
jika gadis ini belajar di sini, kemungkinan gadis itu juga berkuliah di Universitas yang sama guman Leon dalam hati, dia tersenyum smirk dengan mengeluarkan aura iblis yang terlihat sangat menakutkan. Alex hanya bisa menghela nafas berat melihat tuan mudanya, dia sudah menebak jika pekerjaannya akan semakin bertambah.
“hubungi bagian personalia universitas, minta mereka mengirimkan semua data diri pribadi beserta foto para mahasiswa. Jangan lupa segera take down berita juga video ini dari di media sosial sebelum menjadi viral “ perintah Leon pada Alex yang langsung di laksanakannya.
Leon memberikan tablet itu pada Alex yang tampak bernafas lega, dia merasa senang karena tidak harus mengganti tablet baru. Alex berniat untuk undur diri dari ruangan Leon, tapi di urungkannya saat mendengar keributan di depan pintu ruangan Leon.
Alex sudah begitu hafal siapa yang sudah membuat keributan di luar ruang kerja Tuan mudanya, dia memperbaiki letak kaca mata memilih berdiri di samping meja kerja Leon Bersiap siaga jika sewaktu-waktu Leon membutuhkannya.
Hana datang ke perusahaan Leon dengan keadaan yang sangat berantakan, ada noda hitam bekas air pel yang menempel di bajunya rambut yang basah dan bau yang tidak mengenakkan. Dia sangat terlihat kesal dan marah mengingat dengan kejadian di toilet kampus, kekesalannya semakin bertambah saat sekretaris Leon menghadangnya masuk ke ruang kerja tunangannya.
“maaf nona Hana, tapi tuan muda sedang rapat dengan tuan Alex di dalam. Beliau juga berpesan untuk tidak ada siapa pun yang mengganggu termasuk anda” ujar sekretaris Leon khawatir karena dia tidak ingin di pecat oleh Leon.
“awas minggir lu, urusan apa lu nahan gue buat ketemu dengan tunangan gue” hardik Hana kesal, dia mendorong tubuh sekretaris Leon untuk menyingkir dari jalannya. Silvia dan Abby ikut membantu Hana dengan mendorong kasar sekretaris Leon.
Brruuuk...
Terdengar suara benda terjatuh dengan keras, membuat Alex dan Leon penasaran.
“lihat apa yang terjadi” ujar Leon membuka laptopnya. Belum selesai dia memberi perintah, pintu ruangan di buka secara paksa oleh Hana.
Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Leon, Abby dan Silvia terpesona dengan penampilan gagah serta wajah tampan kedua pria di depan mereka. Abby segera memperbaiki sedikit penampilannya begitu juga Silvia.
Aduh tengsin gue ketemu dengan kedua cowok keren ini. Tahu kalo mau ke sini gue mestinya dandan dan berpenampilan terbaik, siapa tahu kedua cowok ini tertarik ama gue dan jatuh ke pelukan gue gumam Abby dalam hati terpesona Leon dan Alex.
__ADS_1
kagak percuma gue temenan ama anak songong dan manja ini, gue bisa ketemu dengan cowok yang paling tampan. Bahkan si tua bangka itu saja tidak sebanding dengan Leon gumam Silvia yang mulai bergaya centil.
Sebelah alis mata Leon terangkat saat melihat penampilan ketiga perempuan itu. Penampilan mereka sangat berantakan dengan bau yang kurang mengenakkan, Leon sempat melihat sekretarisnya yang jatuh terduduk di lantai. Tampak beberapa karyawan membantu sekretaris Leon untuk berdiri dan mendudukkannya ke kursi.
“apakah ini tren baru?” tanya Leon acuh tak acuh, memilih melanjutkan pekerjaannya. Alex berusaha menahan tawanya melihat penampilan mereka, nyaris seperti pemulung di jalanan.
Hana segera memasang mode manja hendak melangkah mendekati tunangannya, memperlihatkan pada teman-temannya jika dia dan Leon saling mencintai.
“sayang.... aku udah di bully sama si cewek freak itu, padahal hari ini adalah hari pertama aku masuk ke kampus....” Hana hendak menghampiri Leon dan bermanja di pangkuannya. Namun Leon mengangkat tangannya dengan jari telunjuk bergerak ke kanan dan kekiri mengisyaratkan Hana untuk tidak mendekat ke arahnya.
Tangan Hana terkepal erat, dia semakin kesal dengan sikap dingin Leon yang sama sekali tidak memberi muka padanya di depan teman-teman Hana. Silvia dan Abby menahan tawa saat melihat Hana yang di perlakukan dingin oleh Leon.
“cewek freak mana yang kamu maksud?” tanya Leon dengan matanya tetap terfokus pada layar laptop.
“cewek freak yang bertemu dengan kita di **, tidak hanya dia saja aku juga bertemu dengan teman pec*nnya yang udah aku kasih pelajaran” ujar Hana kesal.
“maafkan aku sayang, ini semua gara-gara cewek cupu itu. Dia sudah berani berbuat seperti ini dan sama sekali tidak takut denganmu” ujar Hana mencoba memprovokasi emosi Leon.
Mata tajam itu melihat dingin ke arah Hana, mereka yang berada di dalam ruangan itu dapat melihat aura dingin dan mencekam di sekeliling Leon. Dia sangat tidak senang dengan sikap Hana yang mencoba mengatur dirinya, gadis itu tahu jika apa yang di lakukannya memberikan masalah baru dan membuat Leon semakin menjauhinya.
“Biar masalah ini aku yang menyelesaikannya, lebih baik kamu dan pengikutmu pulang sekarang juga” ujar Leon yang sudah terlihat tidak senang dengan kedatangan Hana cs.
Di saat bersamaan Adam dan Hugo datang ke perusahaan Leon, mereka berencana mengajak Leon untuk makan siang bersama sekaligus membicarakan hal penting terkait sesuatu yang mereka selidiki. Mereka menjadi pusat perhatian beberapa karyawan perempuan, paras mereka yang tampan dan sikap mereka tentunya tidak seperti Leon menjadi daya tarik magnet untuk perempuan karyawati di perusahaan Alden.
__ADS_1
Mereka kini berada di depan lift, beberapa perempuan tampak mengantre berdiri di belakang Hugo dan Adam. Beberapa dari mereka ada yang diam-diam mengambil foto Adam dan Hugo, mendadak kilatan flash hidup dari salah satu ponsel kamera itu. Membuat Hugo dan Adam menatap ke arah para perempuan di belakang mereka.
“ nona-nona cantik jika meminta foto kami minta saja, kami akan senang bergaya di depan kamera ponsel kalian semua” ujar Hugo pede tingkat tinggi. Dia lalu mengajak Adam untuk berpose bersama, tentu saja hal itu di tolak Adam yang memilih masuk segera ke dalam Lift.
“Adam.... tuan Adam... “ panggil para fans ingin ikut masuk ke dalam lift. Hugo bertindak cepat menghalangi mereka untuk ikut masuk ke dalam lift.
“nona—noa cantik mohon maaf... untuk pengambilan fotonya di tunda sementara oke” Hugo ikut masuk ke dalam Lift berdiri di depan sahabatnya.
“ya tuan Hugo... kami masih belum mendapat tanda tangan anda” teriak salah satu karyawati.
Pintu lift menutup meninggalkan para fans yang terlihat senang dan bahagia.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
mohon maaf karena 2 karya Author terlambat up karena ada sedikit masalah teknis. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...