Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep.59


__ADS_3

Awalnya mereka menyangka Leon akan marah besar tapi ternyata dugaan mereka meleset saat melihat senyuman yang menambah nilai ketampanan tersungging di bibirnya.


“tuan Alex, apa saya tidak salah lihat sekarang” ujar supir itu takjub.


“tidak kita tidak salah lihat... sepertinya hari ini kita bisa pulang lebih cepat dari biasanya” Alex tersenyum senang melihat wajah bahagia tuan mudanya. Leon akan kembali masuk ke dalam mobil, mata elangnya sejenak menatap ke arah Luna yang sudah melaju jauh.


“Ke kantor” Leon kembali duduk dengan tenang dalam mobil mewahnya, senyuman kembali terlukis di bibir pria tampan itu.


"Baik tuan muda" ujar sopir menyalakan kembali mesin mobil lalu melaju menuju perusahaan Alden W corp.


***


Motor sport Luna melaju dengan cepat masuk melewati gerbang kampus UIN, Para mahasiswa yang berlalu lalang menatap panjang ke arah motor sport yang memasuki kawasan parkiran.


“widih.... gile... motornya keren abis.... siapa yang bawa ya? Yang pastinya dia musti gabung ama geng kita”


“buju bune... motornya keren yang bawa pasti lebih keren nih”


“eh... liat-liat tu... keren abis... pastinya tajir abis... ”


Para mahasiswa dan mahasiswi mulai berkomentar menatap kearah motor sport yang baru terparkir, beberapa dari mereka pun ingin merekrut pemilik motor menjadi salah satu dari anggota geng mereka. Tidak terkecuali Hana dan sahabatnya juga para senior yang selalu mencari gara-gara dengan Luna.


Luna membuka helmnya, seperti sebuah adegan slow motion iklan shampoo dia mengibaskan rambutnya ke kanan dan ke kiri. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi termenung saat melihat pengendara motor itu seorang perempuan. Kecantikannya seolah membuat semuanya terhenti, baik pria dan perempuan menatap juga berdecak kagum pada perempuan cantik itu.


“WOOOOOW... cantik banget...”


“keren abis... anak jurusan mana tuh? Musti gue deketin”


“lah lu bukannya udah punya cewek”


“itu mah bisa gue tinggalin, kalo lu mau gua bisa kasih kok”


“ pastinya peliharaan sugar daddy tu”


“sok kecantikan, cantik kan gue ke mana-mana lagi”


Beragam komentar negatif dan positif terus berdengung di antara para mahasiswa dan mahasiswi. Ada yang merasa iri, syirik bercampur dengki termasuk Hana and the gank.


“ada yang mau nyaingi elu tu Han” Abby mulai memanasi Hana. Dia sangat tahu jika sahabatnya ini pasti tidak akan senang ada yang akan mengalahkannya.

__ADS_1


“tu anak sepertinya murid baru di kampus ini, bisa jadi buat mainan kita nih” ujar Silvia dengan beberapa rencana untuk menjahati perempuan yang mereka lihat tidak lain adalah Luna.


“perfect.... gue bakal bikin cewek ntu pelampiasan secara mood gue lagi nggak baik sekarang, dia juga udah nyari gara-gara dengan berpenampilan menyaingi popularitas gue dan memarkirkan motor jeleknya itu di samping mobil gue” ujar Hana tersenyum smirk.


Luna memakai ear phone di telinga kanan, jam yang juga merangkap ponsel melingkar di pergelangan tangan kiri. Dia masih duduk di atas kuda besinya dengan standar yang sudah di turunkannya, Luna membuka sarung tangannya lalu menggeser layar datar di atas jam mahal itu.


Jam tangan canggih itu terhubung dengan earphone yang di gunakan Luna, pada layar jam tangan itu tertulis nama Kiandra.


“hi babe..” sapa Kiandra yang baru saja memarkirkan mobilnya diparkiran. Dia melihat Luna yang masih duduk santai di motor itu.


“Kamu di mana?” tanya Luna yang merasa jika sahabatnya itu ada di sekitarnya.


“bentar aku turun dulu” Kiandra mematikan ponselnya secara sepihak. Setelah mematikan mesin mobilnya, Kiandra lalu turun dari mobil dan menekan remote kunci untuk mengunci mobil miliknya.


