Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 72


__ADS_3

Alex tersenyum menanggapi ucapan dari mahasiswa itu, dia pun meraih ponsel dalam saku jasnya dan mengetik sesuatu dilayar datarnya. Tidak menunggu lama beberapa bukti tentang Luna segera tersebar di broadcast massage universitas, mata mereka semua terbelalak saat melihat bukti-bukti kesalahan fatal Hana.


Jason yang melihat raut wajah pucat dari masing-masing mahasiswa dan mahasiswi menarik kesimpulan jika mereka sudah tahu kebenarannya. Wajah Hana ikut memucat saat terdengar notifikasi pemberitahuan di ponselnya, dengan tangan gemetaran dia meraih ponselnya yang tersimpan dalam tas miliknya.


Simon memegang tangan Hana yang langsung di tatapi oleh putrinya, kepalanya menggeleng perlahan mengisyaratkan padanya untuk tidak melihat pesan itu.


Dia tahu apa yang baru saja di lakukan Alex, Simon segera memerintahkan body guard yang menjaga Hana membawanya kembali ke kediaman Miller melewati jalan lain yang sepi dari mahasiswa. Itu semua di lakukan Simon untuk melindungi putrinya dari ujaran kebencian, pembullyan dan hujatan dari mahasiswa yang mengetahui fakta sebenarnya. Body guard segera melaksanakan perintah Simon dengan mengambil jalan lain, melewati belakang panggung menuju pintu belakang aula


Breng**k..... lihat saja nanti... Aku akan membalas semua penghinaan dari kalian berdua, pada akhirnya nanti aku dan keluargaku yang akan tertawa dia atas penderitaan kalian gumam Simon bertekad dalam hati untuk membalas dendam.


Abby dan Silvia yang berdiri di depan pintu masuk Aula terlihat senang dengan apa yang menimpa Hana.


“kena batunya si Hana, makanya jangan egois” ujar Abby di samping Silvia sambil tersenyum smirk melihat Hana.


“ demi selamat sendiri sengaja jatuhin kita berdua ke mulut Harimau, kali ini lu harus terima bayaran atas apa yang udah lu perbuat” ujar Silvia menatap remeh Hana yang sudah menghilang dari balik panggung.


***


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, hampir dua jam Luna dan Kiandra mengadakan rapat di salah satu ruangan di universitas itu. Setelah menyelesaikan masalah di aula universitas Jason kini tampak duduk di samping kolega yang tengah mendengarkan penjelasan tentang proyek HK.


Setelah mendapat apa yang mereka inginkan para kolega Luna membubarkan diri meninggalkan Luna dan Kiandra di ruangan itu. Jason di perintahkan Luna untuk kembali ke perusahaan untuk mengurus tikus yang berulah di Nandra corp.


Kiandra menatap Luna yang duduk di tepian meja membelakangi pintu masuk ruangan, dia lalu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri gadis cantik itu. Luna begitu asyik dan fokus pada ponsel di tangannya, jari jemarinya bergerak naik turun di layar datar benda canggih itu.


“cintaku...” panggil Kiandra pada Luna.


“hmmm” Jawab Luna dengan berdehem.

__ADS_1


“benaran itu, apa yang di katakan tuan muda Leon tentang kamu yang bakalan jadi nyonya muda Willson?!” tanya Kiandra penasaran tingkat dewa. Kilatan kemarahan dan perasaan tidak senang tampak jelas dari raut wajah Luna, dia menatap tajam ke arah Kiandra yang langsung mengisyaratkan menutup mulutnya.


“plis deh Kia, bisa nggak kamu bahas yang lain. Mood ku jadi rusak setiap ke ingat ama cowok itu”


“cieee..... yang udah mulai kangen” goda Kiandra membuat Luna semakin kesal.


“Oppsss sorry sis.... Kagak bakalan mau aku sama si breng**K itu, yang ada aku benci banget sama dia yang narsis, sombong dan arrogant ntu...” Luna terlihat sangat kesal teringat dengan Leon, Kekesalannya pun semakin menjadi saat Kiandra tersenyum manis berharap penjelasan yang akurat darinya.


