Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 179


__ADS_3

Area 21+


********************************


Gejolak di hati Luna semakin tidak terkendali, matanya menatap ke arah wajah Matthew yang membalas menatapnya bingung. Gejolak di hati sudah tidak tertahankan lagi, dia langsung berjinjit untuk menyamakan tingginya. Bibir mereka saling bertemu satu sama lain, mata Matthew membulat sempurna saat mendapat serangan tidak terduga dari Luna.


Ke dua tangan kekar Matthew segera menahan dengan memegang pundak dan sedikit mendorong Luna menjauh, kedua tangannya masih memegang pundak Luna yang membalas memegang lengannya. Punggung Luna tersandar ke arah dinding yang ada di belakang mereka,


“Luna... kamu kenapa? Hah... hah.... “ ujar Matthew terengah – engah.


“aaaa... hah.... aku.... hah... hah... aku suuu...dah... ti... dak... bi...sa me... nahannya... la... gi” ujar Luna menarik lengan Matthew untuk kembali mendekat ke arahnya, tubuh mereka sangat dekat tapi Matthew masih menahan dirinya.


Wajah mereka sangat dekat dengan nafas Luna yang tidak berarturan,


“Luna.... Maaf... aku tidak bisa” ujar Matthew berusaha menghindar, dia langsung membalikkan tubuhnya bermaksud untuk pergi. Langkah Matthew kembali terhenti saat Luna memegang tangannya, mata Matthew sejenak terpejam dan kembali terbuka.


“ Luna... Jika aku.... melakukannya... aku takut... aku takut kamu nantinya akan menyesali dan membenciku” ujar Matthew menahan dirinya, dia berdiri mematung saat Luna memeluk tubuhnya dari belakang.


“hah... hah... Mat... thew... a.... ku.... su.. dah... ti... dak.. sang....gup... please...”


Wajah Luna memerah dengan bulir keringat di kening hingga lehernya, pria tampan itu memalingkan wajahnya menatap ke arah Luna. Pemandangan di belakang tubuhnya seketika membuat pertahanan Matthew hancur.


Dia langsung mendorong tubuh Luna kembali ke dinding, bibir mereka saling menyatu satu sama lain dengan menggebu – gebu. Ciuman itu sempat terhenti sejenak, Tangan Matthew dengan tergesa – gesa melepaskan jas yang di kenakan dibantu Luna yang ikut membuka dasi serta kancing kemeja. Jas dan kemeja di lepas lalu di buang begitu saja, handuk yang terlilit di tubuh Luna sudah terlepas sedari tadi.


Tubuh Luna yang seperti bayi baru lahir segera di gendong Matthew yang sudah bertelanjang d’d’ menyisakan celana yang masih tepasang, bibir mereka kembali saling menyatu satu sama lain.

__ADS_1


Matthew membawa dan merebahkan tubuh Luna di atas ranjang, tounge mereka saling menjelajahi satu sama lain. Sejenak pria tampan itu menghentikan ciuman dan bangkit dari rebahannya, nafas Matthew tersengal – sengal menatap pemandangan indah di hadapannya.


Kaki Luna yang jenjang bergerak nackal menelusuri kaki Matthew yang masih mengenakan celana panjang, telapak serta jari kaki mulai bermain di area penangkaran king cobra yang masih sangat tertutup rapat.


Kaki Luna kembali bergerak ke area perut yang seperti roti sobek, matanya menatap sayu ke arah Matthew sambil menggigiti bibir bawah. Tangan kekar itu membuka ikat pinggang dan celana panjang yang tersisa, sistem pengamanan untuk penangkar king cobra juga sudah terbuka.


Kepala serta tubuh king cobra berdiri tegak dengan gagahnya, Matthew kembali merebahkan tubuhnya tepat di atas Luna. Mereka kembali berciuman dengan hot, tidak hanya itu bibir Matthew mulai menjelajahi perbukitan kembar dan mulai menghiasi dengan corak merah.


“mat...thew.... “ kedua tangan Luna memegang wajah Matthew dan menariknya hingga kini mereka saling menatap, tatapan sayu dan menggoda Luna semakin membuat api yang menyala semakin berkobar hebat.


“ hah a... ku.... su hah.... dah.... ti....dak... ta...han...” ujar Luna terbata -bata.


