Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 94


__ADS_3

Sementara itu Kaila dan kedua sahabat Leon menatap ke arah Leon yang bersikap lain dari pada biasanya, Kaila menyadari sikap Leon yang berbeda dan seakan menjelaskan jika Leon memiliki suatu hubungan yang tidak biasa dengan gadis cantik di samping kakak lelakinya.


Rasa takut dan Shock di alami Kaila menguap begitu saja seperti dry ice yang di biarkan begitu saja di suhu ruangan, dia mengedipkan matanya berkali-kali berusaha memastikan jika apa yang di lihatnya tidaklah salah.


“hubungan mereka sepertinya lebih dari itu,” ujar Kaila masih terkejut dengan sikap berbeda Leon. Selama ini Kakaknya terlihat kaku, serius, dingin dan terkesan cuek terhadap lawan jenis.


Hal itu terlihat jelas saat Leon masih bertunangan dengan Hana, berbanding terbalik dengan sikap Leon saat bersama Luna.


“sepertinya” Adam dan Hugo bersamaan menyahut secara bersamaan, mereka bertiga menahan senyum dan saling berpandangan. Hugo menaik turunkan alis matanya memberi isyarat dan seakan bertelepati pada Adam,


Dewi penyelamat kita gumam Hugo tersenyum nakal ke arah Adam yang juga terlihat senang, mereka kembali memperhatikan ke arah Leon dan Luna yang masih menebarkan aura kemesraan.


Ada kebahagiaan saat terbitnya mentari di musim semi yang membawa keceriaan,


Akhirnya musim semi datang juga....gumam mereka serentak dalam hati. Leon bersikap sangat posesif dan dia dengan sengaja memperlihatkan kemesraannya di depan publik, Luna dapat mencium bau lemon dan hangatnya api kecemburuan dari pria tampan di sampingnya.


“Huuf (menghela nafas panjang)Sayang.... kenalkan dia Tom, teman ku dan Kiandra sewaktu masih high School dulu” ujar Luna memperkenalkan polisi bernama Tom pada Leon yang bersikap posesif.


Tom mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan tersenyum ramah pada Leon, namun uluran tangan itu di abaikan oleh pria tampan yang masih terbakar api kecemburuan. Tatapan tajam masih di layangkan Leon sedangkan Luna hanya bisa menghela nafas, Tom merasa canggung dengan situasi yang di hadapinya. Tangannya yang terulur di tariknya perlahan sambil tersenyum pada Luna,


“kalau... kalau begitu ... saya .... Saya lanjut kerja dulu Luna (menganggukkan kepala sambil tersenyum canggung pada Leon) Lun, can I contact you sometime tentunya jika kamu mengizinkan?” tanya Tom menatap Luna, sikap Tom pada Luna pun membuat kobaran api kecemburuan dari Leon berkobar begitu besar. Kedua sahabat Leon menatap prihatin kepada polisi itu.


"wah... wah... wah... nyari penyakit ni orang" ujar Hugo yang menatap prihatin.


"udah bosan idup kali ni anak, " Adam ikut menimpali ucapan Hugo. Kaila hanya menatap heran ke arah Adam dan Hugo, lalu menatap ke arah Leon yang masih bersikap dingin sedingin kutub es pada polisi itu.


Tom bisa melihat bayangan iblis yang mulai menampakkan wujud dirinya di atas kepala Leon yang seolah memberi peringatan kepadanya,


“tent... “ Luna terdiam sejenak heran melihat Tom yang tersenyum canggung ke arah pria yang di sampingnya tengah di bakar api kecemburuan. Luna langsung menatap ke arah Leon yang menarik pinggangnya, kini kedua tangan pria tampan itu merangkul pinggang Luna dengan posesif dengan tatapan mematikan pada Tom.

__ADS_1


Kiandra mencium bau sangit dari kecemburuan yang membakar Leon,


Waduh si Luna.... Kagak sadar tu apa lakiknya udah bertaring gitu? Cemburunya aja udah nyeremin gitu... Gumam Kiandra dalam hati menatap iba pada Tom yang sudah terlihat tidak enak hati dan terlihat mundur beberapa langkah.


“la.. lain... lain kali saja kalo begitu, permisi” ujar Tom memilih melangkah meninggalkan kedua gadis cantik itu dengan Pria tampan yang level kecemburuannya sudah meningkat tajam, Luna memandang heran pada Tom yang sudah mengambil langkah seribu meninggalkan mereka.


