Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 107


__ADS_3

“jangan pernah menyebut nama pria itu” ujar Leon marah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“kenapa?”


“aku tidak menyukai pria itu!! Dia terlihat memiliki tujuan tidak baik”


“lalu jika ada pria lain selain Matthew yang dekat denganku, kamu juga akan cemburu?”


“apa masih ada pria lain yang berani mendekatimu?!” Leon terlihat kesal setengah mati.


“banyak pria yang berada di sekelilingku, seperti Ojisan, Jason, Dion dan masih banyak lagi, apa kamu juga akan memusuhi mereka?”


“mereka.. mereka... itu... mereka berbeda dalam hal ini sayang, pria itu sangat jelas sudah memiliki niat yang tidak baik padamu”


“pria itu yang tidak memiliki niat baik atau kamu yang tidak percaya pada ku?” ujar Luna menskakmat Leo seketika. Leon menatap Luna yang terlihat cemberut dan merajuk,


"bukan... bukan... bukan... bukan begitu maksud ku sayang.... aku ... aku sangat percaya padamu... hanya saja aku tidak menyukai cara pria itu menatapmu” ujar Leon memegang tangan Luna.


“jika kamu percaya pada ku, tentunya kamu sendiri tahu bagaimana perasaan ku pada mu... kamu terus saja merasa cemburu seperti ini pada setiap pria yang berada di dekatku dan kamu sama sekali tidak pernah percaya dengn perasaan yang ku miliki. Lalu untuk apa kita meneruskan hubungan ini jika kamu saja tidak memiliki kepercayaan padaku?” ujar Luna merasa kecewa dengan sikap Leon kekasihnya.


Leon terdiam seketika saat mendengar ucapan Luna, pemilik mata elang itu menatap ke arah wajah Luna yang terliat sendu. Ada rasa perasaan bersalah yang di rasakan di hatinya,


“Sayang.. hei...” Leon merapatkan duduknya pada Luna yang memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Sayang....” panggil Leon dengan sebelah tangannya menyentuh dagu Luna, mengarahkan wajah cantiknya ke arah Leon tapi mata biru Luna memilih melihat ke arah lain.


“Sayang, aku tidak bermaksud begitu... aku percaya padamu, sangat percaya padamu.... hanya saja aku... jujur aku merasa tidak percaya diri untuk bisa berada di sampingmu” Leon menatap sendu wajah Luna, perlahan mata Luna menatap ke arah mata Leon yang tengah menatap dalam dirinya.


Sebelah tangan Leon membelai wajah cantik Luna,

__ADS_1


“sayang... hei.. maafkan aku...oke...” ujar Leon membuat mata Luna terbuka lebar, senyuman perlahan tersungging di bibirnya. Luna lalu memeluk tubuh Leon dari samping dengan kepalanya bersandar di dada bidang sebelah kiri Leon, dia dapat mendengar detak jantung Leon berdetak berirama. Entah mengapa suara detakan jantung Leon memberikan efek nyaman bagi Luna yang semula merasa gundah dan sedih.


“Cieee... mesraan mulu... bikin iri deh.... jiwa jomblo ku berasa berdemo mendengar kemesraan lu berdua...” ujaran Kiandra yang terdengar oleh Luna melalui alat komunikasi yang di gunakan.


Dari awal keberangkatan Luna, Kiandra sudah mendengar dan menyaksikan apa yang terjadi, dia tersenyum geli saat mendengar Luna yang merajuk. Kiandra tahu saat itu Luna tengah memainkan triknya untuk meredam kecemburuan dan kemarahan Leon, dia mengacungkan jempolnya dengan kelihaian Luna yang dapat mengontrol pria yang di beri julukan “Demon King”.


“dasar rubah licik, bisa aja cara kamu buat ngontrol ntu tuan muda biar nggak cemburuan dan marah” celetuk Kiandra mengomentari trik jitu Luna. Gadis cantik itu ingin membalas celetukan Kiandra, tapi dia harus menahan diri dan tidak terpengaruh dengan ucapan sahabatnya yang tengah memperhatikan CCTV yang tentu saja sudah di bajaknya.


