Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 97


__ADS_3

Luna tengah mengambil air putih dingin dan meminumnya, tidak lupa dia juga mengambil segelas air putih untuk Kiandra yang tengah mengecek kembali hasil informasi yang di dapat. Segelas air putih dingin di letakkan Luna tepat di samping Kiandra yang langsung di sambar dan di minum sampai habis oleh gadis manis itu,


“wow... wow... wow... slow aja Kia, jangan ke buru gitu. Ntar kamu bisa tersedak, beb” ujar Luna melihat sikap Kiandra yang terburu-buru, matanya memberi syarat pada Luna untuk melihat ke arah laptop di depannya. Kiandra menikmati sensasi kesegaran dari air putih yang di minumnya, sudah sedari tadi kekeringan mendera kerongkongannya. Sikap Kiandra seperti seorang musafir yang mengembara di padang pasir dan berhari-hari tidak menemukan air.


Luna hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Kiandra. Dia kemudian memperhatikan layar laptop yang ada di hadapan Kiandra, membaca dan mengingat setiap detail informasi yang di dapat Kiandra. Mata cantiknya meneliti dengan seksama informasi itu,


“ ooo... jadi drama penculikan Kaila adalah ulah dari mantan calon mertuanya Leon” ujar Luna melihat beberapa nama Simon dalam riwayat panggilan telepon dan beberapa pesan singkat dalam ponsel Bobby.


“haaahh... leganya... (menatap terkejut ke arah Luna) maksudnya Lun? Kenapa kamu malah bilang ini semua ulah dari bokapnya ntu mak lampir?” Kiandra tampak kebingungan mendengar pernyataan Luna. Pemilik mata biru itu menatap Kiandra yang duduk di sampingnya,


“kamu liat aja daftar riwayat panggilan dan beberapa pesan ini, semuanya berasal dari satu nomor yang udah jelas milik bokapnya si Hana. Kemungkinan motif dari drama penculikan adalah balas dendam karena Leon memutuskan pertunangan dengan Hana” jelas Luna sambil membaca informasi lainnya. Entah kenapa hati Kiandra tidak setuju dengan pernyataan Luna,


“hmm.... tapi aku merasa masih ada yang mengganjal. Jika hanya gara-gara pertunangan di batalkan, kenapa harus Kaila yang di culik? Seharusnya jika mereka mau ni, mereka bisa aja nyulik kamu atau lebih ekstrimnya nyulik Leon buat maksa melanjutkan pernikahan, bukan?!”


“nyulik Leon sama aja mereka nganter nyawa sendiri dengan percuma, penjagaan dari body guardnya aja ngalahin penjagaan dari pangeran mahkota. Kalo buat nyulik aku.... hmmmm... “ Luna terdiam sejenak dalam pikirannya.


Benar juga kata Kia, jika hanya gara-gara masalah pertunangan. Mereka tidak harus melibatkan putri bungsu keluarga Leon, dengan nyulik aku atau lebih lebih parahnya buat aku menghilang bakalan mudah buat mereka mencapai tujuan. Tapi... mereka malah berani buat nyulik Kaila dengan penjagaan yang lebih kurang sama dengan Leon, hmmmm ini sangat aneh, kenapa bokapnya Hana mau bekerja sama dengan Bobby dan... eh bentaran... gumam Luna dalam hati mengingat sesuatu. Kiandra mengalihkan pandangannya dari laptop menatap ke arah Luna yang melamun, di saat bersamaan Jason masuk dari pintu samping kitchen setelah memarkirkan mobil sport Luna di garasi sederet dengan mobil mahal lainnya.


Jason berada di kitchen menyiapkan makanan bagi para gadis cantik yang tengah duduk di ruang makan. Ruang makan itu hanya berbatas sebuah meja kitchen set yang di gunakan Jason untuk menyiapkan bahan-bahan. Sesekali mata dan telinga Jason mendengar pembicaraan Luna juga Kiandra,


“ yeee... malah bengong,” ujar Kiandra membuyarkan lamunan Luna.


“kagaklah Kia, aku Cuma kepikiran dengan apa yang kamu bilang. O ya Kia apa kamu berhasil menangkap wannabe yang mengirimkan email spam itu? ” ujar Luna kembali menatap ke arah laptop Kiandra.


“huh... kagak Lun, yang ada malahan gatot saat ada insiden di bandara tadi”

__ADS_1


“gatot, maksud kamu?”


