
Luna kembali menatap ke arah ketiga pria tampan itu, langkah mereka sedikit terhambat dengan beberapa netijen yang mendekat seraya memberikan beberapa bucket bunga dan hadiah lainnya.
Hugo yang pada dasarnya mudah berteman dengan siapa saja dengan senang hati menerima setiap hadiah dan bunga dari para fans, begitu juga dengan Adam yang tersenyum namun memilih menolak secara halus hadiah – hadiah itu.
“bukannya itu sudah sering terjadi, Kia?! Secara mereka kan medan magnet yang mampu menarik setiap kaum hawa yang ada” ujar Luna sambil menyeruput minumannya. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan para fans itu, pemilik mata biru itu lalu menatap ke arah Leon yang menanggapi para fans dengan sikap dingin juga acuh tak acuh.
Sikap dingin Leon rupanya membuat para kaum hawa semakin jatuh hati dan lebih berani, mereka pun memberikan bucket bunga dan hadiah lainnya ke tangan Leon. Mereka berdiri lebih dekat dengan ketiga pria karena para body guard sudah di perintahkan oleh Leon untuk berjaga di luar depan cafe, ketiga pria itu masih beruntung menghadapi para kaum hawa yang jumlahnya tidak begitu banyak.
Luna yang menyaksikan itu menatap dengan sedikit memicingkan mata,
“karena sering terjadi bikin mata aku jadi sakit melihatnya” Kiandra juga menatap tidak senang ke arah ketiga pria itu. Mendengar ucapan Kiandra membuat Luna kembali melihat ke arahnya dan semakin yakin dengan tebakannya.
Tatapan Luna membuat Kiandra langsung menatap balik ke arah perempuan cantik itu,
“kenapa?”
“aku yang mustinya nanya kenapa, Kenapa dengan kamu Kia? Kok dari nada kamu ngomong terkesan jealous gitu” ujar Luna sambil meletakkan gelas miliknya ke atas meja di depan mereka.
Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka... hmmm harus di selidiki nih... gumam Luna menatap penuh selidik seperti seorang detektif.
Kiandra yang akan menjawab pertanyaan Luna terhenti saat Hugo menyapa mereka,
“selamat siang para bidadari cantik... “ sapa Hugo tersenyum ramah, Adam ikut menyapa dengan melemparkan senyuman semanis gula pada kedua perempuan itu. Luna membalas dengan tersenyum manis ke arah ketiga pria itu, berbeda dengan Kiandra yang terlihat sedikit bad mood.
Adam dan lainnya saling berpandangan menatap bingung ke arah Kiandra yang bersikap beda dari biasanya,
“Hi Hugo, Adam” sapa Luna sambil bersalaman ala pria, Leon menghampiri Luna dan langsung mengecup pipi perempuan cantik itu.
__ADS_1
Apa yang di lakukan Leon membuat para fans dan netijen yang menatap menjadi riuh, ada yang bersorak mendukung hubungan pasangan itu dan juga ada yang marah serta tidak menerima jika pria idola paling di gandrungi sudah ada yang memiliki.
Luna memilih mengabaikan para fans juga netijen dan bersikap masa bodoh,
meladeni mereka kagak bakalan ada habisnya, yang ada mereka bakalan nekat, kalo akuuu hmm...ah nggak ah sayang juga peluru aku kalo harus di guna in ke mereka gumam Luna dalam hati membayangkan jika dia menggunakan benda kesayangannya sambil menatap ke arah fans yang riuh.
Kiandra seakan tahu dan mengerti memilih pindah duduk ke kursi yang ada di seberang Luna, Adam memilih duduk di samping Kiandra yang langsung di tatapi kesal olehnya. Perempuan berkaca mata itu kembali bangkit dari duduknya lalu memilih menarik kursi single yang ada di sana, Hugo duduk di samping Adam sambil terus menebarkan pesonanya.
Beberapa hadiah yang di terima Hugo di letakkan pada sebuah meja kosong, dia lalu meletakkan tas miliknya yang berisi laptop dan perlengkapan lainnya ke atas meja.
