
Mata Hana dan Simon mengedar ke segala penjuru Restoran, mereka berdua terkejut saat melihat keluarga Willson tengah duduk di sebuah meja Khusus.
“papi, itu Raymond, tante Anita dan Kaila. Mereka sepertinya mereka tengah menunggu orang, apa papi janjian dengan mereka?” tanya Hana penuh harapan.
“Tidak... Seingat Papi, tidak ada yang menghubungi mereka. Mungkin saja mereka tahu kita akan kemari dan sengaja menunggu kita, sebaiknya kita ke sana untuk menyapa mereka” ujar Simon dengan percaya diri.
Mereka hendak menyapa keluarga Willson tapi langkah mereka terhenti saat mereka berpapasan dengan kolega berserta keluarga mereka. Mau tidak mau mereka harus melakukan pertemuan dengan kolega itu untuk membicarakan kerja sama yang akan mereka jalin, di bantu dengan Waiter restoran mereka di antar pada meja yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Kiandra tengah mencari informasi tentang Pria yang bertemu dengan Luna di toko bunga, CCTV yang di bajak olehnya tengah menayangkan Matthew yang baru saja masuk ke dalam sebuah mobil mewah. Dia segera mencari informasi tentang pria itu karena tahu dan hafal bagaimana sifat sahabatnya yang kini sedang duduk termenung menatap bangunan restoran mewah itu.
Mobil mewah Leon memasuki pelataran restoran , Luna melihat ke arah bangunan Restoran mewah itu dengan tatapan bingung dan ragu-ragu. Matanya seketika membulat saat melihat restoran itu,
“Sayang... kita makan malam di sini?!” tanya Luna memastikan.
“Iya sayang, bukankah aku sudah memberi tahumu lewat pesan?!” ujar Leon mengingatkan Luna pada pesan yang di kirimnya beberapa waktu yang lalu.
“iya, tapi... Aku tidak terlalu memperhatikannya...” ujar Luna yang terlihat ragu-ragu untuk masuk. Leon tersenyum lalu turun dari mobil setelah supir membuka pintu mobil, setelah itu dia berjalan ke arah pintu yang berada di samping Luna lalu membukanya.
Tangan Leon terulur membantu Luna untuk turun dari mobil, mata Luna menatap ke arah setiap penjuru restoran. Kiandra yang berada di ruang kerjanya Tampak sibuk mengetik sesuatu di keybord miliknya, CCTV restoran berhasil di bajak oleh Kiandra.
Seketika mata di balik kacamata Kiandra terbuka lebar saat melihat CCTV yang di bajaknya menampilkan suasana di restoran itu,
“eh... Kok bisa di sini? Kenapa harus di sini?” ujar Kiandra sedikit panik. Luna yang mendengar suara Kiandra sangat ingin berbicara menenangkannya, tapi dia tidak bisa karena di sampingnya ada Leon.
“Tenang aja sayang, semua pasti baik-baik saja “ ujar Luna pada Leon yang sebenarnya ditujukan untuk Kiandra.
Leon mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Luna yang terkesan gugup, dia menggandeng tangan Luna agar rasa gugup yang di rasakan gadis cantik itu berkurang.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran diiringi supir yang membantu Leon membawakan bucket bunga dan boneka beruang di tangannya, Luna sesekali mengedarkan pandangannya berusaha memastikan sesuatu.
Sikap Luna di tangkap berbeda oleh Raymond,
__ADS_1
Gadis ini tidak layak menjadi menantu keluarga Willson, sikapnya sangat terlihat tidak pernah masuk ke restoran mahal. Apa yang di lihat oleh putra ku dari gadis ini? Gumam Raymond dalam hati menatap lurus pada Luna.
Jantung Luna berdetak kencang dengan mata yang terus mengawasi setiap sudut restoran, seakan dia merasa sedang di awasi dari suatu tempat. Kiandra melihat suasana dalam restoran melalui CCTV, tidak hanya dalam restoran saja setiap ruangan Kiandra memeriksa dengan sangat teliti.
“Huffff.... Tenang saja Lun.... Dia nggak ada” ujar Kiandra merasa yakin seratus persen.
“A sigh?!!” Luna menghela nafas lega dan mulai melangkah dengan percaya diri, perubahan sikap Luna dapat di rasakan oleh Leon yang menggandeng tangannya.
