
“Loh kok udahan... Padahal lagi momen indah banget tadi” protes Kiandra,
“Udah, jangan aneh-aneh. Tadi itu kejadian yang tidak di sengaja,” ujar Dion ketus menutupi rasa gugupnya dan degupan jantung yang berdetak cepat.
“ Sengaja atau enggaknya, yang namanya takdir nggak bisa di lawan” ujar Sarah tersenyum senang membuat Dion menatap ke arahnya juga Kiandra. Sarah, Kiandra dan Luna sudah tahu jika Dion memiliki ketertarikan pada sesama gender bukan lawan gender.
Rahasia besar itu diketahui tidak di sengaja oleh Luna dan Kiandra yang sedang melakukan misi, Kiandra melalui CCTV tidak sengaja melihat keberadaan Dion di sebuah lorong tepat di belakang bar khusus G. Kiandra segera memberi tahu tentang keberadaan Dion pada Luna yang berada tidak jauh dari posisi Dion, Luna melihat ke arah Dion berada dan membelalakkan matanya saat melihat sesuatu yang seharusnya tidak di lihatnya.
Begitu juga dengan Kiandra yang melihat seharusnya tidak di lihat olehnya melalui CCTV itu, mereka pun bersikap biasa dan tidak mempermasalahkan ketertarikan Dion. Sarah mengetahui tentang Dion dari Kiandra yang tidak sengaja keceplosan bicara, mereka tidak mempermasalahkan hal itu dan menerima Dion apa adanya.
Alex memilih tidak menanggapi dan mengabaikan perkataan Sarah dan Kiandra,
“maaf permisi?!” ujar Alex akan melangkah pergi menuju ruangan Luna dan Leon. Kiandra yang menyadari tujuan arah Alex pergi segera menghentikannya.
“eh... sebentar, tuan mau kemana?” tanya Kiandra memegang pergelangan tangan Alex yang langsung menatap dingin ke arah pergelangan tangannya.
“maaf... tapi saya mau menemui tuan Ia Leon sekarang?!” ujar Alex menepis pelan tangan Kiandra. Gadis itu pantang menyerah segera memegangi kembali pergelangan tangan Alex.
“jangan?!!” cegah Kiandra, kening Alex berkerut melihat gadis itu terus menahannya untuk tidak menemui Leon.
“kenapa?” tanya Alex menatap intens pada Kiandra, Sarah dan Dion juga melihat ke arah Kiandra dengan kekepoan mereka.
“ sekarang tuan muda Leon sedang berbicara dengan Luna, apa anda mau di pecat karena sudah mengganggu mereka?” ujar Kiandra dengan pandangan mata memberi isyarat yang di mengerti Alex .
Benar kata gadis ini, jika aku mengganggu tuan muda saat ini yang ada aku akan segera di kirim ke pedalaman AZ atau kutub antartika oleh si demon king. Lebih baik cari aman sekarang gumam Alex berpikir sejenak sambil menatap jalan menuju ruangan di mana Leon dan Luna saat ini.
“terima kasih peringatan nona, kalau begitu saya undur diri dulu” ujar Alex hendak melangkah menuju keluar gedung. Dion sejenak menatapi Alex yang akan melangkah pergi dan hal itu diketahui oleh Sarah juga Kiandra, para kedua gadis tampak berbisik-bisik sejenak lalu memanggil Alex.
“tuan,” panggil Kiandra membuat Alex melihat ke arahnya. Dia pun mendorong Sarah untuk berbicara pada Alex,
__ADS_1
“lu aja yang ngomong?” ujar Kiandra mendorong Sarah.
“lah kenapa gue, berdua...” ujar Sarah menarik lengan Kiandra. Alex menatap dengan kening berkerut pada kedua gadis itu yang saling dorong mendorong, Dion malah menepuk keningnya dengan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya.
“ada apa nona?” tanya Alex menatap dingin ke arah Sarah dan Kiandra.
“Itu.. begini... Jika setuju kami ingin nongkrong bareng di cafe langganan kami” ujar Sarah gugup.
