Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 118


__ADS_3

Hal itu membuat supir Simon meregang nyawa dan akhirnya tidak bergerak sama sekali, setelah memastikan jika supir itu sudah berada di alam lain anak buah itu mengangkat tubuh supir itu dan menaruhnya ke dalam mobil mewah milik Simon.


Anak buah lainnya sudah mengikat tangan Simon dan meletakkannya ke dalam bagasi mobil hitam itu. Tangan kanan Bobby lalu memerintahkan anak buahnya untuk membawa Simon yang terikat menuju ke tempat mereka, begitu juga dengan mobil mewah di mana Supir Simon berada di dalamnya. Mereka semua bergegas meninggalkan lokasi itu menuju tempat yang sesuai dengan instruksi tangan kanan Bobby.


***


Mobil mewah Baron memasuki sebuah rumah besar dan mewah yang memiliki perkarangan luas dengan beberapa helikopter terparkir di halamannya, dari rumah mini malis itu keluar beberapa orang yang merupakan bawahan Baron.


Beberapa dari mereka menghampiri Luna dan Baron yang baru saja turun dari mobil, mereka memberi hormat dan mengawal Baron, Luna juga Alberto menuju salah satu helikopter. Tampilan Luna kini berbeda dari sebelumnya, dia mengenakan jas yang semula di kenakan oleh Baron. Melihat baju yang di kenakan Luna terbuka di bagian atas membuat Baron segera melepaskan jas miliknya, lalu dia memasangkan ke tubuh Luna sebelum mereka turun dari mobil.


Baron dan Luna menghampiri helikopter yang ada di halaman besar itu, pada badan helikopter tertulis lambang LNF197. Pintu helikopter di buka oleh bawahan Baron dan mempersilahkan Luna juga Baron untuk menaikinya, mereka duduk di bagian depan helikopter sedangkan Alberto dan kepala body guard Baron duduk di bangku belakang. Masing-masing mereka memasang perlengkapan yang ada di dalam helikopter itu dan memasang sabuk pengaman.


Setelah memasang peralatan itu tampak tangan Luna sibuk menekan dan memutar beberapa tombol yang ada di hadapannya. Dengan sangat lihai Luna mengaktifkan beberapa tombol di bagian atas dan sampingnya, dia lalu berbicara pada menara tower yang berada di belakang rumah mewah itu untuk meminta izin terbang.


“ ATC this is LNF 197, good evening”


“good evening LNF 197, this is NM control tower, please remain in HS 11 27U”


“HS 11, LNF 197 copies that”


“LNF 197 position 27U, runway ready, permitted to take off, good evening”


“LNF 197 copies that, thank you and Good bye”


Mesin helikopter mulai menyala, baling-baling helikopter bergerak dengan sangat cepat. Luna dengan luwes mengendarai helikopter yang mulai terangkat ke atas, dengan santai dia membawa helikopter itu menuju ke kediaman utama.

__ADS_1


Baron menikmati pemandangan malam dari atas langit, begitu juga dengan Alberto dan kepala body guard Baron yang duduk di belakang.


Kediaman utama Young-sun


Tampak seorang perempuan yang sudah berumur tengah duduk di ruang tengah sambil memangku bantalan sofa, beberapa orang yang terdiri dari beberapa perempuan dan pria berdiri di hadapannya sambil memberi hormat.


"jaljayo bu-in (selamat malam nyonya besar)” sapa orang-orang itu. Perempuan itu menatap ke arah mereka dengan pandangan heran,


"selamat malam," ujar perempuan itu menatap ke arah maid perempuan dengan setelan rapi menghampiri sambil menyerahkan ponsel ke tangannya.


Perempuan itu bernama Lee Soo He, istri dari Baron dan nenek dari Luna. Soo He membaca pesan yang di perlihatkan oleh maid itu, kini dia paham dengan kehadiran beberapa maid baru yang akan melayani keluarga Young Sun.


Para pekerja baru itu terpesona menatap Soo He yang masih terlihat cantik, walaupun sudah berumur tua dan keriput halus menghiasi area mata namun Soo He masih terlihat awet muda dengan kecantikan yang di milikinya.


Bibirnya selalu terhias senyuman hangat dengan kewibawaan membuat siapa saja yang berbicara dan mengenalnya merasa hangat juga senang di hati,


“al asseo bu in (Baik nyonya besar)” ujar mereka serempak merasa senang, Soo he menatap ke arah maid yang memberikan ponsel kepadanya.


“Anne , antarkan mereka semua. Bagi pekerja perempuan ke wisma maid dan yang pria ke wisma pengawal” perintah Soo He pada maid yang bernama Anne.


“baik nyonya besar,” ujar Anne sambil membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat pada Soo He. Pengawal kediaman utama datang menemui Soo He sambil sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat,


“nyonya besar, tiga menit lagi helikopter Tuan dan nona besar akan sampai” ujar pengawal itu yang langsung di angguki oleh Soo He.


“baik, terima kasih. Anne setelah mengantar mereka segera persiapkan kamar Luna, jangan lupa nyalakan penghangat dan minuman hangat untuknya” Soo he terlihat sangat antusias dengan kepulangan cucu semata wayangnya.

__ADS_1


Para maid dan karyawan baru itu saling berpandangan mendengar laporan dari penjaga, ada rasa penasaran dalam hati mereka tentang majikan atau keluarga inti dari Young sun. Anne juga terlihat sangat senang saat mendengar Luna pulang, tersungging senyuman manis di bibirnya yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nonanya.


“baik nyonya besar, saya akan segera mmempersiapkannya” ujar Anne membungkukkan tubuh memberi hormat pada Soo He. Anne berjalan lebih dulu keluar dari rumah besar itu, di ikuti dengan para maid dan penjaga baru yang mengikuti dengan berjalan di belakangnya. Mata mereka terkagum-kagum dengan arsitektur bangunan rumah bergaya jepang dengan unsur modern,


“kalian semua ikuti saya, besok kalian semua harus menghafal setiap sisi rumah ini dan area-area tertentu yang tidak boleh di masuki” ujar Anne mengingatkan mereka semua.


Anne dan lainnya melewati halaman rumah yang besar, mereka termenung saat melihat sistem penjagaan yang sangat ketat. Di setiap sudut ada beberapa pengawal berpatroli dan CCTV yang terpasang pada setiap sudut rumah. Anne sejenak menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap ke arah mereka,


“sebelumnya, aku mengingat kalian semua untuk tidak mendekati kandang hewan yang berada di sebelah sana (menunjuk ke arah samping rumah yang berbatasan langsung dengan hutan kecil) dan kalian semua harus berhati-hati..” Anne yang sedang memperingati karyawan baru terhenti saat salah seorang dari karyawan itu,


“nona Anne itu apa?” tanya karyawan itu melihat dan menunjuk ke sebuah bayangan hitam besar di samping sebuah pohon di balik semak. Terpancar dua mata yang menyala dari bayangan hitam itu mengendap-endap mengintai sesuatu, Anne melihat ke arah yang di tunjuk oleh karyawan itu. Mata Anne membesar saat melihat bayangan hitam yang di kenalnya,


“itu... bukannya....” Anne belum menyelesaikan perkataannya terdiam saat mendengar suara bising dan hembusan angin yang sangat kuat. Mata semua orang tertuju ke arah atas langit saat melihat helikopter yang perlahan mendarat ke halaman luas itu, karyawan itu kembali memperhatikan bayangan hitam yang mulai perlahan mendekat ke arah kedatangan helikopter itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2