Para mahasiswa juga mahasiswi masih memandangi dan menatap kagum ke arah Luna bertanya-tanya dalam hati siapakah gerangan perempuan cantik itu.


“bentar-bentar... kok perasaan gue pernah liat ntu cewek ya...” ujar Abby yang merasa mengenal perempuan itu.


Kiandra tersenyum ke arah perempuan yang membelakanginya,


“LUNAAAAA” panggil Kiandra dengan suara keras. Panggilan itu membuat seluruh mahasiswa terkejut, bahkan ada yang sampai tersedak hingga menyemburkan makanan juga minuman yang sempat masuk ke dalam mulut mereka.


Luna membalikkan tubuhnya dan tersenyum manis pada sahabatnya yang baru saja datang,


“kok kamu malah baru datang?!” tanya Luna tersenyum ke arah Kiandra.


“Ada somethinglah...” ujar Kiandra menggandeng tangan Luna melangkah untuk masuk ke gedung kampus.


Semua mata mahasiswa dan juga mahasiswi membesar sempurna, mereka sama sekali tidak menyangka jika perempuan yang sering mereka hina dengan memanggil freak, cupu, culun dan membully habis-habisan. Tapi untungnya Luna mempunyai seribu satu cara untuk membalas mereka yang membully, dia sama sekali tidak memikirkan hinaan dan cacian dari mereka.


Silvia dan Abby terkejut saat mengetahui perempuan yang akan mereka kerjai adalah Luna gadis yang pernah memberi mereka pelajaran etika,


“Luna?! Kalian kenal?!” Hana menatap kedua temannya, lalu Pada Luna yang tidak beberapa meter lagi jaraknya dengan dia.


Cewek ini rasanya pernah gue liat, tapi di mana? Gumam Hana berusaha mengingat di mana dia pernah berjumpa.


“lupa lu Han ama cewek freak, cupu dan culun yang udah permaluin kita di toilet kampus” ujar Silvia mengingatkan mereka dengan kejadian memalukan.


Mata Hana membesar saat tahu perempuan yang mencari gara-gara dengannya berpenampilan keren juga memiliki paras yang menyainginya.

__ADS_1


“Ajim... Sekarang gue bakalan bales dia yang udah permaluin kita” ujar Hana kesal maksimum.


Luna dan Kiandra melangkah sambil membicarakan sesuatu, mereka berdua pun melewati Hana and the gank.


“benerkan apa yang udah gue bilang, cewek cupu, culun dan freak itu sama ama temannya emang Lon**” sindir Hana dengan sengaja mengeraskan suaranya. Luna dan Kiandra mendengar sindiran Hana berhenti sesaat,


“pantesan aja tampilannya cetar membahana dan menaiki motor mahal. Ternyata malah menjajakan diri ke cowok idung belang” Abby ikut memanasi keadaan. Kiandra membalikkan tubuhnya menatap ke arah ketiga perempuan yang menyindir mereka.


Para mahasiswa dan mahasiswi yang mendengar sindiran Hana cs langsung serentak berkomentar negatif tentang Luna dan Kiandra.


“ternyata cantiknya karena doku dari om-om toh, kagak jadi deh... Kagak level gua”


“kekuatan dari duit om-om bisa bikin cewek cupu, culun juga freak jadi cewek cantik. Bagusa lu juga jadi pliharaan om-om genit biar wajah dan penampilan lo bisa ngalahin dia”


“ Iiisss jijay gua musti saingan ama om-om tua”


Komentar-komentar negatif tentang Luna pun berkumandang layaknya dengungan lalat yang mencium bau busuk dari bangkai.


“pantesan aja batu kali bisa jadi bagus, ada sugar daddy yang menyokongnya. Tinggal buka kaki duta mengalir... Ati-ati say jangan sampe hamidun ntar anaknya...” ucapan Silvia pun terhenti adaseketika....


PLAAAAAAAKKK.....


Wajah cantik Silvia memerah dan tercetak seperti gambaran telapak tangan, mereka bertiga terkejut saat menatap kejadian itu. Semua para mahasiswa juga ikut terkejut dengan kejadian itu, Kiandra berdiri tepat di depan Silvia cs dengan telapak tangan yang memerah.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2