“hah....” Alex dan Dion melongo mendengar apa yang di katakan Sarah. Kiandra menepuk keningnya saat mendengar ucapan Sarah,
“maksud teman saya Tuan, dari pada Tuan menunggu lama sendirian di sini. Lebih baik gabung ama kita duduk di cafe sekitar sini, aku yakin pembicaraan mereka tidak sebentar...” ujar Kiandra melihat ke arah jalanan menuju ruangan Luna dan Leon, Alex berpikir sejenak lalu menatapi satu persatu ke arah mereka. Setelah berpikir cukup lama Alex menyetujui ajakan Kiandra dan Sarah, mereka berempat pun melangkah menuju cafe yang di katakan Kiandra.
****
Luna menatap tajam ke arah Leon yang mulai menghampirinya, mereka saling menatap satu sama lain. Kedua tangan Leon berada di sisi kanan dan kiri mengungkung Luna yang masih duduk di tepian meja,
“aku merasa sangat tersanjung dengan pujianmu dan ungkapan rasa sayang mu padaku”
“pendengaran ku sama sekali tidak bermasalah, namun sepertinya ingatanmu yang bermasalah” ujar Leon tersenyum, membuat Luna menatap tajam ke arahnya.
“lu..” ucapan Luna terhenti saat Leon mendekat wajahnya tepat ke arah wajah gadis cantik itu.
“sepertinya aku harus memberi punishment pada mu” ujar Leon membuat kening Luna berkerut.
“menghukum gue? Emang siapa lu berhak menghukum gue” Luna kesal tingkat maksimum.
“kam memang pantas untuk di hukum saat ini” Leon menatap tajam ke arah Luna.
“apa salah gue seenaknya lu hukum gue? Yang ada lu yang musti gue kirim ke dunia sana” Luna menyimpan ponselnya ke dalam tas ransel.
__ADS_1
“kesalahanmu yang pertama kamu lupa jika kamu sudah menjadi milikku, kesalahan kedua kamu bersikap manis di depan pria lain tepat di hadapanku dan kesalahanmu yang ketiga (menatap dari mata biru itu lalu turun ke bibir mungil yang di poles lipbam) membuatku terus cemburu pada teman-temanmu yang bisa bertemu setiap saat dengan mu” ujar Leon dengan sebelah tangan membelai lembut wajah Luna.
Badhum.... badhum... badhum...
Jantung Luna berdegup kencang saat Leon berada di dekatnya, namun dia berusaha menutupinya dengan bersikap tenang, ketus dan menatap tajam Leon.
“males banget gue ngomong ama orang narsis kayak lu, lebih bagus lu minggir sekarang ato gue bakalan ‘ngajarin’ lu” ujar Luna menepis tangan Leon dengan penekanan kata.
“sayangku sepertinya kamu benar-benar harus di hukum” ujar Leon semakin mendekat ke arah Luna, tapi dengan sigap Luna memberi perlawanan mendorong Leon.
Pria tampan itu mundur beberapa langkah menatap tajam ke arah Luna, gadis cantik itu kini mengambil ancang-ancang bersiap untuk memberi pelajaran.
“kamu yakin akan bisa mengalahkan ku?” Leon membuka jas miliknya dan meletakkan di atas salah satu meja. Sebelah tangan Leon melonggarkan dasi yang di gunakannya dan sebelah tangannya masuk ke dalam saku celananya.
“kita lihat saja siapa yang bakalan kalah” ujar Luna yang langsung menyerang Leon, perkelahian pun di mulai dengan serangan Luna yang di lakukannya bertubi-tubi. Leon dapat dengan mudah menangkis semua serangan Luna, hingga dia berhasil menangkap tangan gadis cantik itu.
Luna menyerang balik dengan menarik tangan Leon dan melakukan jurus bantingan, Luna membanting Leon dengan cukup keras ke lantai di ruangan itu. Senyuman kemenangan tersungging di bibir Luna saat menatap pria tampan itu berada di lantai, Leon melakukan gerakan untuk bangkit dengan cara keren.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...