
“kak Leooon, tolongin Kaila kaak, Kaila takuuut” panggil Kaila ketakutan, Luna duduk di samping kap mobil berpangku tangan sambil memperhatikan mereka. Mata elang Leon menatap tajam ke arah para penjahat itu, dia akan melangkah mendekat ke arah penjahat itu. Namun langkahnya terhenti saat bos penjahat itu mengarahkan senjata ke arah Kaila,
“hah... hah.... lu ... maju selangkah lagi... ucap...kan selamat... tinggal.... ama... hah... hah... adik.. kesayangan... hah.. lu...” ujar bos penjahat yang terlihat kepayahan.
Langkah Leon terhenti begitu juga dengan Adam dan Hugo, mereka sama sekali tidak bisa mengambil tindakan dengan mempertaruhkan nyawa Kaila. Tatapan Leon semakin tajam dan menusuk ke arah penjahat yang terlihat senang merasa berhasil membuat Leon tidak berkutik, namun tiba-tiba....
Terdengar ringtone pemberitahuan panggilan masuk, semua orang saling berpandangan satu sama lain menebak-nebak siapakah pemilik ponsel yang berdering. Deringan ponsel itu terus berbunyi menanti untuk di angkat segera, Hugo dan Adam saling berpandangan satu sama lain saling melempar kode.
Mereka berdua tahu jika ponsel yang sedari tadi berbunyi adalah milik Leon, Hugo membesarkan matanya ke arah Adam seolah menyuruhnya untuk meminta Leon mengangkat ponsel miliknya.
woi nyet... kasih tahu tu ama temen lu buat angkat ponselnya gumam Hugo dalam hati seolah bertelepati dengan Adam.
Kagak mau gua nyet, elu aje.... Gua masih pengen hidup gumam Adam bertelepati pada Hugo dengan membalas membuka lebar matanya.
Kiandra masih berada di dalam mobil merasa sangat bosan, dia menatap Luna tampak memeriksa pistol G2 elite serta mengganti pelurunya yang sudah hampir habis. Sesekali mata Luna menatap ke arah bos penjahat yang menahan Kaila juga Leon dan Sahabat-
sahabatnya yang sama sekali tidak bisa mengambil tindakan apa pun, keningnya tampak mengerut saat mendengar deringan ponsel Leon yang belum di angkat.
Pintu mobil mewah itu terbuka dengan Kiandra keluar dari dalam mobil itu segera menghampiri Luna yang melihat ke arahnya,
“uuuh... cayang aku... gi mana udah selesai main-mainnya?” tanya Kiandra memeluk tubuh Luna dari samping. Ujaran Kiandra membuat Hugo, Adam dan lainnya menatap heran ke arah para gadis cantik yang duduk di samping kap mobil mewah itu.
Ajim ni cewek-cewek, di sangka kita lagi main gundu apa? Gampang amat bilang lagi main-main, udah jelas-jelas ni nyawa di ujung tanduk.... gumam Hugo dalam hati mengomel layaknya emak-emak, tidak di pungkiri oleh Adam dan Hugo ada perasaan takjub melihat kehebatan dan badass nya Luna.
Kiandra hendak bertanya saat menatap raut wajah Luna yang terlihat kebosanan, belum pertanyaan itu di lontarkannya Luna sudah mengode dengan anggukan kepala merujuk ke arah bos penjahat yang menahan Kaila.
__ADS_1
Luna bisa saja melumpuhkan bos penjahat itu, namun dia memberi kesempatan pada Leon sekaligus ingin melihat tindakan apa yang akan di ambil oleh pria tampan itu. Kedua gadis cantik itu kembali menatap ke arah mereka merasa heran dan penasaran dengan deringan ponsel yang entah milik siapa.
Deringan ponsel kembali terdengar setelah sebelumnya sempat terhenti membuat Hugo dan Adam menghela nafas, merasa terganggu Leon segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel yang masih berdering.
Sekilas Leon melihat ke layar ponsel tertulis nama mommy di layarnya, dia segera menggeser icon hijau di layar ponsel dengan mata terus menatap tajam ke arah para penjahat.
“Leon... mommy tadi baru dapat kabar kalo Kaila di bawa orang...” belum selesai Anita bertanya, Leon langsung memotong ucapan ibunya.