Mata birunya lalu beralih menatap ke arah Leon yang masih menatap kesal pada Tom yang sudah berlalu pergi,


snif... snif... snif...


Luna mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Leon sambil mengendus-endus aroma kecemburuan, kedua tangannya mengalung di leher Leon. Kedua tangan pria tampan itu semula memeluk posesif pinggang Luna di tarik oleh Leon dan masuk ke dalam saku celana, Wajah tampannya tampak merajuk terlihat begitu menggemaskan bagi Luna. Tatapan mata elang itu menatap tajam dengan kilatan merah ke arah Luna,


“hmmm... sepertinya aku mencium sesuatu yang terbakar?!” ujar Luna dengan sedikit memicingkan matanya menatap Leon yang langsung mengalihkan pandangannya.


“Ehem” Leon berdehem melihat ke arah mobil Ambulance yang membawa bos penjahat itu.


Luna memperlihatkan wajah cutenya pada Leon yang memalingkan wajahnya ke arah sebelah kiri, senyuman manis tersungging di wajah cantik Luna membuat kobaran api kecemburuan perlahan menurunkan levelnya. Luna memperlihatkan wajah imut di hadapan Leon dengan mata biru miliknya menatap penuh cinta, tangan Luna yang mengalung ke leher Leon perlahan menarik kepala Leon untuk mendekat ke arahnya.


Tinggi Luna yang hanya sebatas pipi Leon memudahkannya untuk menarik dan memposisikan kepalanya di samping telinga Leon.


“sayang, kamu yang cemburuan seperti ini semakin terlihat menggemaskan” bisik Luna di telinga Leon yang langsung menatap tajam. Dia lalu mengalihkan pandangannya dan memilih mengabaikan Luna, gadis cantik itu tersenyum dan kembali berusaha menenangkan kecemburuan dari pria tampan itu.


Wajar saja jika Leon merasa sangat cemburu dengan pria atau siapa pun yang mendekati Luna, Paras cantik dengan tubuh sempurna begitu menarik bagi siapa saja yang menatapnya bahkan beberapa polisi dan pria lainya juga beberapa perempuan mengagumi kecantikan Luna. Hal itu membuat kecemburuan di dalam hati Leon semakin meningkat tajam, Luna terus berusaha untuk meredam api kecemburuan Leon tapi semua itu hanya sia-sia.


Penat sudah Luna meluluhkan api kecemburuan Leon, namun pria di hadapannya masih terlihat kesal dan emosi tingkat dewa. Sebenarnya kecemburuan Leon sudah menurun saat Luna bersikap manja dan manis padanya, tapi karena gengsi dan ingin memberi Luna pelajaran dia memilih bersikap dingin.


Sepertinya Leon benar-benar kesal, hmm... hal apa yang bisa bikin ni cowok luluh dan nggak marah lagi?! hmmmm.... Gumam Luna dalam hati menatap ke arah Leon.


Dia berusaha berpikir keras agar prianya tidak lagi merasa kesal dan marah, tiba-tiba terdengar suara ringtone lagu dari salah satu anime kesukaan Kiandra. Semua mata tertuju ke arah Kiandra yang sedang meraih ponselnya di dalam tas yang di pegang, gadis berkaca mata itu tersenyum canggung ke arah Luna dan Leon.

__ADS_1


Kiandra mengambil ponselnya dan melihat ke arah layar ponsel itu, tertulis nama Ojisan Luna di sana. Kiandra segera mengangkat panggilan telepon itu,


“halo Ojisan....” ujar Kiandra membuat Luna melihat ke arah sahabatnya, Leon ikut melihat ke arah Kiandra dengan rasa penasaran.


“apa Luna bersama dengan kamu Kiandra?” tanya Baron.


“ Luna.... iya ojisan, dia ada di sampingku?! apa Ojisan ingin berbicara dengannya?” ujar Kiandra kembali.


"iya, tolong kamu sambungkan dengannya" ujar Baron yang tengah memperhatikan beberapa dokumen di atas meja kerja.


"baik Ojisan" ujar Kiandra yang langsung menyerahkan ponsel miliknya pada Luna. Sebuah ide seketika muncul di benak Luna yang langsung tersenyum dengan nakal, Kiandra tercenung melihat senyuman Luna yang penuh arti. Seperkian detik berlalu membuat Kiandra sadar dan mengerti dengan senyuman yang terlukis di bibir cantik Luna.


Aaahaa... dasar my sneaky girls gumam Kiandra diam-diam tersenyum menyadari arti senyuman Luna.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2