Sementara itu Matthew yang masih berdiri di depan toko menatap mobil Leon yang sudah mulai menjauh, matanya terlihat sendu dan sedih.


Entah kapan aku bisa bertemu lagi dengan gadis itu.... siapakah gerangan nama gadis itu? Karena begitu terpesona aku lupa menanyakan nama gadis itu... gumam Matthew dalam hati terus menatap ke jalanan besar.


Dari sisi jalan lain, tampak seorang pria yang memakai seragam pegawai dengan label nama toko bunga pada apron yang di pakainya. Pria itu tampak setengah berlari ke arah Matthew yang membelakanginya,


“Tuan... tuan....” panggil pria itu yang `ternyata adalah pemilik asli toko bunga itu. Matthew membalikkan tubuhnya menatap pria yang berusaha mengatur nafasnya,


“tuan.... tuan... maaf... saya... sedikit lama. Saya terpaksa harus ke toko yang jauhnya beberapa blok untuk menukar uang anda, maafkan saya tuan...” ujar Pria itu membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat.


Wajah pria itu tampak memucat dengan mata berkedip berkali-kali membuat Matthew menatap heran pada pria itu,


"bo... bo... boneka?!" ujar pegawai pria itu bergegas masuk ke dalam toko lalu melangkah ke arah rak boneka yang di tunjuk. Matthew yang heran mengikuti pria itu masuk ke dalam toko bunga dan mendapati pegawai pria itu termenung dalam keadaan shock.


“Ada apa? Apa ada sesuatu yang hilang?” tanya Matthew menatap pegawai pria itu.


“he..hehe.. he... Tidak... Tidak ada yang hilang... Hanya saja... Hehe... Hehehehe... Anda baru saja menjual.... Boneka beruang.... Boneka beruang itu buatan tangan asli dari penciptanya dengan mata... Matanya terbuat dari rubi merah yang langka.... dan... hehehe... hanya ... ada satu-satunya di dunia...“ ujar pegawai toko dengan wajah terlihat shock dan mengenaskan.


“boneka beruang itu berharga???” Matthew terkejut mendengar perkataan pegawai itu yang terlihat shock. Dia merasa tidak enak hati karena telah menjual sesuatu yang seharusnya tidak di jual, Matthew menatap prihatin ke arah pegawai toko bunga yang hanya bisa tertawa menyedihkan.


Seorang pria bersetelan jas rapi memasuki toko bunga, pria itu menghampiri sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Matthew.

__ADS_1


“Tuan muda.... tuan besar sudah menunggu anda” ujar pria itu yang merupakan asisten pribadi Matthew. Asisten pribadi Matthew datang seperti dewa penolong baginya, senyuman penuh arti dan makna tersungging di bibirnya membuat asisten pribadi Matthew bersikap waspada.


“Ian, baguslah kamu sudah datang. Aku serahkan yang di sini padamu” ujar Matthew memegang pundak Ian dan memilih mengambil langkah seribu meninggalkan asisten pribadinya dalam kebingungan.


Pegawai toko bunga itu menatap sambil tertawa menyeramkan ke arah Ian yang berdiri mematung menyaksikannya.


“hehehe... hehehe... hehehehe” pegawai toko bunga itu tertawa dengan kilatan mata yang membuat Ian bergidik ngeri.


“AAAAAAAAAARRRRGGGGHHH”


Matthew yang baru saja keluar dari toko bunga itu menghentikan langkahnya sejenak, membalikkan tubuhnya menatap pintu toko bunga itu.


“Semoga kamu tenang berada di sana, Ian. Aku akan membantu merawa keluargamu” gumam Matthew dengan sebelah tangannya memegangi dada sebagai bentuk penghormatan pada Ian.


****


Mobil milik Simon baru saja memasuki pelataran restoran ternama, petugas valet segera membantu membukakan pintu dan mempersilahkan Hana dan Simon untuk turun. Petugas valet menyambut hangat dengan senyuman ramah sambil mengucapkan selamat malam pada Hana juga Simon, mereka berdua tidak terlalu menggubris dan memilih mengabaikan sambil berjalan angkuh masuk ke dalam restoran.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2