
Perusahaan Simon sedang berada dalam masalah karena ulah Leon dan Adam, untuk menstabilkannya para petinggi di perusahaannya memberi saran untuk menjalin kerja sama dengan Nandra corp. yang diketahui mereka jika Jason adalah pemimpinnya. Dia pun mencari informasi dengan mendatangi langsung perusahaan Nandra corp. Berharap bisa bertemu langsung dengan pemimpin perusahaan itu, namun dia harus menelan pil pahit saat mengetahui jika Jason sedang keluar.
Tidak pantang menyerah Simon segera menyusul Jason ke universitas UIN setelah dia mendapat informasi dari resepsionis, dengan secepat kilat dia menyusul Jason di universitas itu. Saat memarkirkan mobil dia bertemu dengan Silvia dan Abby yang hendak masuk kembali ke gedung kampus,
“eh om Simon.... Siang menjelang sore om” sapa Abby dengan ramah, Silvia yang berdiri di samping Abby tersenyum manja pada Simon.
“siang Abby... Silvia...” ujar Simon yang langsung membalasnya dengan kedipan mata nackal ke arah Silvia, Tentu saja mereka berdua bermain cantik agar Abby tidak menyadarinya.
“Tumben om ke kampus? Mau mencari Hana ya om?!” tanya Silvia berbasa-basi.
“salah satunya” ujar Simon membuat Abby dan Silvia saling berpandangan.
“Salah satunya? Maksudnya om ada hal lain begitu?” tanya Silvia yang mengira jika Simon datang untuknya.
“benar, ada seseorang yang harus om temui di kampus ini. Dari informasi yang om dapat orang itu saat ini berada di kampus ini” ujar Simon sambil melangkah menuju gedung kampus diiringi Silvia dan Abby.
“Seseorang?! Apa maksud om tuan muda Leon?” Tanya Abby kembali membuat Simon langsung menatap ke arah mereka berdua.
“APA?! Si manusia kaku itu ada di sini?!” Raut wajah Simon langsung berubah saat mengetahui Leon juga berada di kampus itu. Abby dan Silvia serentak mengangguk menjawab pertanyaan Simon, mereka melangkah ke arah aula dan tidak sengaja mendengar juga melihat gemuruh keramaian di ruangan Aula.
Simon melihat Hana berada di dalam aula dengan mata terlihat berkaca-kaca, dia segera masuk ke dalam aula dan berdiri tepat di belakang rombongan Jason. Mata Simon terbuka lebar saat melihat beberapa kolega dari perusahaan ternama berdiri di samping Jason, Dia merasa ada harapan untuk menyelamatkan perusahaannya.
Leon Juga Luna menatap ke arah Jason dan orang -orang yang datang bersamanya, sebagian besar dari kolega itu juga bekerja sama dengan perusahaan miliknya menyapa dengan ramah ke arah Leon. Mata Jason menatap heran pada tangan kekar Leon yang melingkar posesif di pinggang Luna, dia lalu menatap ke arah Leon dengan senyuman bisnis dan menyapanya dengan sopan.
“Tuan Jason suatu kehormatan anda datang ke Universitas kami” sapa Rektor kampus dengan ramah dan segera menghampiri Jason. Kejadian tidak terduga membuat Rektor itu terkejut saat Jason malah mengabaikannya dan terus melangkah ke arah Leon juga Luna.
__ADS_1
“tuan muda Leon berada di sini, sebuah kejutan yang sangat tidak terduga” Sapa Jason dengan ramah menghampiri Leon, dia sejenak menatap ke arah Luna dengan sedikit membungkukkan badannya menghormati gadis cantik itu.
Leon merasa tidak senang saat Jason menatap Luna dan tersenyum ramah padanya, dia menarik pinggang Luna dan menyembunyikan di balik punggungnya yang lebar juga kekar.
“Sebuah kejutan juga bagi ku anda datang ke universitas ini bersama kolega penting lainnya” ujar Leon menatap tajam dan tidak senang pada Jason tersenyum hangat ke arahnya.
Mahasiswa dan mahasiswi yang menyaksikan pertemuan kedua petinggi perusahaan besar juga terkenal dalam dunia bisnis mulai berbisik-bisik curiga, mereka pun tidak sabar berkomentar negatif tentang Luna yang berdiri di belakang Leon.
