Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 46


__ADS_3

Jason mendengar apa yang terjadi pada nonanya mendadak aura kegelapan menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Nona Luna tenang saja, aku pasti akan membantu nona” Ujar Jason dengan versi iblis membuat Kiandra ketakutan. Luna melihat ke arah Jason, senyuman iblis tersungging di bibir cantiknya.


“Kalo begitu, apa menurutmu yang bagus untuk membuat pria baji***n itu merasakan balas dendam ku?” Luna terlihat begitu menakutkan di mata Kiandra. Luna dan Jason tengah duduk berjongkok dalam menyiapkan siasat hukuman untuk Leon, dalam penglihatan Kiandra mereka berdua terlihat seperti iblis yang tengah mengasah golok besar sambil tertawa senang.


“ya Lun... itu kan bukan kesalahan idola aku juga lagi” ujar Kiandra duduk santai kembali menatap layar ponselnya.


“maksud nona Kiandra?” Jason menatap bingung Kiandra yang masih membela Leon.


“udah jelas idola breng**k kamu itu salah, masih aja di bela” ujar Luna kesal maksimal.


“baby ku yang cute, dengerin dulu hasil penyelidikan singkat dari detetif Kiandra. pertama dari CCTV yang aku liat, tuan Muda Leon jalan sedikit kepayahan bisa di simpulkan kalo ada yang menjebak dia, kedua lihat ini...” Kiandra memperlihatkan hasil temuannya di mana dari video CCTV itu Luna melihat Hana dan orang-orangnya sibuk mencari sesuatu.


“kalo melihat dari gerak gerik si mak Lampir. Aku merasa kalo dia lagi mencari si cowok breng**k itu,” ujar Luna melihat pergerakan Hana.


“ nah bisa di katakan orang yang menjebak idola aku itu si mak lampir, Aku rasa tuan Muda Leon demi menghindar dari ini cewek dia nggak sengaja masuk ke kamar kamu” ujar Kiandra membuat Luna berpikir cukup lama.


Kalo di ingat-ingat lagi, ntu cowok emang kelihatan aneh banget, dia juga bersembunyi dalam lemari. Kedatangan para pria berjas hitam itu juga.... Luna tampak berpikir cukup lama. Kiandra tersenyum nackal menatap sahabatnya yang tampak mulai tenang,


“kalo idola aku itu emang cowok breng**k dia pasti udah menghilang sebelum kamu bangun dan ninggalin kamu sendirian di sana, apa di saat kalian 'melakukannya', tuan muda ngomong kasar dan rendahin kamu?” ujar Kiandra lagi, Luna menatap ke arah Kiandra.


Di akui Luna memang benar Leon tidak mengatakan apa pun yang menyakitinya, Leon malah ingin bertanggung jawab pada nya. Wajah cantik Luna langsung memerah saat teringat dengan kejadian tadi pagi, hal itu pun tak luput dari penglihatan Kiandra.


“ayoo... kamu inget apaan tu?” ujar Kiandra tersenyum nackal. Luna langsung memegangi pipinya yang memerah, langsung berdiri melangkah pergi keluar dari ruang olah raga.


“nona... apa tidak jadi?” tanya Jason melihat bingung ke arah Luna yang menghilang di balik pintu. Dia ikut berdiri dari duduknya, begitu juga Kiandra yang lalu menepuk pundak Jason.


“udah lupain aja tuh rencana, kayaknya akan terjadi sesuatu yang menyenangkan sebentar lagi” ujar Kiandra ikut melangkah keluar dari ruang olah raga itu.

__ADS_1


Jason hanya menghela nafas panjang lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, dia segera merapikan sasana dan mulai membersihkan juga merapikan.


Leon, Adam, Hugo dan Alex kembali ke kediaman Willson, saat dalam perjalanan menuju kantornya Raymond menghubungi ponsel Leon dan menyuruhnya datang ke kediaman utama.


