Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 83


__ADS_3

“bagaimana? Kamu menyukainya?”


“sangat suka, aku tidak menyangka jika tuan Alex orangnya romantis”


“Alex? Bagaimana bisa kamu tahu jika semua ini Alex yang merancang” tanya Leon terkejut sambil menarik kursi untuk mempersilahkan Luna duduk.


“umm...” Luna terdiam sejenak menatap ke arah Leon,


Untuk seorang CEO arrogant kayak kamu mana mungkin bisa memilih tempat seperti ini, kalo aku ngomong jujur yang ada kamu bakalan sedih... kagak tega juga aku ngomong ke dia dan melihat wajah cedih, Kepaksa deh boong demi kebaikan...gumam Luna dalam Hati.


“sayang... apa yang kamu lamunkan?” Leon memegang kedua pundak Luna.


“itu... ummm bukan apa-apa,” ujar Luna mengalihkan pandangannya ke arah pemandangan kolam itu.


Leon memilih duduk di samping Luna sambil merangkul dan menarik pinggangnya untuk duduk lebih dekat.


“sayang...”


“hm...”


“ kapan aku bisa bertemu dengan tuan Baron, kakekmu?” tanya Leon membuat Luna terkejut dan langsung menatap ke arah Pria tampan itu.


“Hah.... kamu bilang apa tadi?”


“aku bilang, aku dan keluargaku ingin bertemu dengan tuan Baron kakekmu. kapan aku bisa menemui beliau?”


“kenapa kamu dan keluarga ingin bertemu dengan ojisan?” tanya Luna menatap intens pada Leon yang juga balas menatapnya. Leon lalu berdiri dari tempat duduknya, tangan kekar terulur ke arah Luna.


“ayo ikut aku”


“hah... ke mana?”


“ikut saja, ayo” Leon memegang tangan Luna mengajaknya ke suatu tempat yang tentunya sudah di atur oleh Alex.


Malam itu adalah malam bulan purnama, pemandangan langit malam yang begitu cantik dan indah. Leon memegangi tangan Luna mengajaknya melewati sebuah jalan setapak menuju sebuah kolam, bunga-bunga teratai bermekaran dengan cantik. Air kolam memantulkan sinaran rembulan berwarna biru sebiru mata Luna yang berbinar- binar saat melihat pemandangan di kolam itu.


Kolam air itu berubah warna seperti sebuah kristal biru yang berkelap-kelip, di sekeliling kolam itu di hiasi bunga hortensia berwarna-warni dan bunga lainnya. Sebuah jembatan kecil menghubungkan ke Gazebo yang di bangun di atas kolam itu, pada pagar jembatan itu di hiasi lampu kecil yang menambah keindahan kolam itu.


Mereka berdua melewati jembatan kecil itu untuk sampai di gazebo, mata Luna terbuka lebar saat melihat hiasan kelopak bunga mawar membentuk lambang hati di tengah gazebo. Sinaran bulan purnama menambahkan kesan super duper romantis,

__ADS_1


“Leeon... ini....” Luna termenung saat Leon berdiri tepat di atas kelopak bunga mawar itu, Tangan Leon memegang kedua tangan Luna yang ikut berdiri di atas kelopak bunga mawar itu.


“Luna... ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan padamu" Ujar Leon menatap dalam ke arah Luna yang terlihat penasaran dengan apa yang akan di sampaikan.


"Luna... aku tahu kita baru memulai hubungan ini, tapi aku ingin hubungan kita ke langkah selanjutnya. Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan perempuan mana pun apalagi menikah, hanya kamu perempuan yang aku ingin habiskan sisa hidupku. Luna Freya... Maukah kamu menikah denganku?” ujar Leon menatap ke arah mata Luna.


(Author : aduh bang Leon neng author mau dah jadi bini abang semisal neng Luna kagak mau...


Leon : 😎😎


Luna : wah authornya minta di kasih ini 💣💣💣


Author : kagak jadi deh bang...☠️☠️)


Sebelah tangan Leon mengeluarkan sebuah kotak cincin di saku jas yang di kenakannya. Kedua tangan Luna masih di peganginya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain membuka kotak itu memperlihatkan sebuah cincin berlian berwarna biru tua.