“my... nanti saja aku jelaskan, secepatnya aku akan membawa Kaila pulang” ujar Leon segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
“Tapi Leon... Leon... Halo... Halo...” Anita menatap layar ponselnya yang sudah berubah menjadi wallpaper foto keluarga Willson. Perasaannya tidak tenang dan was-was khawatir dengan keadaan putri semata wayangnya, begitu juga dengan Raymond yang terlihat sedang berbicara dengan komandan kepolisian untuk meminta bantuan.
Anita berjalan mondar mandir sambil melihat layar ponselnya, berkali-kali dia mencoba menghubungi Leon namun tetap tidak tersambung.
***
Satu persatu para penjahat itu berjatuhan dan mengerang kesakitan, Luna hanya mengangguk-anggukkan kepalanya melihat kehebatan Leon.
“not bad” ujar Luna menatap penjahat yang terlihat kesakitan, bos penjahat itu merasa terdesak dan sadar jika dirinya tidak akan selamat. Dengan kekuatan yang tersisa dia turun dari mobil mengarahkan senjata M16 ke arah tubuh Kaila, dia mendorong tubuh dan menjadikan Kaila sebagai tameng hidup agar Leon juga lainnya tidak bisa mengambil tindakan.
“kak Leon... kaak...” panggil Kaila dengan todongan senjata di belakang punggungnya.
“baby... You miss one!!!” ujar Luna membuat Leon menatap ke arah Kaila yang kini di sandera oleh bos penjahat, pemilik mata biru cantik seperti lautan dalam itu mengode ke arah ketiga pria tampan yang sempat menatap ke arahnya. Walaupun terluka parah dia terus menodongkan senjatanya,
“Minggir lu semua... Ato... Hah... Hah... Adik... Lu .... Bakalan ... Ma**... Kasihin kunci mobil.... lu.... kalau... mau... adik.... lu ....hah... hah... hah... selamat” ujar Bos penjahat itu, tidak ingin mengambil risiko keselamatan adiknya Leon meminta Adam dan Hugo untuk memberi jalan pada bos penjahat itu. Leon memperlihatkan kunci mobil miliknya di tangan kanan, melihat hal itu Bos penjahat itu melangkah mendekat ke arah Leon dengan Kaila berada tepat di depannya.
__ADS_1
“Ambil kuncinya... Cepaat...” bentak bos penjahat itu pada Kaila dengan tetap waspada. Kaila dengan patuh mengambil kunci di tangan kakaknya, namun secara tiba-tiba...
Bang.....
Terdengar tembakan dari arah samping mobil yang ternyata berasal dari Luna, pistol canggih miliknya di pegang erat pada tangan kanan yang lurus ke depan mengarah tepat ke arah bos penjahat. Luna terlihat sangat keren dan cool tersenyum manis ke arah Leon yang terlihat terkejut juga khawatir, pria tampan itu sama sekali tidak menyangka jika Luna menembakkan pistolnya ke arah bos penjahat itu.
Leon sangat takjub dengan kehebatan Luna yang sangat akurat, posisi bos penjahat itu sangat tersembunyi. Namun dengan mudah peluru Luna menembus lengan bos penjahat itu hingga senjata M16 itu terjatuh ke aspal, bos penjahat itu jatuh berlutut di belakang Kaila yang terlihat sangat ketakutan.
Kiandra sudah tidak menyangsikan kehebatan Luna dalam menggunakan senjata, Kaila dan lainnya masih berdiam diri di tempat masing-masing mereka dengan perasaan terkejut yang menyelimuti. Jika tembakan Luna meleset sedikit saja bisa mengakibatkan hal yang sangat fatal bagi Leon dan Kaila, pistol canggih Luna kembali tersimpan setelah menyelesaikan tugasnya.
Sementara mereka masih berdiam dalam rasa takjub, beberapa mobil polisi datang menghampiri. Rupanya saat dalam Aksi kejar mengejar dan penembakan itu membuat beberapa pengemudi dari mobil lain merasa khawatir dan mengambil tindakan untuk segera menghubungi pihak berwajib, suara sirene dari mobil polisi menyadarkan mereka dari rasa ketakjuban.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...