“Sayang, kamu tidak apa-apa?” Leon menggandeng tangan Luna dengan mesra.
“hmm... Hmm.... Aku baik-baik saja, kenapa?” ujar Luna menatap ke arah ke depan tersenyum pada Kaila yang langsung menghampiri mereka.
Leon hendak berbicara terpaksa bungkam karena Kaila yang langsung memonopoli Luna.
“ Kaak Lunaa... Aku senang banget Akhirnya kita bisa ketemu lagi” Kaila memeluk Luna sambil bercipika dan cipiki.
“Aku juga senang bertemu dengan mu” ujar Luna tersenyum manis, matanya menatap ke arah perempuan yang terlihat sudah berumur namun masih awet muda, Kaila pun mengenalkan Luna pada Anita dan Raymond.
“Selamat malam nyonya dan Tuan Willson (tersenyum dengan hangat lalu melihat ke arah supir Leon dengan mengode untuk memberikan bucket bunga untuk Anita) semoga anda suka” ujar Luna memberikan bunga yang ternyata adalah bunga kesukaan Anita.
“wow, kamu tahu dari mana kalo tante suka bunga ini” Anita tampak senang dan sangat menyukai pemberian Luna, berbeda dengan Raymond yang terlihat tidak senang.
Benar-benar udik, sangat berbeda dengan Hana yang selalu memberikan hadiah berkelas. Ini juga Mommy malah senang di berikan hadiah murahan seperti itu gumam Raymond dalam hati semakin tidak menyukai Luna.
“Iss senangnya mommy dapat hadiah dari kak Luna, kak Leon buat aku mana?” ujar Kaila dengan sedikit merajuk. Leon yang berada di belakang Luna mengode pada supir untuk menyerahkan hadiah yang di pegangnya, Leon terlihat sedikit khawatir jika Kaila akan tidak menyukai atau bahkan membuangnya.
Kaila menatap bingung dengan hadiah di tangannya, sebuah boneka beruang tengah memegangi bucket bunga yang terlihat cantik. Apa yang di takutkan Leon terbukti dengan reaksi Kaila yang terlihat kebingungan, mata Kaila menatap ke arah Leon yang membalas menatap ke arahnya.
“ Apa kamu suka?” Tanya Luna pada Kaila yang langsung menatap ke arahnya, wajahnya terlihat antusias menunggu jawaban dari Kaila.
“ apa hadiah ini kak Luna yang membelinya?” tanya Kaila pada Luna yang langsung menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Raymond tersenyum smirk melihat hadiah pemberian Luna pada Kaila,
__ADS_1
Dasar gadis bo**h Kaila pasti tidak menyukai hadiah itu, dari yang aku tahu Kaila sangat suka barang bermerek seperti yang sering Hana berikan gumam Raymond yang memandang rendah hadiah pemberian Luna.
Tanpa di duga oleh siapa pun, Kaila langsung memeluk dan menciumi pipi Luna membuat Leon juga Raymond termangu dengan pemandangan yang baru saja terjadi.
“makasih kak Luna, Kaila sangat suka dengan hadiahnya” Kaila memeluk langsung boneka pemberian Luna.
“Syukurlah kamu menyukainya” ujar Luna tersenyum manis pada Kaila, Leon menghela nafas lega menatap ke arah Kaila yang membalas menatapnya.
“aduh keenakan ngobrol, sampai lupa mempersilahkan kamu untuk duduk. Sini Luna kamu duduk di sini saja” Anita mempersilahkan Luna duduk di bangku yang berada tepat di sampingnya.
Raymond masih diam dan memberi sikap juga kesan dingin pada Luna, Leon menyadari hal itu. Perubahan sikap Raymond terlihat sangat jelas dari saat mereka datang, sebelum Luna duduk di bangkunya Leon memperkenalkan dia pada Raymond.
“dad, perkenalkan ini Luna pacarku” ujar Leon memperkenalkan Luna yang langsung mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Raymond.
Uluran tangan Luna sama sekali tidak di tanggapi dan di abaikan begitu saja oleh Raymond,
Sepertinya daddy Leon tidak menyukai kehadiranku gumam Luna dalam hati sambil menarik tangannya kembali. Leon hanya bisa menghela nafas dengan sikap dingin Raymond pada Luna, dia lalu menarik bangku di samping Anita dan mempersilahkan Luna duduk.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...