
Luna mengalihkan pandangannya dengan tatapan malas ke arah lain, dia sama sekali tidak bisa marah pada sahabatnya. Senyuman manis tersungging di bibirnya yang di poles lipbam menambah aura kecantikan hakiki Luna, saat Kiandra kembali berpose imut dengan kedua tangan terkepal berada tepat di samping pipinya. Kiandra menggoda Luna dengan berpose layaknya kucing imut yang tentu saja membuat sahabatnya tersenyum sambil mencubit lembut kedua pipi.
***
Jason baru menyelesaikan pekerjaannya merapikan kamar Luna, kamar yang semula tampak seperti kapal pecah kini tertata rapi, bersih dan wangi. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya yang lain, kedua tangannya memegang sekeranjang pakaian kotor milik kedua nona di rumah itu menuruni anak tangga.
Teeettt... teeettt...
Tiba-tiba terdengar bunyi bel pintu menghentikan langkah Jason yang hendak melangkah menuju ruang cuci, matanya menatap ke arah pintu. Dia lalu melangkah menuju pintu masuk, Jason melihat pada layar kecil yang berada di dinding samping pintu.
Seorang pria tua tengah membelakangi monitor memperhatikan ke sekeliling rumah, tangannya memegang sebuah tongkat membantunya untuk berjalan. Di samping pria tua itu berdiri pria tua yang berumur tidak jauh dari pria yang membelakangi monitor, bersetelan rapi ciri khas dari seorang kepala pelayan.
Baron sama dan kepala pelayan Alberto?! Tidak biasanya beliau datang kemari Gumam Jason dalam hati, dia pun bergegas membukakan pintu.
“selamat Siang Baron sama.... Maafkan ke tidak kesopanan saya membiarkan anda berlama di depan pintu” sapa Jason dengan sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada pria tua itu.
Pria tua yang di sapa Jason dengan nama Baron membalikkan tubuhnya menatap ke arah Jason, mata tuanya terlihat tajam, wajahnya dingin dan terlihat kaku. Baron Freya Alexanders (58tahun) seorang pria keturunan campuran, veteran pengusaha ternama yang sebelumnya merajai dunia bisnis. Sepak terjangnya yang tidak main-main berhasil membuat keluarganya menduduki orang paling terkaya sebelum keluarga Willson. Semenjak dia kehilangan putra dan menantunya yakni orang tua Luna, dia menarik diri dari dunia bisnis yang membesarkan namanya dan memfokuskan diri pada Luna cucunya.
Baron melangkah masuk dan duduk di sofa yang tersedia, pria di samping Baron yakni Alberto menatap ke arah keranjang yang di penuhi dengan pakaian kotor masih di pegangi Jason. Alberto adalah kepala pelayan serta tangan kanan Baron, dia sudah lama mengikuti keluarga Alexander.
Mata Jason ikut melihat ke arah ke mana Alberto melihat, dia tersadar jika sedari tadi masih memegangi keranjang pakaian kotor.
“Maaf kepala pelayan Alberto” ujar Jason yang segera melangkah cepat menuju ruang cuci dan meletakkan keranjang kotor itu di sana.
Jason singgah ke dapur untuk membuatkan minuman teh biru hangat kesukaan Baron, sambil menunggu air panas siap dia mengeluarkan ponsel miliknya. Jari-jemari bergerak cepat di layar datar ponsel, setelahnya mengirim pesan itu pada Luna memberitahu jika kakeknya berada di rumah saat ini.
Pesan itu terkirim namun belum terbaca, ponsel kembali tersimpan di balik jas pelayan miliknya. Setelah semua beres Jason mengangkat baki yang berisi teh hangat melangkah kembali menuju ruang tengah di mana Baron duduk tengah memperhatikan sekeliling rumah milik cucunya.
“silakan Baron sama...” ujar Jason menghidangkan teh hangat di atas meja. Mata tajam Baron menatap ke arah Jason sejenak, lalu tangannya meraih teh di atas meja.
__ADS_1
“di mana Luna? Kenapa rumah sangat sepi?” tanya Baron sambil menyeruput teh di tangannya.
“menjawab Baron sama, nona Luna sedang kuliah. Kemungkinan akan kembali sore nanti” jelas Jason berdiri tepat di samping Alberto.
“Sore?” Baron menatap ke arah Jason.
“benar Baron sama, nona Luna mengatakan beliau akan ke suatu tempat terlebih dahulu untuk menyelesaikan urusan” jelas Jason kembali. Baron mengerti dan menganggukkan kepalanya, mata tuanya melihat ke arah taman belakang.
