
Lampu kamar operasi telah padam menandakan jika operasi telah selesai, dokter dan seorang asistennya berjalan keluar dari ruang operasi dengan wajah serius. Matthew yang melihat dokter itu segera memanggil Baron,
“ojisan, dokter sudah keluar” ujar Matthew bertepatan dengan pintu ruang operasi yang terbuka.
Jantung Baron berdetak cepat segera menghampiri dokter berharap membawa kabar baik tentang kondisi Luna, Leon yang senantiasa di temani para sahabatnya melihat pintu ruang operasi terbuka segera menyerbu tanpa memedulikan para bawahan Baron menghadang.
Seakan mendapat kekuatan super hero Leon melangkah kuat menghampiri Baron dan lainnya yang tengah berbicara dengan dokter,
“Bagaimana dengan cucu ku? “ tanya Baron penuh harap.
Sesaat Dokter akan menjelaskan perihal kondisi Luna mendadak terdiam sejenak saat melihat kerumunan beberapa pria yang terlihat sedang menghalangi seseorang, Baron terlihat tidak senang dengan Leon yang berusaha menerobos pertahanan para bawahannya.
Baron bahkan mengabaikan Leon yang berhasil menerobos blokade dan melangkah menghampiri, baginya mengetahui kondisi Luna lebih penting dari pada mengurusi tindakan pria tampan itu.
Leon menghampiri dan langsung mendorong tubuh Matthew yang berdiri tepat di samping kanan Baron, perlakuan tidak sopan Leon pada Matthew membuat Hans tidak senang langsung ingin menegurnya.
“ kamu.... “ ucapan Hans terhenti saat Matthew beralih ke sisi Baron yang lain, dia sama sekali tidak peduli dengan sikap Leon. Bagi Matthew yang tepenting saat ini mengetahui kondisi Luna dan bayi yang di kandungnya.
Hans menghela nafas panjang untuk mengurangi rasa marah serta kesal di hati,
“bagaimana keadaan istri Ku, dokter?! “ ujar Leon membuat Baron dan lainnya terlihat semakin tidak senang, dokter yang berdiri di hadapan mereka terlihat kebingungan.
“istri? Jadi anda suami dari pasien? “ tanya Dokter menatap Leon dari kepala hingga kaki, setelan pakaian pernikahan masih di kenakan Leon. Hanya jas saja yang tidak di kenakannya karena tertinggal di kamar Raymond, dokter itu memperlihatkan raut wajah percaya dengan apa yang di lontarkan Leon.
“TIDAK, ITU TIDAK BENAR. CUCU KU DAN DIA SEKALI BELUM MENIKAH!!!“ ujar Baron tegas mendahului Leon yang akan menjawab pertanyaan Dokter, pria tampan itu langsung mengalihkan tatapannya ke arah Baron yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Baron bersikap dingin dan lebih mengabaikan Leon, dalam hatinya sudah sangat teringin mengirim Leon ke alam lain. Tapi hal itu tidak di lakukannya saat teringat dengan bukti kebenaran yang sempat di dengarnya beberapa saat waktu yang lalu,
Jika saja bukan jantung James berada di dalam tubuhmu, sudah sedari tadi aku melenyapkanmu... Jantung itu kenangan terakhir James, appa Luna. Kamu masih di beri keberuntungan untuk terus hidup gumam Baron dalam hati menahan emosi sejenak mengalihkan pandangan ke arah Leon lalu kemudian kembali menatap ke arah dokter tajam, tatapan itu membuat dokter semakin ketakutan dan kebingungan.
Leon menatap sedih ke arah Baron yang sama sekali tidak mengacuhkannya, di dalam dadanya ada rasa sakit yang menusuk tepat di jantung. Dia lalu kembali mengalihkan tatapannya ke arah dokter yang terlihat gugup dan cemas. Raut wajah dokter dan asistennya terlihat ketakutan mendapat tatapan intimidasi dari Baron, mereka semakin ketakutan dengan kerumunan di depan ruang operasi yang mengeluarkan aura tidak menyenangkan.
“kenapa kalian masih diam? Bagaimana dengan kondisi Luna dan bayinya? “ tanya Matthew khawatir membuat Leon tidak senang mendengar.
Dokter semakin ketakutan dan gugup oleh tatapan serta aura yang di rasakannya,
“Mamamamamamaaaafkan kakakami ttuutuututuan besar... Kakakakakakami sudah beberrr.... “ ujar dokter itu gugup.
“bicara dengan jelas, bagaimana keadaan Luna cucuku? “ tanya Baron semakin tidak sabar membuat dokter dan asisten membungkuk dengan posisi sempurna.