“kayaknya lu mesti tanya ama ntu ja**ng di mana dia dapat dukun top cer, liat aja sekarang orang-orang besar di dunia bisnis sangat ramah ama die”
“eeeeh.... Ngehina lu... Biar kata gue modal tampang cakep juga, ogah gue jadi piaraan sugar Daddy. Percaya ama gue ntu cewek mungkin aja piaraan ntu tuan Jason. Secara dia kan tajir melintir”
“Iya... Iya... Bener tu, liat aja gi mana senyumannya Tuan Jason pasti dia daddynya. Ya walaupun nggak setajir Tuan muda Leon tapi gue dengar perusahaannya sedang maju pesat”
“Nggak puas ama daddynya sekarang ntu ja**ng jadi pelakor, kasihan gue ama nona Hana”
Kening Jason berkerut saat mendengar komentar-komentar pedas dan tajam setajam pisau emak di dapur yang di layangkan pada Luna, sebelum masuk ke aula dia mendengar kata-kata tidak pantas yang ditujukan pada seseorang. Jason sama sekali tidak menyangka jika seseorang itu adalah gadis cantik bernama Luna yang saat ini berdiri di belakang Leon.
Simon berdiri di belakang kolega penting itu menerobos kerumunan segera menghampiri Hana yang terlihat sedih dengan air mata buaya betina yang mulai menetes, dia pun langsung memeluk putrinya. Abby dan Silvia lebih memilih melihat dari jauh, mereka kapok di jadikan kambing hitam oleh Hana.
“Sayang kamu kenapa? Siapa yang telah membuatmu menangis seperti ini?” Tanya Simon membelai kepala putrinya, dengan sedikit berbisik Hana memberi tahu jika ini bagian rencananya agar pertunangannya dengan Leon tidak jadi di batalkan.
Hana tahu jika keluarga Willson terutama Raymond (Daddy Leon) tidak akan senang dengan pemberitaan miring tentang keluarganya menjadi konsumsi khalayak ramai,
“.... Jika om Raymond tahu pemberitaan ini, pastinya dia tidak akan membiarkan Leon memutuskan pertunangan kami. Sebaliknya dia akan menyuruh orang untuk menyingkirkan cewek ja**ng yang sekarang berada di belakang Leon” bisik Hana yang berakting menyedihkan. Mendengar rencana putrinya dia pun mendukung dengan berakting sempurna di depan semua orang,
__ADS_1
“nak Leon jadi kebenaran di balik niat kamu membatalkan pertunangan dengan Hana bukan karena kesalahan Hana tetapi karena perempuan di belakangmu itu?! Dan kamu malah memanfaatkan keadaan sehingga semua orang menyalahkan Hana dan merendahkannya” ujar Simon masih memeluk putrinya yang menangis sedih di dadanya.
Hadeuuuh... Drama apa lagi si mak lampir cipta in, kenapa gue musti terlibat dalam drama hubungan mereka? Belum ni lagi para netijen yang masih aja getol-getolnya nge bully gue gumam Luna dalam hati dengan menggeleng-gelengkan kepala dan menghela nafas panjang.
Leon lalu menatap tajam ke arah Simon yang mendukung Hana dengan kebohongannya, Luna yang berada di belakang Leon melangkah keluar dari balik punggung pria tampan itu Sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
“yo... Cowok breng**k, kagak nyangka gue mantan tunangan lu hebat banget aktingnya. Sekarang semua orang pada nge hujat gue sebagai cewek pelakor lu” ujar Luna santuy, Leon menatap ke arah sampingnya sambil tangannya kembali melingkar di pinggang Luna.
“Aku sangat senang karena singa betina ku ini mengkhawatirkan ku, tenang saja My love... aku tidak akan membiarkan siapa pun menghujatmu. Kalo perlu mereka semua akan...” belum selesai Leon berbicara Luna langsung memotong,
“My Love?! (Menatap tajam ke arah Leon merasa tidak senang dengan panggilan itu) jangan pernah lu manggil gue dengan sebutan itu dan lagi seingat gue kagak pernah bilang setuju untuk jadian ama lu” ujar Luna kesal tingkat dewa, tangannya yang terlipat di dada berpindah memegangi tangan Leon yang menarik tubuhnya untuk lebih mendekat lagi.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...