
Luna menatap layar ponsel yang sudah menggelap, Kiandra membalikkan tubuh menatap sahabatnya yang terlihat kebingungan.
“ woi ( menjentikkan tangan tepat di depan wajah cantik Luna) malah bengong, kebanyakan cewek udah teleponan ama cowoknya kesenengan plus kegirangan kayak menang jackpot. Nah kamu Lun malah bengong plus sedih gitu, emang si Leon ngomongin apaan?” tanya Kiandra kepo. Luna menatap sahabatnya yang terlihat sangat penasaran,
“ Leon ngajak aku makan malam dengan keluarganya malam nanti, padahal malam ini aku udah berencana akan mengeksekusi ntu target” ujar Luna kecewa.
“ emang makan malam di mana?” Tanya Kiandra yang langsung membuat Luna menatap ke arahnya, dia teringat belum bertanya di restoran mana mereka akan makan malam.
“ Aku belum....” Luna belum selesai berbicara, terdengar nada notifikasi dari ponselnya. Nada itu memberitahu Luna ada pesan baru, dia segera membuka ponselnya dan membaca pesan yang ternyata dari Leon.
Sebuah foto restoran berkelas dan ternama muncul di layar ponselnya, Kiandra penasaran ikut melihat pesan dari Leon.
“kebetulan sekali” ujar Kiandra memperlihatkan beberapa data pesan target yang berhasil di bajak olehnya. Dalam pesan itu Bobby target Luna akan menghadiri pertemuan di restoran yang sama, senyuman manis segera tersungging di wajah cantik Luna.
“Ini namanya, sambil menyelam minum milkshake kesukaan kamu, Lun” ujar Kiandra sambil mengedipkan sebelah matanya pada Luna yang langsung mengancungkan jempol padanya. Luna kembali fokus pada skripsi yang sudah selesai, dia menyimpan data skripsinya dengan baik dalam laptop miliknya.
Kiandra termenung sejenak sambil mengedipkan matanya beberapa kali, dia bergegas menyudahi pekerjaannya lalu menyimpan barang-barang miliknya. Luna menatap heran Kiandra yang terlihat sibuk memasukkan laptop ke dalam tas miliknya,
“Kamu kenapa Kia? Terburu-buru gitu, jadwal kelaskan udah nggak ada lagi!” ujar Luna yang tengah memperhatikan beberapa foto senjata api miliknya, dia tengah memilah senjata apa yang harus di gunakannya.
“baby kesayanganku, sekarang kita musti ke butik buat shopping” ujar Kiandra yang langsung mendapat tatapan tidak mengerti dari Luna.
“shopping? Butik?”
“of course my honey, ntar malam kamu bakalan ketemu ama camer n cadikar. Masak iya kamu pake baju ‘itu’, absolutly no baby” ujar Kiandra teringat dengan outfit baju yang biasa di pakainya dalam melakukan pekerjaan, dia bergegas membantu Luna menyimpan barang-barang miliknya.
Luna terlihat pasrah dan sama sekali tidak bisa menolak maunya Kiandra, dia sangat tahu Sahabatnya itu tidak akan mendengar alasan apa pun dan akan menarik paksa dirinya.
Kiandra terlihat sangat bersemangat menarik tangan Luna yang sudah berdiri dari duduk nyamannya, mereka melangkah beriringan menuju parkir mobil.
“kita nggak nungguin Sarah ama Dion?” tanya Luna yang kini berdiri di samping mobil sport milik Kiandra.
“aku udah kirim pesan buat mereka... Ntar...” Kiandra meraih ponsel yang tersimpan dalam tas miliknya saat mendengar notifikasi pesan masuk dari ponselnya.
__ADS_1
“mereka nggak bisa ikut, Dion katanya ada janji dengan dosen pembimbing dan Sarah....” Luna menatap heran pada Kiandra yang tidak menyelesaikan perkataannya, Kiandra memperlihatkan foto Sarah yang tengah jalan-jalan dengan sugar daddynya.
“ So... Lets get shopping, baby” ujar Kiandra yang sudah duduk di belakang kemudinya, Luna hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah menggunakan seatbelt Kiandra menyalakan mobil sport itu lalu melajukannya menuju butik langganan mereka, tanpa sepengetahuan Luna Kiandra juga memesan tempat spa sekaligus salon ternama untuk mereka berdua.