“sepertinya tu bokap kucing betina udah lapor ke bokap lu, cepat juga gerakan si bangko**n “ ujar Hugo duduk di samping Alex yang sedang mengemudi. Adam yang duduk di belakang tepat di samping Leon tersenyum smirk mendengar ucapan Hugo,


“tapi kita ada bukti yang akan membuat si bangko**n itu kagak berkutik lagi dan menurut gua Bokap lu kagak akan bisa menolak keinginan lu” ujar Adam melihat ke arah Leon yang diam sedari tadi. Pria tampan itu tengah menatap serius ke arah kartu mahasiswa yang di pegangnya, wajah cantik Luna yang di lihatnya tergambar pada foto culun itu.


Hugo memperhatikan Leon dari kaca spion yang masih diam belum menanggapi apa yang mereka bicarakan sedari tadi.


“Jiaaah si mon mon, malah asyik senyum-senyum sendiri di kira kita radio apa di dengerin tapi kagak di respon” Ujar Hugo masih melihat dari kaca spion.


Pemilik mata tajam itu menatap lurus ke kursi di depannya, di mana Alex tengah mengemudi, tatapan itu dapat di rasakan Alex yang mulai berkeringat dingin dan tersenyum canggung.


“Mon mon?!” ujar Leon saat mendengar Hugo memanggilnya mon mon.


Hugo meneguk ludahnya kasar, seolah baru tersadar dari kebiasaannya memanggil Leon Demon king.


“kenapa diam?” Ujar Leon menunggu jawaban dari Hugo.


“ntu.. mon.. mon.. itu.... maksud gua... itu...eee.. apa ya? Emang kita ngomongin apaan ya? Ini gua lagi di mana ya? ” ujar Hugo bersikap hilang ingatan sementara alias lupa.


Kening Leon semakin berkerut menatap sahabatnya yang langsung berubah sikap, Alex dan Adam tampak berusaha menahan tawa mereka.


“ehemm hem...” Adam tampak berusaha menahan senyumannya melihat Hugo yang tidak berkutik.


Sial** dah teman gua yang satu ini, bukannya nolongin malah ngetawain gua lagi gumam Hugo dalam hati melihat Adam yang berkali-kali punggung tangannya menyentuh hidung mancung miliknya, Dia terus berusaha untuk menahan tawanya.


Makanya kalo ngomong di pikirin dulu, bukan langsung nyablak gitu. Sekarang selamat dah hadapin si mon mon king gumam Adam dalam hati seolah menjawab ucapan Hugo.

__ADS_1


Tolongin gua napa... alihin tuh perhatian si demon king... gumam Hugo dalam hati seakan sedang berbicara dengan Adam.


Kagak mau gua, udah rugi besar gua gara-gara ikut ngomen yang kagak penting sewaktu masih di hotel tadi. Padahal proyek yang gua tangani itu punya profit yang sangat bagus, gara-gara ngikutin lu proyek itu malah di ambil alih ama si demon king, udah kapok gua gumam Adam kembali.


Dasar emang lu tidak berpripertemanan, seneng bener liat gua teraniaya... gumam Hugo menatap kaca spion sambil membesarkan matanya pada Adam yang tidak acuh.


Mereka berbicara menggunakan ilmu telepati yang mereka asah saat terus membicarakan Leon, kemampuan itu semakin berkembang di saat mereka mencela atau membicarakan tentang pria berwajah tampan itu.


Tidak berapa lama mobil Leon memasuki halaman kediaman Willson, mereka berempat segera turun dari mobil. Mata elang Leon melihat mobil Simon juga Hana yang terparkir di sisi samping halaman.


Leon melangkahkan kakinya menuju pintu masuk, di saat bersamaan kepala pelayan kediaman Willson membuka pintu dan mempersilahkan mereka berempat untuk masuk.


Mata Elang itu melihat Simon, Hana dan Cintia yang duduk di ruang tamu bersama dengan Raymond juga Anita. Wajah mereka tampak sangat serius,


“sorry dad, mo aku datang terlambat” ujar Leon menghampiri Anita yang tersenyum hangat padanya.


Mereka bertiga lalu duduk di sofa yang tersedia, sedangkan Alex duduk di kursi tepat di sudut ruang tamu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2