Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 71


__ADS_3

Mata tajam Jason langsung melihat ke arah mahasiswa dan mahasiswi yang masih terlihat shock,


“Anda semua mungkin tidak percaya dengan apa yang saya katakan saat ini, tidak apa-apa... Sekarang sebaiknya anda semua segera mencari pengacara yang Handal untuk bisa membela anda semua di pengadilan nanti” ujar Jason membuat suasana di aula kembali riuh.


“Apa?! Apa maksud anda tuan Jason?!” ujar salah satu mahasiswi yang sempat menghujat Luna.


Jason menatap ke arah Luna yang balas menatapnya dengan penuh arti,


“nona Luna” sapa Jason seolah meminta izin pada Luna.


“kamu lakukan apa yang seharusnya di lakukan, aku serahkan segala urusan kepadamu” ujar Luna melepaskan tangan Leon dari pinggangnya yang langsung di hadiahi tatapan tidak senang oleh Leon. Luna segera melangkah menjauhi Leon menghampiri para Kolega yang menyapanya dengan ramah, dia melewati Hana dan Simon begitu saja tanpa sama sekali pun menoleh ke arah mereka.


Mata Hana semakin terbuka lebar saat melihat kolega penting yang menyapa dan menyalami Luna dengan penuh hormat,


Ini nggak mungkin, cewek ja**ng ini ternyata benar-benar CEO perusahaan yang lebih gede dari punya bokap gue... nggak...nggak ini pasti mimpi... gumam Hana dalam hati dengan kening yang mulai di penuh dengan keringat dingin.


Kiandra kini menghampiri Luna dengan sengaja berjalan tepat di samping Hana dan Simon, dia pun dengan sengaja menyenggol keras pundak Hana yang berdiri mematung di tempatnya.


“aaaww....” pekik Hana seakan tersadar dari lamunan, matanya menatap tajam ke arah Kiandra yang tersenyum smirk ke arahnya.


“makanya mak lampir, jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya aja. Lu sombong karena merasa harta kekayaan lo lebih dari Luna, asal lu tahu harta kekayaan yang lu bangga in itu hanya uang receh bagi Luna. Ingat di atas langit masih ada langit” ujar Kiandra melenggang santai mendekati Luna dan para kolega penting itu.


Hana terlihat sangat kesal menatap tajam ke arah punggung Kiandra, Simon merangkul pundak putrinya. Dia membantu mengelus pundak Hana yang masih terasa sakit karena ulah Kiandra, sambil menatap tajam ke arah Kiandra dan Luna yang tengah berdiskusi.


Sarah dan Dion ikut menghampiri Luna juga Kiandra yang terlihat berbicara serius dengan para kolega, Sarah juga ikut melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Kiandra. Mata Simon menatap tajam ke arah Sarah yang dengan sengaja menyenggol keras bahu putrinya.


“aaawww.... sakit pe**k,” ujar Hana dengan kasar pada Sarah yang di anggap angin lalu.


“ eh Dion, lu dengar tikus ke jepit kagak?” tanya Sarah yang berlalu pergi begitu saja.


"mana ada tikus di sini Sar, yang ada malahan suara mak lampir yang menakutkan. cepetan kita pergi sebelum mak lampir ama bokapnya ngamuk” sindir Dion mengikuti para gadis itu.

__ADS_1


Leon tersenyum smirk melihat Luna yang tengah serius berbicara, Alex yang berdiri di sampingnya ikut menatap ke arah gadis itu.


“begitulah singa betinaku, penuh dengan kejutan. Menyerang secara diam-diam dan menjatuhkan lawan dengan sekali serangan telak” ujar Leon dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya.


“nona Luna memang perempuan luar biasa tuan muda, dia bahkan dengan mudah bisa mengendalikan dan membuat demon king bertekuk lutut di hadapannya” puji Alex memandang ke arah gadis cantik itu.


Aura dingin dan mencekam terasa sangat kental menyelimuti tubuh Leon saat mendengar komentar Alex, aura itu dapat di rasakan oleh Alex yang tersadar sudah membangunkan iblis Leon.


“sepertinya perusahaan di negara Afrika membutuhkan sosok pemimpin yang berkompe...” belum selesai Leon berbicara dengan secepat kilat Alex mengeluarkan kartu trufnya.


“tuan muda Leon saya baru saja mendapat informasi jika perusahaan nona Luna sedang mencari mitra kerja sama untuk proyek di daerah HK,” ujar Alex tersenyum ramah pada Leon.