Senyuman nackal pun tersungging di bibir Kiandra yang tidak sengaja melihat Leon berdiri tepat di belakang Luna. Pria tampan itu bergegas datang ke ruangan saat mendengar laporan dari Alex jika pertemuan Luna dengan koleganya baru saja selesai.


“aduh cintaku... Jangan terlalu benci ama cowok, ntar yang ada nantinya kamu bucin parah”


“Kia sayangku... nggak ada sejarahnya dalam kamus Luna Freya bakalan bucin ama cowok super duper nyebelin itu. Lebih baik aku fokus ama anak kesayangan ku dari pada ama cowok itu” ujar Luna memperlihatkan senjata terbaru pada Kiandra. Wajah Leon menunjukkan rasa tidak senang saat mendengar kata ‘anak kesayangan’, perubahan raut wajah Leon di sadari oleh Kiandra.


Mata elang tajam itu menatap ke arah Kiandra yang menggelengkan kepalanya mengisyaratkan jika Leon salah paham,


“Biarin...” ujar Luna tersenyum manis melihat katalog senjata terbaru pilihan Nick. Raut wajah Leon pun berubah senang saat tahu ‘anak kesayangan’ yang di maksud oleh Luna adalah senjata api bukan anak kesayangan dalam arti sesungguhnya, perubahan sikap Leon tertangkap langsung oleh Kiandra yang tersenyum senang ke arahnya.


Timbul ide dalam benak Kiandra untuk mengungkapkan perasaan terdalamnya,


“Sayang ku, sebenarnya kenapa kamu benci banget ama tuan muda Leon? Bukannya dia udah mau...” Ucapan Kiandra terhenti saat Luna menatap ke arahnya sambil tersenyum smirk, gadis cantik itu dapat melihat sosok Leon yang berdiri di belakangnya melalui pantulan kaca mata milik Kiandra


“ Kia sayang, sebenarnya aku itu nggak benci ama cowok tampan, gagah dan kaya seperti tuan muda Leon. Malahan aku.... “ ucapan Luna tergantung dan langsung membalikkan tubuhnya menatap Leon yang membalas menatapnya.


"malahan aku sangat ingin mengantarnya ke dunia sana.." ujar Luna dengan Kilatan mata begitu menusuk dan penuh amarah pada pria tampan itu.


Kiandra tersenyum dan mengangkat kedua tangannya ke udara mengisyaratkan jika dia tidak ingin ikut campur.

__ADS_1


“ lebih baik kalian berdua bicarakan dan selesaikan masalah kalian secara baik-baik, aku duluan ya sayang ku. Ampe ketemu di rumah” ujar Kiandra memilih meninggalkan Luna dan Leon di ruangan itu. Kiandra mengambil langkah seribu meninggalkan ruangan itu, dia pun berpapasan dengan Dion dan Sarah yang akan menghampiri ruangan di mana Leon juga Luna berada saat itu.


Alex yang sudah menyelesaikan tugasnya hendak menuju ruangan di mana Leon dan Luna berada, namun saat akan melangkah ke sana tidak sengaja Dirinya menabrak Dion. Dia pun nyaris jatuh terlentang di lantai kampus, namun hal itu tidak terjadi karena kesigapan Dion yang memegangi pinggang dan tangan Alex.


Seketika suasana di sana berubah menjadi sesuatu yang berbeda, Dion menatap lama ke arah mata Alex di balik kaca mata itu.


Badhum.... Badhumm.... Badhum....


Jantung Dion dan Alex berdetak keras juga seirama, Kiandra juga Sarah memandangi pemandangan romantis itu dengan wajah mupeng.


“ooooo romantisnya....” ujar Kiandra dan Sarah serempak membuat kedua pria tampan itu tersadar. Secepat kilat Alex melepaskan tangannya dari genggaman Dion lalu sebelah tangannya merapikan kaca mata yang di pakainya, begitu juga dengan Dion yang segera melepaskan pegangan tangannya dari pinggang Alex dan sibuk merapikan jacketnya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2