“Apa Ratu sudah makan?” tanya Baron berdiri dari tempat duduknya, melangkah menuju pintu yang menghubung ke taman belakang.
“Sudah Baron sama” ujar Jason menatap heran ke arah Baron, dia mengikuti Baro dan Alberto yang mendekati kandang Ratu.
Baron memperhatikan ke sekeliling kandang mencari keberadaan Ratu, dia melihat Jaguar Hitam besar yang tengah bersantai di atas dahan pohon. Hidung Ratu mencium aroma yang tidak di sukainya, mata hijaunya terbuka menatap ke arah Baron yang menyeringai senang.
“Ratuuuu.... Alberto lihatlah gadis itu... semakin kuat dan terlihat ganas” ujar Baron penuh kebanggaan menatap Ratu yang tengah menatap dan mengendus ke arahnya.
Ratu menguap sejenak menatap ke arah pria tua itu, dia berdiri lalu berputar di atas dahan pohon besar itu. Dia lalu membalikkan tubuh seraya menyembunyikan wajahnya, Baron termenung saat melihat tingkah laku Ratu yang sama sekali tidak mengacuhkannya.
Alberto berjalan menuju pintu kandang dan membukanya, tidak lupa dia mengambil rantai dan kalung pengikat untuk Ratu. Jason menatap heran dengan apa yang akan di lakukan Baron, dia menatap ke arah pria tua itu dengan penuh tanda tanya.
“ jangan khawatir, aku hanya meminjam Ratu sementara untuk mengamankan kediaman utama. Akhir-akhir ini ada tikus yang mencoba masuk sempat melukai si tiger” ujar Baron melihat ke arah ratu yang tengah di coba tarik oleh Alberto. Jason terkejut mendengar penjelasan dari Baron dia menatap khawatir pada pria tua yang menatap ke arah Ratu yang tampak malas-malasan.
“apa?! Apakah anda...?” ucapan Jason terhenti saat Baron tersenyum ramah padanya.
“seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja, tapi tiger sedikit terluka dan sedang dalam masa pemulihan. Oleh karena itu aku membawa Ratu untuk menjadi pengawal keamanan menggantikan tiger” ujar Baron teringat dengan Harimau bengal miliknya.
“Baiklah Baron sama, saya akan menyampaikannya pada nona” ujar Jason menatap Ratu yang berjalan di giring oleh Alberto menuju mobil jeep gladiator yang terparkir di pekarangan rumah.
Baron di temani Jason melangkah mengikuti Alberto dan Ratu yang berjalan lebih dulu. Jason menatap jaguar hitam besar itu, wajah Rau terlihat bete maksimum saat di paksa naik ke dalam jeep.
__ADS_1
“apa dia masih melakukannya?” tanya Baron menatap ratu yang masuk ke dalam kandang khusus tepat di atas mobil jeep itu.
“ masih baron sama, tapi sekarang nona sudah sangat selektif” Jason melaporkan kegiatan Luna dan pekerjaan lainnya.
“bagaimana dengan perusahaan? apa ada kendala?”
“perusahaan aman terkendali Baron sama, nona muda dan noa Kiandra berhasil mendapatkan tender besar yang tengah di perebutkan oleh beberapa perusahaan ternama. Di antaranya perusahaan Alden W corp. “ jelas Jason panjang lebar. Baron langsung menatap ke arah Jason saat mendengar nama perusahaan Alden W corp.
“Alden W corp.? Setahu ku perusahaan ini di pimpin oleh generasi ketiga keluarga Willson dan dari informasi yang ku dengar jika pemuda ini sangat berambisi dan bertangan dingin”
“ benar Baron sama” Jason pun menceritakan secara terperinci tentang Leon yang di kenalnya saat bertemu di acara pesta pengusaha beberapa waktu yang lalu.
Aku semakin penasaran dengan pemuda ini, dari cerita dan informasi tentang sepak terjangnya dia sangat cocok dengan Luna, tapi sangat di sayang kan jika dia sudah bertunangan. Alangkah bagusnya jika dia.... gumam Baron terhenti saat Alberto menghampirinya.
“Baron sama, semua sudah beres” ujar Alberto, bajunya terlihat sangat berantakan dengan beberapa bagian yang tercabik. Ratu mendesis keras sangat tidak senang berada di dalam kerangkeng, tapi Baron terpaksa harus memasukkannya karena Ratu bisa menyerang orang yang tidak di sukainya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all