Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 95


__ADS_3

Luna tahu jika Leon sangat ingin berbicara dan bertemu dengan Baron kakek Luna, karena kesibukan Luna juga Leon kesempatan itu terus tertunda. Saat mendengar Kiandra menerima telepon dari kakek Luna, Leon tampak sangat antusias dan ingin berbicara dengan Baron. Luna sengaja menjauh dari Leon, agar Leon tidak mengganggunya berbicara dengan Baron.


“halo ojisan...“ tanya Luna melihat ke arah Leon yang menatap balik ke arahnya dengan kening berkerut.


Ojisan?!!kesempatan ku untuk bisa berbicara dengan beliau Gumam Leon dalam hati menatap ke arah Luna.


“sudah sedari tadi Aku menghubungi mu, tapi sama sekali tidak kamu angkat” ujar Baron duduk bersandar di kursi ruang kerja Luna. Saat ini dia tengah berada di perusahaan Nandra corp. bersama Jason dan Alberto yang tengah berdiri di samping meja kerja Luna.


“maaf ojisan (melihat ke arah Leon lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain) ponselku dalam mode senyap jadi tidak mendengar panggilan dari ojisan” ujar Luna yang melangkah lagi sedikit lebih menjauh dari Leon. Sikap Luna membuat Leon semakin penasaran, dia lalu melangkah mendekati gadis cantik itu.


“ada apa Ojisan?” tanya Luna melihat ke arah Leon yang menghampirinya, dia segera mengalihkan pandangannya. Leon begitu penasaran mencoba mendekat ke arah Luna,


“ jangan lupa untuk acara 4 hari lagi. sibuk dengan pekerjaan dan kuliah bisa membuat mu lupa, jadi ojisan akan terus mengingatkan kamu” ujar Baron mengingatkan Luna yang tersenyum manis. Leon hendak ingin berbicara dengan Baron tapi tidak bisa karena tangan Luna menahannya untuk mendekati,


“tentu Ojisan, aku sudah meminta Jason untuk terus mengingatkan ku. Hmmmm Ojisan.... untuk acara empat hari lagi itu, aku pikir....” ujar Luna menggantung sambil menatap ke arah Leon.


Luna tersenyum nakal membuat Kiandra yang sudah tahu dengan sifat jahil sahabatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Teringat oleh Kiandra beberapa hari sebelumnya Baron kakek Luna menghubungi Luna untuk mengingatkan acara penting bagi mereka. Dia sempat mendengar pembicaraan Luna dengan Baron, saat itu Luna tengah sedang berlatih ilmu bela diri.


“ojisan.... huh... huh... ada apa?” ujar Luna sambil terengah-engah setelah melakukan pemanasan.


“Lima hari lagi kamu kembali ke mansion utama” ujar Baron tengah duduk bersimpuh di tatami sambil menikmati teh buatan Alberto. Tepat di sampingnya sebuah pigura dengan foto yang terlihat sudah lama.


Luna sejenak berdiri temenung, matanya menatap ke arah ponsel pintar miliknya dan memperhatikan tanggal di layar.


Sebuah handuk terlampir di pundaknya yang mengilat basah oleh keringat, sebelah tangan Luna mengelap keringat yang menetes. Luna merasa sedikit aneh dengan keadaan perut bagian bawahnya yang terasa berat, dia juga merasa cepat lelah akhir-akhir ini. Hal itu tidak di ambil pusing oleh Luna, dia berpikir jika apa yang terjadi pada tubuhnya adalah efek samping dari kegiatan kampus dan pekerjaannya.


Kiandra membuka pintu tempat di mana Luna sedang latihan, dia masuk dan segera menghampiri Luna yang duduk bersandar di dinding ruangan itu. Tangan Luna memegang ponsel yang masih terhubung dengan Baron, Kiandra mengode ke arah Luna bertanya gerangan dengan siapa dia berbicara.

__ADS_1


“ojisan...” bisik Luna memberi tahu Kiandra yang langsung ber’o’ ria tanpa mengeluarkan suara.


Baron tersenyum hangat saat Luna memanggilnya, dia tahu jika Luna tengah berbicara dengan Kiandra sahabat Luna.


“kamu juga bisa mengajak Kiandra” ujar Baron sambil meminum tehnya kembali.


“baiklah Ojisan, aku akan datang” ujar Luna sambil mengakhiri pembicaraannya.