“ ya gitu, sewaktu aku mau ngejar wannabe ntu, mendadak aja beberapa petugas bandara terlihat panik dan berseliweran di mana-mana Trus.... ” jari jemari Kiandra tampak bermain di atas layar datar tabletnya.


“ni kamu liat aja ndiri” Kiandra menekat sebuah rekaman video menampilkan suasana di dalam bandara, terlihat beberapa petugas yang mengangkut beberapa orang dengan tandu dalam kondisi yang di ketahui Luna tidak lagi bernyawa.


“dari yang sempat aku dengar, para petugas itu mengevakuasi jenazah body guardnya Kaila. Bisa di pastikan jika mereka semua tidak ada yang selamat, trus saat aku akan mencari jejak wannabe itu jadi gatot karena drama penculikan Kaila ” ujar Kiandra dengan matanya terfokus pada layar laptopnya. Tidak berapa lama informasi tambahan lainnya di dapat dan segera di perlihatkan pada Luna oleh Kiandra.


“Lun... sepertinya permasalahan ini nggak hanya semata karena pertunangan Hana yang di batalkan” ujar Kiandra menunjukkan informasi tambahan, dia bertindak cepat dengan membajak akun dan semua yang bersangkutan dengan Simon ayah Hana.


Beberapa informasi penting pun di dapat Kiandra dari ponsel Simon yang sudah dii bajak Kiandra secara diam-diam, tentu saja semua tindakan yang di lakukan Kiandra tidak akan di sadari oleh Simon. Luna membaca informasi yang menarik perhatiannya,


“Kia, cari info dari nomor ponsel ini” Luna menunjuk sebuah nomor yang terlihat beberapa kali muncul di list ponsel Simon. Jari jemari Kiandra kembali menari cantik di atas tombol laptopnya,


"Lun... ternyata amatiran yang kita kejar berhubungan dengan Bokapnya ntu cewek lampir, jadi bisa di bilang dia dalang otak dari semua kejadian ini. Sebaiknya kita hati-hati juga waspada, bisa jadi ini jebakan” Kiandra tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan Luna.


Mata biru cantik itu menatap layar laptop cukup lama, Luna melihat beberapa kasus yang melibatkan Bobby target mereka.


Jason telah selesai menyiapkan makanan untuk para gadis cantik itu, dia pun menghidangkan di atas meja makan di mana Luna dan Kiandra yang sedang fokus dengan pekerjaan.


“nona... sebaiknya anda mengisi perut terlebih dahulu,” ujar Jason menata beberapa makanan di atas meja. Aroma membangkitkan selera segera menyebar di hadapan mereka, mata Kiandra berbinar-binar saat mencium aroma harum masakan Jason. Luna menatap makanan di atas meja itu, perlahan aroma makanan tercium olehnya.


“uuuugh.... mmmhpp....mmmpph” Luna merasakan perutnya sangat mual dan ingin muntah. Dia segera bangkit dari tempat duduknya berlari menuju wastafel di kitchen. Luna pun memuntahkan semua isi perutnya ke dalam wastafel itu,


“hueeeek.... hueeek...” Kiandra dan Jason segera menghampiri Luna dengan tatapan khawatir.

__ADS_1


“Nona... anda tidak apa-apa?” Jason segera mengambil segelas air putih hangat. Kiandra membantu Luna menepuk-nepuk lembut sambil mengurut pelan punggungnya, dia juga membantu memutar keran wastafel.


“kamu kenapa Lun? Kok mendadak muntah kek gini? Kamu sakit?” tanya Kiandra khawatir dengan kondisi Luna.


Air mengalir segera di tampung dengan sebelah tangan oleh Luna dan dia pun berkumur-kumur berkali-kali, setelah itu sebelah tangan Luna menyeka air di mulutnya. Jason menyodorkan air putih pada Luna yang langsung di minumnya,


“aku nggak apa-apa, mungkin karena akhir-akhir ini sibuk dengan skripsi juga pekerjaan membuatku sering terlambat makan. Jadinya begini” ujar Luna sambil melangkah menuju meja makan dengan di bantu Jason dan Kiandra.


Aroma makanan itu kembali tercium oleh Luna, bukan rasa mual atau pun perasaan ingin muntah yang di rasakannya. Perut yang sedari tadi belum terisi sudah berdemo meminta jatah untuk segera di isi.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2