Matthew kembali mencium bibir Luna sambil mengarahkan king cobra memasuki lembah yang sudah di banjiri mata air, king cobra menemukan sebuah gua gelap dan lembap.


“haaah... nnnnghh.... hmmmpp”


Luna memejamkan mata saat king cobra menjelajah dengan sangat bersemangat, pergerakannya di mulai dengan perlahan berangsur cepat. King cobra terus menelusuri lorong gua yang lembap, dia bergerak sangat cepat melesak jauh ke dalam untuk mendeteksi jika ada mangsa yang akan di tangkap.


Thrust... Thrsust....


“ngggh.... Aah.... Aah... Ngggh.... Hah.... Aaah....“


Slap... Slap... Slurp.... Slurp...


Di sekeliling kamar itu terasa hawa panas membuat Luna dan Matthew bercucuran keringat, suara – suara terus menggema dari setiap pergerakan king cobra yang bersemangat menjelajah. Tidak ingin kalah dalam serangan, kedua tangan berjari lentik itu memeluk tubuh erat dengan gigi menggigiti pundak kekar meninggalkan bekas gigitan.

__ADS_1


Sedikit gerakan seperti gerakan gulat merobah posisi Luna, kini perempuan cantik itu berada di atas dengan tatapan tajam yang menggoda menatap ke arah Matthew.


“uuuughh.... haaa.... haaa...”


Mata Matthew terpejam sejenak lalu kembali menatap ke arah Luna dengan tatapan sayu, ke dua tangan mereka saling menggenggam erat dengan pergerakan king cobra yang masuk lebih dalam lagi.


King cobra menegakkan tubuh dan kepalanya di dalam lorong gua yang mengapitnya kuat, tubuh king cobra bergerak maju dan mundur mencari jalan alternatif untuk keluar. Dia merasa sangat sesak dan tidak leluasa bergerak di lorong yang sangat sempit, Matthew bangun dari rebahannya langsung memeluk tubuh Luna.


Bibir Matthew kembali menjelajahi perbukitan yang sudah di penuhi penunjuk jalan, toungenya bermain di puncak perbukitan yang memiliki pemandangan indah.


King cobra bergerak liar saat merasa kekurangan udara, dia terus berusaha untuk mencari jalan keluar agar bisa menghirup udara segar.


“aaaahh.... aaah.... haaaa... Mat... thew.... haaaah”


Luna menceracau saat gelombang dahsyat dalam dirinya menghempas kuat, dia merasakan semburan kuat bisa dari king cobra saat menemukan mangsa yang di cari – cari. Semburan bisa itu memenuhi gua yang mengapit tubuh gagah king cobra,


“uuuugggh.... Lunaaaaa”


Matthew memeluk tubuh Luna yang basah oleh keringat, tubuh mereka di penuhi bulir- bulir air saat baru saja menyelesaikan yoga bersama. Mata Luna menatap sayu ke arah Matthew yang membalasnya menatap penuh cinta, nafas mereka saling memburu satu sama lain. Pundak mereka naik turun saat menghirup udara segar, bibir Luna kembali bersatu dengan bibir Matthew. Ciuman singkat itu memberi kesempatan untuk king cobra keluar dari sempitnya gua, mangsa yang ingin di lahapnya ditinggalkan begitu saja di dalam.


Tubuh king kobra yang gagah di hiasi otot kuat terlihat rileks setelah menyemburkan bisa sangat banyak, bisa itu perlahan keluar memenuhi pintu masuk gua dan mulai menetes.


Perlahan Matthew membaringkan tubuh Luna ke atas ranjang sambil membelai wajah cantik Luna yang membalas menatapnya dengan tatapan sayu, tangan kekarnya meraih tisu untuk membantu membersihkan tumpahan bisa milik king cobra yang berceceran.


Setelah semua beres Matthew ikut merebahkan tubuhnya tepat di samping Luna, tangan kekarnya menyelusup di bawah bantal menjadi penompang untuk kepala Luna yang memeluknya manja. Tubuh mereka yang seperti bayi baru lahir di tutupi selimut tebal, di balik selimut itu kaki Luna mulai bergerak manja sambil kedua tangan terus memeluk tubuh Matthew.

__ADS_1


__ADS_2