***
Luna dan Kiandra sampai di butik langganan, setelah memarkirkan mobil mereka berdua masuk ke dalam butik dan langsung di sambut oleh pramuniaga yang mengenal mereka. Setelah mempersilahkan Luna juga Kiandra duduk, pramuniaga itu bergegas menemui pemilik butik memberi tahu kedatangan dua perempuan cantik itu.
Beberapa pengunjung butik tampak heran dan penasaran dengan kehadiran dua perempuan cantik itu, tidak lama pramuniaga itu datang menghampiri bersamaan dengan seorang perempuan yang terlihat berusia empat puluhan berpenampilan modis dan berkelas.
Perempuan itu menghampiri Kiandra dan Luna yang tampak memperhatikan beberapa outfit baju yang terpajang.
“haaai..... Luna.... Kiaa” sapa perempuan itu yang langsung menyapa sambil berpelukan dan cipika cipiki dengan Luna juga Kiandra.
“Hai kak Lia,” sapa Kiandra tersenyum manis pada perempuan yang di panggil Lia.
Para pengunjung butik itu terlihat semakin penasaran dengan berbagai pertanyaan di benak mereka,
“eh belum tentu juga keles, dari penampilannya aja seperti mahasiswi”
“jarang-jarang pemilik butik turun langsung menyambut customernya, pasti dua cewek itu selebriti ato orang penting”
Berbagai komentar baik positif atau negatif terdengar berdengung di antara para pelanggan butik, seperti biasa Luna dan Kiandra menanggapi dengan cuek bebek.
“udah lama nggak mampir ke sini, Ke mana aja sih?” ujar Lia duduk di samping Luna juga Kiandra, mereka duduk di sebuah sofa panjang yang tersedia dalam butik itu.
“biasa kak, sibuk ama tugas kuliah dan kerjaan. Ini baru ada waktu mampir ke sini buat nyari gaun untuk Luna” ujar Kiandra mengeluarkan ponsel dari tas miliknya.
“gaun? Gaun untuk apaan?” tanya Lia penasaran.
“ gaun buat malam nanti, ntar malam si Luna ada acara makan malam bareng Camer ama cadikar” Kiandra tersenyum saat Luna membesarkan mata ke arahnya.
“Camer? Cadikar?” Lia terlihat kebingungan.
__ADS_1
“maksud Kia, Calon mertua ama calon adik ipar Luna, kak” ujar Kiandra membuat Lia menatap ke arah Luna yang mengalihkan pandangannya ke baju-baju yang tergantung di rak baju.
“iiisss kamu ya Lun, udah punya pacar malah nggak cerita” Lia bergerak cepat memegang tangan Luna yang akan melarikan diri, tidak ketinggalan sebuah cubitan sayang melekat di pinggang ramping perempuan cantik itu.
“aduuuh duh duh kak... ampun... sorry kak” ujar Luna yang pura-pura kesakitan.
“ kalo bukan Kiandra yang ngasih tahu, kakak nggak bakalan tahu kamu udah punya cowok. Be te we karena mau ketemu dengan camer, kamu musti tampil se perfect mungkin, dan kakak udah bisa nge bayangi beberapa gaun yang cocok buat kamu. Ayo sini Luna” ajak Lia menarik tangan Luna untuk mencari gaun. Ada rasa sesal dalam hati Luna yang mengikuti kemauan Kiandra, sekarang dia menatap tajam ke arah Kiandra yang tersenyum-senyum melihat Luna menjadi manekin hidup oleh Lia yang mencocokkan beberapa gaun ke tubuh Luna.
Mendadak sebuah ide muncul di benak Kiandra, dia melihat ke arah Luna yang masih sibuk dengan Lia. Tas Luna yang di peganginya segera di buka, Kiandra mengambil ponsel milik Luna membukanya lalu mencari nomor kontak milik Leon.
“bingo” ujar Kiandra penuh maksud, dia segera mencatat nomor ponsel itu dan segera menghubungi melalui ponsel miliknya.
Leon masih di sibukkan dengan beberapa pekerjaannya, saat ini dia tengah rapat dengan beberapa kolega bersama Hugo dan Adam. Mereka semua tampak serius dan suasana dalam rapat itu terasa sangat dingin juga mencekam, Alex tengah berdiri sambil menjelaskan data yang terpampang di papan proyektor.
Ddrrrrt.... Ddrrrrtrt...
Ponsel Leon dalam mode senyap tampak bergetar dia atas meja rapat, semua yang hadir menatap lurus ke arah ponsel Leon. Mata tajam Leon menatap layar ponselnya yang masih bergetar menunggu panggilan itu di jawab,
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1