“LUNA...” ujar Leon dengan menatap tajam ke arah gadis cantik itu yang masih terus menghalanginya untuk berbicara dengan Baron, panggilan Leon pada Luna menyadarkan Kiandra dari lamunannya sesaat.


Leon berusaha untuk merebut ponsel yang ada di tangan Luna, dia sangat ingin berbicara dengan Baron untuk mengungkapkan keingingnan.


“Luna..... kemarikan ” panggil Leon dengan tatapan penuh arti, sebelah tangannya menadah meminta ponsel ke arah Luna yang masih tidak mengizinkannya berbicara dengan Baron .


Baron menunggu Luna untuk berbicara, tidak sengaja dia mendengar suara bass seorang pria yang memanggil nama cucu kesayangannya.


“hmm.... Awalnya aku ingin mengenalkannya pada ojisan, tapi sepertinya....” ucapan Luna menggantung saat Leon segera meraih pinggang Luna dan menariknya dalam pelukan.


Kiandra yang berdiri di samping mereka berdua tersenyum senang melihat perilaku manis Leon pada sahabatnya Luna, di sisi lain Hugo, Adam dan Kaila semakin takjub dengan peristiwa langka yang tidak pernah mereka lihat.


“baru kali ini aku melihat demon king bersikap seperti itu” ujar Hugo sambil bergidik ngeri, Adam dan Kaila melihat ke arah Hugo dengan tatapan aneh lalu kemudian mereka melihat ke arah pasangan yang berjarak tidak beberapa langkah dari mereka.


Luna yang di tarik ke dalam pelukan Leon tidak sengaja menekan tombol merah yang membuat sambungan telepon itu terputus, sebelah tangan Leon segera merebut ponsel milik Kiandra yang berada di genggaman Luna.


Mata Leon menatap layar ponsel yang kini sudah memperlihatkan wallpaper bergambar anime kesukaan Kiandra, wajahnya semakin terlihat kesal.


“oopppss... sepertinya ojisan sudah memutuskan sambungannya” Ujar Luna dengan tatapan nackal membuat kekesalan Leon semakin memuncak. Matanya sedikit memicing penuh amarah, ponsel milik Kiandra berpindah tangan ke Luna.

__ADS_1


Belum juga Luna bersiap dengan kemungkinan yang ada, Leon segera bertindak dengan mendekatkan wajahnya tepat ke arah leher putih Luna. Dia lalu melakukan sesuatu yang membuat Luna sedikit meringis kesakitan, mata Kiandra dan Kaila membesar saat melihat apa yang di lakukan Leon. Adam segera bertindak menutup mata Kaila dengan sebelah tangannya, Kiandra memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil tersenyum dengan ke ‘Uwuan’ sahabat dan kekasihnya.


“auch... Leooon” bisik Luna dengan sebelah tangannya yang menganggur berusaha untuk mendorong tubuh Leon untuk menjauh, namun dengan cepat tangan itu di pegang oleh Leon. Wajah tampannya terangkat dan berada di posisi tepat di samping telinga Luna.


“this is punishment for you, for being so naughty” bisik Leon sambil tersenyum smirk sambil mengecup lembut pipi perempuan yang masih di peluknya.


Luna melihat ke arah Leon dengan wajah cemberut, sebuah kiss mark tercetak jelas di sana memberi tahu pada setiap pria yang masih berusaha mencuri pandang pada gadis cantik itu. Sebuah tanda yang menegaskan jika gadis yang berada dalam pelukan Leon adalah miliknya, bahkan Leon tidak memberikan kesempatan pada siapa pun untuk merebut Luna.


“woiii Lun... kalo mau mesraan lihat sikon para jomblo dong?! Apa lagi aku yang masih kecil ini” ujar Kiandra membuat Leon dan Luna tersadar akan keberadaannya.


“ya namanya juga lagi fall in love... kita yang jomblo mana di anggap” ujar Hugo yang berdiri di samping Kiandra. Adam dan Kaila juga ikut bergabung sambil tersenyum menatap sikap ke ‘uwuan’ Leon.


Adam dan Hugo menghela nafas panjang saat melihat sikap Leon yang seperti sengaja memperlihatkan kemesraan pada para jomblo, Kaila dan Kiandra hanya tersenyum melihat sikap kekanakan para pria itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2