Luna benar termenung menatapi cincin itu, lalu menatap ke arah Leon yang masih menunggu jawabannya.


“hm... Leon... aku...” Luna terlihat bingung saat secara mendadak Leon melamarnya.


“Sayang aku tahu saat ini kamu masih ragu kepadaku dan kita belum lama mengenal satu sama lain tapi percayalah padaku. Aku benar-benar ingin menghabiskan sisa hidup bersamamu selamanya” Leon menatap intens ke arah mata Luna yang terdiam,


“Tapi, tapi apa Luna?” Leon menatap ke arah Luna yang terdiam sejenak.


“Tapi bisakah kamu menunggu ku sampai akhir bulan ini?”


“Akhir Bulan?”


“Maksud ku, akhir bulan ini kuliahku akan selesai dan sebentar lagi aku akan wisuda. Setelah semuanya selesai aku akan mengajakmu dan keluargamu bertemu dengan ojisan”


Ada perasaan lega dan bahagia di hati Leon saat mendengar penjelasan dari Luna, dia tersenyum hangat sambil membelai wajah cantik Luna.


“aku akan menunggu hari itu (meraih tangan kiri Luna dan memasangkan cincin itu di jari manisnya) sampai hari itu datang biarkan cincin ini melingkar di jari mu, agar memberikan ku ketenangan” Leon mengecup lembut punggung tangan Luna yang terpasang cincin berlian itu.


Sebelah tangan Leon merangkul pinggang Luna dan menariknya untuk berdiri lebih dekat, kedua tangan Luna berada di dada bidang Leon bergerak perlahan ke pundak kekar itu. wajah mereka begitu dekat satu sama lain, hingga kedua bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain.


***


Luna tersenyum manis menatapi cincin pemberian Leon yang melingar cantik di jari manis, perhatiannya teralihkan ke arah ponsel yang tergeletak begitu saja di samping. Beberapa pesan dari Leon baru saja masuk dan ada satu pesan dari Kiandra.

__ADS_1


“kenapa ni anak ngirimin pesan? Biasanya juga main nyelonong aja ke kamar” Luna membuka pesan dari Kiandra yang bertuliskan,


Urgent, kamu ke ruangan aku sekarang juga...


Luna segera bangkit dari kursinya melangkah keluar dari kamar menuju ke ruangan kerja Kiandra, gadis cantik berkaca mata itu tengah menatap beberapa monitor di hadapannya.


“napa Kia?” tanya Luna saat membuka pintu ruang kerja, dia lalu menghampiri Kiandra yang duduk membelakanginya.


“bentar...” ujar Kiandra yang tengah sibuk menekan tombol keyboard di depannya, Luna memperhatikan meja kerja Kiandra yang di penuhi dengan beberapa cangkir kopi dan piring,


“Astaga Kia?! Kamu jadi kolektor cangkir ama piring kotor sekarang?” Luna terkejut melihat jumlah piring dan cangkir itu.


“hehehe kagak sempat aku nyuruh si Jason buat angkatin ni semua, kamu tahu kalo aku sekarang ngejar deadline tugas akhir biar kita barengan wisudanya” ujar Kiandra cengengesan ke arah Luna yang hanya bisa menghela nafas panjang.


“ O ya kamu nyuruh aku ke sini kenapa?” tanya Luna teringat dengan pesan Kiandra.


“Ni... Kamu Baca aja sendiri, aku mau manggil Jason bentaran buat nyingkirin ni semua” ujar Kiandra berdiri dari tempat duduknya dan di gantikan Luna yang menatap layar monitor dengan beberapa tulisan di sana.


Kiandra melangkah keluar dari ruang kerja berdiri di tepian pagar lantai dua melihat ke arah lantai satu, dia melihat Jason yang tengah berada di dekat kolam renang tengah merapikan tanaman. Kiandra menuruni anak tangga menuju ruang tengah, dari ruang tengah dia membuka pintu kaca yang menghubungkan ke area kolam renang.


“Jason...” panggil Kiandra pada Jason yang hampir menyelesaikan tugasnya.


“Iya nona Kiandra” Jason menghentikan sejenak pekerjaannya lalu menghampiri Kiandra.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2