingan.
“dia juga bisa jalan-jalan ke luar negeri dan saya melihat dengan mata kepala sendiri temannya itu bermesraan dengan sugar daddy, ini saya punya buktinya” ujar Hana kembali memberikan bukti yang di dapatkannya dari salah satu body guard Leon.
“pak rektor seharusnya anda memecat kedua cewek ini, mereka udah mempermalukan universitas ini. apa jadinya kampus ini jika mahasiswinya saja memiliki tabiat buruk seperti mereka” protes Hana dengan percaya diri. Leon terlihat tidak senang dengan apa yang di bicarakan Hana, aura dingin menyelimuti seluruh tubuh pria itu. Para dosen dan Rektor segera menghampiri pria tampan dan bermata tajam,
“tuan muda, di sini buktinya sangat jelas, untuk bisa meredam kemarahan para mahasiswa kita harus bertindak” ujar rektor menatap ke arah mahasiswa kembali membully Luna cs dengan kejam.
“benar tuan muda, kita harusnya memecat mereka. Jika di pertahankan semua orang tua mahasiswa akan berdemo dan masalah akan semakin tidak terkendali” ujar salah satu dosen. Leon hanya diam dan tidak menanggapi, mata elangnya menatap ke arah Luna yang terlihat tenang dan santuy.
Para body guard segera berdiri melindungi Leon dari mahasiswa yang mulai terlihat akan berdemo meminta Luna dan Sarah di keluarkan secara tidak terhormat. Sarah, Dion dan Kiandra memberikan reaksi yang berbeda dari Luna, mereka tampak sangat kesal dan ingin sekali memberi pelajaran pada Hana.
“woi nenek lampir, sepertinya pelajaran yang di kasih tadi pagi masih kurang ya. Sini biar gue kasih mulut bau lu pelajaran, jangan seenaknya lu nuduh temen gue” ujar Kiandra geram dan kesal dengan ucapan Hana.
__ADS_1
“apa lu bilang, mata empat?! Udah jelas temen lu itu pe**k...” ujar hana semakin membuat Sarah dan Kiandra kesal. Para mahasiswi lainnya ikut memberi komentar pedas dan protes pada rektor. Leon sudah tidak bisa menahan diri lagi, dia segera turun panggung dan akan melangkah menghampiri Luna.
“Amankan, jangan sampai ada yang melukai gadisku” perintah Leon pada body guard yang langsung bertindak mengamankan dan berdiri di samping Luna cs.
Semua orang yang berada di dalam Aula terkejut saat Leon dengan gagahnya melangkah menuju ke arah Luna, tanpa permisi dan meminta izin dia memegang tangan gadis cantik itu lalu langsung menariknya.
Luna yang belum siap langsung jatuh dalam pelukan Leon, tangan kiri pria tampan itu langsung melingkar di pinggang Luna. Senyuman nackal tersungging di bibir Leon melihat gadis cantik itu berada dalam pelukannya, keadaan di aula itu langsung hening dan sunyi. Para mahasiswa terutama kaum Hawa terlihat sangat shock saat melihat kejadian romantis di depan mata mereka, dimana Leon tampak dengan gagah berani melindungi Luna dalam pelukannya.
“rupanya kamu benar-benar tidak sabar untuk memelukku” goda Leon membuat Luna menatap kesal ke arahnya. Kedua tangan Luna berada di dada bidang Leon segera akan mendorong tubuh Leon untuk menjauh, namun tidak berhasil. Kedua tangan Pria tampan itu kini berada di pinggang langsing Luna, dia malah semakin menarik dan mempererat pelukannya membuat pemilik mata indah itu menatap tajam ke arahnya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...