“ apa kamu sudah membuat dokumen proposal yang mendukung?”


“secepatnya saya akan membuatnya tuan muda, setelah dokumennya selesai saya sendiri yang akan...” ucapan Alex terhenti saat mendapat tatapan tajam dari Leon, dia pun segera meralat ucapannya.


" maksud saya, anda saja yang menyerahkan dokumennya...” ujar Alex menatap ke arah Leon yang tersenyum hangat sehangat matahari di musim semi, di dalam benak pria tampan itu muncul beberapa ide nackal untuk gadis cantik itu.


Luna cs dan para kolega sudah sedari tadi keluar dari ruang aula menuju salah satu ruangan yang di sengaja pinjam oleh Luna pada Rektor Universitas. Sebelum keluar dari aula, rektor menghampiri Luna untuk meminta maaf atas apa yang terjadi dan berjanji akan menindak para pembully juga penghujat.


Luna menerima per minta maaf dari rektor dan beberapa dosen, dia pun meminta izin untuk menggunakan salah satu ruangan yang akan di gunakannya untuk pertemuan penting. Rektor pun dengan senang hati mempersilahkan Luna untuk memakai ruangan itu, Luna cs dan kolega penting pergi meninggalkan aula.


Jason berdiri di depan semua mahasiswa menunggu penjelasan tentang apa yang baru saja di bicarakannya. Beberapa langkah di belakang Jason, Leon tengah berdiskusi dengan Alex dan rektor universitas.


Simon dan Hana masih terdiam tidak tahu harus mengatakan apa pun, mereka kini benar-benar berada dalam masalah yang sulit. Tujuan Simon yang ingin bekerja sama dengan Nandra corp. harus di lupakannya.


Jason dengan tersenyum ramah kembali berbicara menjelaskan tentang maksud ucapannya,


“seperti sudah saya katakan sebelumnya, sebaiknya anda semuanya segera mencari pengacara handal karena dalam waktu dekat perusahaan kami akan melayangkan gugatan atas fitnahan dan pencemaran nama baik atas nona kami” ujar Jason dengan tersenyum ramah.


Seperti mendengar petir di siang bolong, mereka semua terkejut dengan penjelasan yang di utarakan Jason. Beberapa mahasiswi yang sempat menghujat dan menghina Luna tumbang satu persatu tidak sadarkan diri,

__ADS_1


“anda tidak bisa menuntut kami begitu saja tuan Jason” protes salah seorang penghujat yang tidak terima.


“iya, sudah jelas jika cewek pe... maksud kami nona Luna seorang pelakor dan bermoral tidak baik. Dia sudah merebut tunangannya nona Hana” ujar mahasiswi lainnya. Jason lalu menatap ke arah Leon yang ternyata mendengar apa yang di bicarakan oleh mahasiswi itu.


“Alex, urusan di sini kamu yang urus” ujar Leon dengan wajah yang tidak terlihat senang. Dia lalu melangkah keluar dari aula menuju ruangan kerja rektor yang langsung mengantarnya dengan para dosen, para body guard menjalankan tugasnya mengawal Leon dengan ketat.


Alex sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Leon yang melangkah pergi, melewati Simon dan Hana begitu saja.


“Leon.... Leeon...” panggil Hana pada Leon yang sama sekali tidak di tanggapi olehnya.


Kembali terdengar nada protes dari mahasiswa yang tidak terima dengan ucapan Jason,


“kami akui kami sudah bersalah menghujat nona Luna tanpa tahu kebenarannya, tapi fakta tentang nona Luna seorang pelakor itu memang benar” ujar mahasiswi yang mencari pembenaran atas sikapnya.


“maaf jika saya memotong, tapi fakta yang sebenarnya hubungan nona Hana dengan tuan muda memang sudah berakhir dan juga sudah di publikasikan. Alasan dari semua itu bukan karena Nona Luna, tapi itu semua murni kesalahan nona Hana sendiri” jelas Alex.


“alaaah..... Jangan lempar batu sembunyi tangan dong. Udah jelas salah masih bisa menyalahkan orang lain” ujar mahasiswa lainnya yang penggemar garis keras Hana. Wajah Hana terlihat panik saat mendengar ucapan dari mahasiswa itu, dia merasa tidak senang dengan dukungan mereka yang mengantarkan gadis itu ke pinggir jurang kejatuhannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2