Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 58


__ADS_3

Supir itu langsung terdiam membayangkan betapa sulitnya dia nanti jika bulan ini tidak mendapat gaji, bayangan wajah orang tua dan adiknya yang berada di kampung halaman.


Mata supir itu melihat di kaca spion sebelah kanannya, seorang perempuan yang familiar mendekati mobil sambil melihat-lihat mobil itu.


“Tuan Alex...” panggil supir itu sambil terus melihat ke arah kaca spionnya. Alex yang penasaran ikut melihat ke arah yang sama, matanya membesar seketika saat melihat perempuan yang tidak lain adalah Hana mantan tunangan Leon.


Hana melihat mobil mewah yang terparkir tepat di depan gerbang sangat penasaran pemilik mobil itu, dia yang baru saja datang ke kampus tidak bisa masuk ke dalam karena mobil Leon yang menghalangi jalan. Tampak juga Beberapa mahasiswa yang memakai mobil ikut menghampiri mobil mewah itu.


Mobil body guard Leon yang mengawal terparkir di depan dan belakang mobil mewah itu, para Body guard yang hendak turun dari mobil untuk mengamankan mobil Leon. Hana lalu mengetuk kaca samping supir,


“woi... buka kaca lu... kagak liat apa mobil lu udah halangin gue jalan... minggir kagak...” ujar Hana tampak kesal. Supir Leon menatap ke arah Alex yang juga kebingungan, dia begitu sangat tidak inginnya berhadapan dengan Hana yang bisa merusak mood tuan mudanya.


"dasar OKB baru punya mobil mewah udah sok berkuasa lu, Turun lu.." Hana semakin mengomel tidak jelas.


Ketukan keras di kaca dari Hana membuat Luna dan Leon yang sesaat larut dalam suasana romantis tersadar, Luna melihat ke luar jendela jika mereka sudah berada di depan kampus. Dia juga melihat motornya yang di bawa body guard terparkir di samping mobil mewah itu dan para mahasiswa yang terlihat akan berdemo.


“D*mn, suruh supir lu untuk putar arah dan parkir agak jauh dari depan gerbang sekarang” ujar Luna hendak beranjak dari pangkuan Leon namun di cegah oleh pria tampan itu.


“Kenapa?” raut wajah Leon menunjukkan rasa tidak senang.


“ gue kagak mau jadi pusat perhatian anak-anak, apa lagi gue sangat tidak ingin berurusan ama tunangan lampir lu. Kalo tunangan lampir lu liat gue turun dari mobil lu, kehidupan tenang gue di kampus bakalan terusik karenanya” ujar Luna, mata Leon melihat ke arah jendela menatap dia melihat Hana yang berulang kali menggedor kaca mobil di samping supir.


Leon menekan tombol menurunkan kaca pemisah, Alex melihat ke arah kaca Spion di atas dashboard mobil. Matanya membesar saat melihat pemandangan yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata, Leon menatap ke arah kaca spion itu.


“jalan dan parkir jauh mobil ini dari gerbang kampus” perintah Leon pada Alex dan supirnya.


“ anda yakin tuan muda?” tanya Alex.

__ADS_1


“ini perintah dari langsung dari calon nyonya Willson,” ujar Leon tersenyum manis semanis gula membuat Luna kembali menatap tajam ke arah wajahnya.


“sejak kapan gue setuju jadi calon nyonya? Jangan ngimpi lu,” Luna kembali hendak turun dari pangkuan Leon tapi di cegah kembali olehnya.


“baik tuan muda” Alex segera memberi kabar pada mobil body guard di depan mobil mereka untuk jalan dan memarkirkan mobil itu jauh dari gerbang kampus. Tidak lupa Alex juga memberi tahu pada body guard yang membawa motor milik Luna untuk kembali mengikuti mereka.


Untuk ke sekian kalinya wajah Cantik itu terlihat kesal dengan apa yang di lakukan Leon, ingin rasanya dia mengirim pria tampan itu ke dunia sana tapi ada bagian terkecil hatinya yang melarang.


“mau lu apa lagi sih. Awas tangan lu gue mau turun” ujar Luna kembali berusaha melepaskan tangan Leon yang berada di pinggangnya.