Beberapa waktu sebelumnya Kiandra kadang – kadang bertemu dengan Hugo dan Adam, mereka sering pergi keluar sekedar membahas tentang bukti temuan Leon. Pertemuan itu pun berlanjut dengan saling menghubungi dan berkirim pesan.
“kenapa?” tanya Adam pada Kiandra yang diam dan memilih duduk di sisi meja lain tepat di samping Luna. Pasangan itu menatap ke arah Kiandra, Hugo dan Adam.
“ada apa dengan Kiandra?” bisik Leon pada Luna yang membalas dengan menggidikkan bahunya.
“mungkin lagi PMS” Bisik Luna lebih memilih tidak ikut campur urusan pribadi Kiandra. Leon menatap ke arah Luna yang menjawab singkat, dari nada bicara gadis cantik itu terkesan berbeda olehnya.
“menurutmu?” Luna mengambil minumannya dan menyeruputnya. Leon melihat ke sekeliling dan lalu ke arah dua sahabatnya juga hadiah yang bertumpuk, dia mengerti hal apa yang membuat Luna terkesan bad mood.
Mulut Luna di penuhi dengan minuman kesukaannya membuat pipi putih itu sedikit menggembung dengan bibir mungil yang sedikit maju,
“Sayang” panggil Leon membuat Luna memalingkan wajahnya ke arah pria tampan itu. Wajah Leon berada sangat dekat dengan Luna dan dia pun langsung melancarkan aksinya, dengan berani pria tampan arrogant itu menciumi bibir Luna di publik.
Leon pun tidak segan - segan berbagi minuman dengan Luna dan menikmatinya, ciuman itu sukses membuat sebagian para fans yang tidak menyetujui jatuh pingsan karena kesal. Pemandangan itu membuat Kiandra menatap dengan mupengnya, tidak sengaja mata Kiandra bertemu tatap dengan Adam dan Hugo. Kiandra lalu mengalihkan pandangannya pada tablet yang di pegangnya dan fokus dengan apa yang sedang di kerjakannya.
Perlahan Luna melepaskan ciumannya dan menatap kesal pada Leon yang sebelah tangannya memegangi wajah dan ibu jari menyeka bibir pink natural itu, mata tajam itu menatap lembut ke arah Luna. Pasangan itu benar - benar lupa jika ketiga sahabatnya tengah menunggu adegan itu berakhir, Luna dan Leon bertingkah mesra seakan mereka berada di dunia lain dan tidak memedulikan sekitarnya.
__ADS_1
“eheem... ingat di sini ada juga para jomblo” sindir Kiandra sukses membuat Hugo dan Adam menatap ke arahnya, ada raut wajah berbeda yang terlukis di wajah kedua pria tampan itu.
Luna menatap ke arah Kiandra dengan senyuman yang membuat gadis berkaca mata itu menatap dengan menyipitkan matanya, Leon teringat dengan tujuan mereka datang ke cafe itu.
“Heemm ... bagaimana Kiandra? Apakah sudah ada perkembangan?” tanya Leon merangkul pinggang Luna dan menariknya untuk lebih dekat lagi.
“Kira in udah lupa” Kiandra meletakkan tablet canggihnya, dia lalu mengeluarkan bukti dan ponsel yang hancur lalu meletakkan di atas meja. Mereka semua menatap benda yang satu persatu di letakkan Kiandra di atas meja,
“sorry Leon, karena ponsel ini rusak terlalu berat jadinya hanya beberapa data yang berhasil aku dapatkan” Kiandra memperlihatkan beberapa data yang ada di tabletnya.
Mata Leon menatap dengan teliti pada layar tablet itu, ada beberapa pesan yang tertuju pada nomor yang sama. Luna turut memperhatikan layar tablet Kiandra, matanya menangkap sesuatu yang tidak asing baginya.
“ini...” ucapan Luna sempat terdengar oleh mereka semuanya.
“kenapa Lun?” tanya Kiandra penasaran begitu juga Leon, Hugo dan Adam.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...