Mendengar kondisi Luna dari dokter membuat Baron terpukul hebat, aura mencekam semakin terasa kental membuat semua yang berada di sana seakan merasa sesak oleh dinginnya suasana. Alberto dan Hans langsung memegangi lengan Baron yang terlihat hampir jatuh, mata Baron terpejam sejenak..
“tidak... Tidak... Itu tidak mungkin, kalian pasti salah. Luna tidak akan mungkin meninggalkanku, kalian pasti berbohong” ujar Leon kesal mencengkeram pakaian khusus medis yang di kenakan dokter.
“kami tidak berbohong tuan.... Kondisi pasien sangat lemah saat datang kemari akibat banyak kehilangan darah oleh luka yang di dapat, kakakami sudah berusaha semampu kami... Tapi takdir berkata lain” ujar dokter takut memegangi tangan Leon yang hampir mencekiknya.
Matthew terlihat terpukul menatap tangannya yang masih ada bekas darah Luna yang mengering, dia sama sekali tidak sempat membersihkan tangan serta pakaiannya karena begitu khawatir dengan kondisi Luna.
“Tidak, Luna tidak mungkin meninggal. Kalian pasti salah” ujar Leon marah, matanya yang selalu terlihat tajam dan dingin kini terlihat berkaca – kaca. Dia menyangkal dan menolak pernyataan dari dokter, Leon masih mempercayai jika Luna baik – baik saja. Adam dan Hugo menatap iba pada sahabatnya, mereka hanya bisa terdiam tanpa berbuat apa – apa. Mereka juga merasa tidak percaya perempuan berparas cantik itu pergi begitu cepat, Baron terlihat rapuh serta tidak bertenaga di tuntun Hans dan Alberto duduk pada salah satu kursi ruang tunggu.
Darah di dalam diri Matthew kembali mendidih mendengar ucapan Leon, tangannya terkepal kuat memperlihatkan urat – urat di punggung tangan.
__ADS_1
Buuuugh... Buuugh....
Matthew kembali memukul dengan kuat, pukulan itu sukses mendarat di pipi dan perut Leon yang langsung jatuh bersimpuh di hadapannya. Leon langsung menatap tajam ke arah Matthew dengan kedua tangan memegangi perut yang terkena pukulan.
“ini semua kesalahanmu, seharusnya saat ini Luna menikmati kebahagiaannya bersamamu. Sekarang Luna.... Lunaa...” ujar Matthew sedih, tetesan air mata jatuh ke pipinya seiring dengan perasaan sedih di hati.
Leon bangkit langsung memegangi jas di kenanakan Matthew, tangannya terkepal hendak membalas bogem mentah yang di terima tapi aksinya langsung di cegah oleh Hugo dan Adam.
"wowowowo... tenang bro... " ujar Hugo menahan tangan kanan Leon yang terkepal.
“Leon, tenanglah!!! jangan bersikap seperti ini” ujar Adam ikut menahan tubuh Leon, urat di kepala Leon terlihat jelas karena amarah.
“LUNA BELUM MATI” ujar Leon mengeraskan suaranya.
Langkah Jason terhenti tepat di belakang beberapa bawahan Baron yang terlihat tertunduk sedih, dia baru saja mendapat kabar dari Alberto tentang Luna. Dia segera memutar arah balik mobil menuju rumah sakit yang di beri tahu Alberto, setelah bertanya pusat informasi Jason bergegas menuju ruang operasi.
Tubuh Jason seakan kehilangan kekuatannya saat mendengar perkataan Leon, dia menerobos kerumunan dan terkejut saat melihat suasan di depan ruang operasi.
Dokter dan asisten terihat tertunduk takut berdiri di sudut pintu, Baron di temani Alberto serta Hans duduk di kursi ruang tunggu dengan raut wajah sedih. Matthew berdiri tegap berhadapan dengan Leon yang hendak menyerang namun di tahan oleh kedua sahabatnya,
“ada apa ini? bagaimana kondisi nona muda?” tanya Jason membuat semua yang ada di sana menatap ke arahnya, pertanyaan itu sama sekali tidak ada yang menjawab. Wajah mereka semua tertunduk sedih berbeda dengan Leon yang melepas kasar cengkeraman tangan pada jas Matthew dan mendorong begitu saja,
“Luna baik – baik saja, dia... “ ucapan Leon terhenti saat Baron memotong begitu saja dengan mengeraskan suaranya.
“DIAM” ujar Baron, mata tuanya menatap tajam ke arah Leon yang balas menatap.
__ADS_1