“tidak sebelum kamu setuju dan mencium ku” ujar Leon membuat Luna semakin bad mood. Pistol yang di pegangnya sudah tersimpan kembali, raut wajahnya tergambar jelas rasa kesal teramat pada Leon.


Muncul sebuah ide dalam otak cerdas Luna dengan senyuman nackal tersungging di bibirnya.


“oke... tapi sebelumnya kembali in kartu gue” ujar Luna meminta kembali kartu miliknya pada Leon, tangan kiri Leon mengambil kartu Luna yang tersembunyi dalam saku rahasia jas yang di kenakan Leon.


Pantas aja gue kagak nemuin kartu ini, ternyata di simpan yang paling kagak mungkin bisa gue ambil gumam Luna dalam hati.


“semuanya sudah sesuai dengan keinginan mu dan aku ingin memberi tahu jika perempuan yang kamu panggil tunanganku sudah tidak memiliki status itu lagi. Kamu tidak perlu khawatir jika dia mengganggu mu” ujar Leon membuat Luna kembali menatap ke arahnya,


“haa... sejak kapan? Kenapa kagak ada beritanya? Dan lagi kenapa gue musti kuatir” ujar Luna sedikit kepo tapi kembali menunjukkan sifat cueknya.


Leon menatap Luna sambil tersenyum hangat padanya, Sebelah tangan Luna segera membuka pintu lebar. Posisi mereka sama sekali belum berubah, beruntung saat itu tempat mobil itu terparkir sepi dari orang-orang. Luna hendak turun dari pangkuan Leon yang masih saja tetap menahannya,


“kamu lupa?” ujar Leon mengingatkan pada permintaannya. Luna berpikir sejenak, dia menatap wajah Leon tampak seperti anak kecil yang merajuk saat keinginannya tidak terpenuhi.


“ooo iya lupa... mmmpphh" Luna yang bermaksud akan memberi instruksi pada Leon terhenti saat pria tampan itu mengambil inisiatif lebih dulu. Tangan kirinya mendorong punggung Luna hingga wajah mereka sangat dekat dan langsung tanpa permisi bibir itu kembali terpaut.

__ADS_1


Entah sudah berapa kali Luna merasa sangat kecolongan, dia yang tidak siap hanya bisa pasrah dalam perlakuan lembut Leon. Ciuman itu perlahan terhenti, bibir Luna tampak memerah akibat gigitan lembut Leon. Bibir Leon turun menuju leher jenjang milik Luna, senyuman nackal tersungging di bibirnya yang langsung meninggalkan bekas kemerahan di leher putih itu dan sedikit menggigit gemas.


“aahh....” Luna menatap Leon yang tersenyum nackal padanya, adegan itu sempat di lihat oleh Alex dan supir Leon. Wajah mereka merona merah melihat pemandangan itu, Alex dan supir Leon memilih melihat pemandangan indah di luar sana.


“kamu masih mau terus berada di sini? Aku sangat tidak keberatan tentunya” Leon hendak akan menutup pintu, dengan gerakan cepat Luna turun dari mobil.


Leon ikut turun dan berdiri di samping mobilnya, Body guard yang membawa motor Luna memberikan kunci dan memberi hormat padanya juga pada Leon. Luna menggulung rambutnya lalu mengenakan helm hitam full face miliknya,


“Luna....” panggil Leon pada Luna yang sudah duduk di atas motornya, kepala Luna yang tertutup helm melihat ke arahnya.


“kamu belum menjawab” ujar Leon, senyuman smirk tersungging di bibir cantik itu. Sebelah tangan menaikkan kaca hitam helm itu, motor sport itu sudah menyala.


“tentu saja... (Luna memasukkan gigi pada motor sportnya, kembali menatap ke arah Leon) In your dreams...” ujar Luna yang melajukan motornya melesat menjauh meninggalkan Leon yang tersenyum.


“that's my lioness (itu lah singa liar betinaku)” ujar Leon menatap motor yang sudah menjauh pergi, Alex dan para body guard terkejut saat melihat aksi Luna. Mereka pun semakin terheran saat melihat tuan muda yang bersikap berbeda dari biasanya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2