
“hi Mylo... apa kamu menjadi anak baik di sini?” Luna membelai lembut kepala cheetah jantan yang di beri nama Mylo. Dia mengarahkan kepala dan tubuhnya berharap di belai oleh Luna.
Mylo bertingkah seperti puppy yang sedang lincah-lincahnya, bergerak ke sana ke mari untuk mengambil perhatian Luna. Dia menggeram lembut kembali membaringkan tubuhnya di samping Luna dengan sebelah kakinya memegangi tangan kiri Luna, seolah di meminta untuk di perhatikan juga.
Sepasang Singa di hadapan Luna juga tidak mau kalah, mereka juga bertingkah untuk di perhatikan juga.
“Zeus... Hera...” panggil Luna pada sepasang singa itu yang membelai kepalanya ke arah kepala Luna. Pemandangan itu di pandang takjub oleh para pekerja baru, binatang buas itu terlihat sangat jinak pada perempuan cantik yang sama sekali belum mereka kenal siapa namanya.
Pemandangan yang hanya mereka lihat dii tayangan televisi kini secara langsung dapat mereka lihat, beberapa pria bersetelan coklat dengan celana loreng coklat menghampiri Luna dan para binatang buas itu.
“nona besar...” sapa ramah para pria itu. Mereka lalu memasang tali rantai pada bagian dada Hera, Zeus dan Mylo, saat salah seorang pria itu akan mengenakan rantai pada Ratu binatang buas itu langsung menggeram kesal.
RRRROOOOOAAAAR....
Kuku kakinya yang tajam melayang cepat menghalau tangan pria itu, dengan sigap pria itu menghindar bergerak ke sisi kanan. Luna dengan sigap menghalangi aksi Ratu yang hendak menyerang kembali, para maid baru berteriak ketakutan melihat aksi Ratu. Mylo, Zeus dan Hera ikut bertindak beringas terpancing oleh tingkah Ratu, mereka menggeram dan mengeluarkan suara auman yang menggelegar.
“Ratu... hei... hei... hei.. tenang sayang” ujar Luna sambil mengusap kepala Ratu menenangkannya, Baron menghampiri Luna dan Ratu dengan tatapan tajam. Zeus, Hera dan Mylo mencoba membebaskan diri, mereka hendak kembali mendekat ke arah Luna.
“jangan banyak tingkah” ujar Baron membuat Zeus, Hera juga Mylo menunduk dan bersembunyi di belakang para pelatih mereka. Ratu bersikap masa bodoh dan mengabaikan tatapan tajam dari Baron, dia lebih memilih bermanja pada Luna yang sudah seminggu tidak di jumpainya.
Para pekerja baru termenung saat Baron memarahi para binatang buas itu, seperti orang tua yang memarahi anak-anaknya saat berbuat kesalahan. Baron mengode ke arah para pelatih untuk membawa para Binatang buas itu kembali ke kandang mereka masing-masing, salah satu pelatih melihat ke arah Ratu yang berdiri di samping Luna.
“maaf nona besar, saya akan membawa Ratu kembali ke kandangnya” ujar pelatih itu ingin membawa Ratu. Luna melihat mata Ratu yang berwarna hijau menyala, matanya memberi tahu jika dia tidak berpisah dari tuannya. Gadis cantik itu menghela nafas dan mengerti dengan tatapan binatang kesayangannya, dia lalu melihat ke arah pelatih itu.
“biarkan dia bersamaku malam ini, jika memaksanya bisa-bisa dia akan mengamuk lagi” Luna mengelus kembali kepala kucing besar itu. Para pelatih itu memberi hormat pada Baron dan Luna, lalu mereka membawa para binatang buas lainnya menuju ke arah kandang hewan.
__ADS_1
“kamu terlalu memanjakannya” Baron menatap ke arah Ratu yang duduk di samping Luna berdiri.
“Ojisan...(membelai kepala Ratu) sebaiknya sekarang kita masuk atau nanti kita berdua akan mendapat masalah” ajak Luna sambil menggandeng tangan Baron.
Teringat dengan istrinya yang sudah menunggu sedari tadi, Baron dengan patuh mengikuti ajakan Luna. Mereka melewati Anne dan para pekerja baru yang sedikit membungkuk memberi hormat, Baron dan Luna berhenti sejenak menatap ke arah mereka.
“selamat malam tuan Besar” ucap mereka serentak. Baron menatap ke arah mereka semua,
“Mereka semua adalah pekerja baru sesuai dengan perintah anda, Tuan besar” Anne memperkenalkan para pekerja baru pada Baron dan Luna.
“hmmm... Bekerjalah dengan baik, jika ada kendala atau apa pun tanyakan pada Alberto dan Anne” ujar Baron berlalu pergi, Luna menatap ke arah para pekerja baru itu dengan teliti. Ratu yang berjalan di samping Luna mengikuti apa yang di lakukan tuannya, dia bahkan mengendus mencoba membaui para pekerja itu tanpa mendekati mereka.
Rasa ngeri dan ketakutan tampak jelas dari raut wajah mereka, Luna membelai Ratu yang mendekatkan kepalanya.
Para pekerja dan Anne kembali membungkukkan tubuh mereka memberi hormat, ada rasa penasaran dalam diri mereka tentang perempuan cantik yang menyapa mereka.
“nona Anne, siapa perempuan yang datang bersama dengan Tuan besar?” tanya salah seorang pekerja penasaran tingkat dewa.
“Nona itu (melihat ke arah Luna yang berjalan di samping Baron) dia nona besar di kediaman ini, cucu tunggal dari tuan dan nyonya besar Nona Luna. Aku tahu masing-masing dari kalian semua merasa sangat penasaran, besok sebelum memulai pekerjaan aku dan tuan Alberto akan menjelaskan tentang kediaman utama juga keluarga inti. Sebaiknya kalian semua beristirahat, mari” Anne kembali mengantar mereka menuju wisma milik para maid dan pekerja pria, Masing-masing mereka masih terlihat penasaran dan kagum dengan pemandangan tadi.
Alberto membukakan pintu untuk Baron dan Luna, mata biru gadis cantik itu tampak berbinar-binar saat melihat perempuan setengah baya menyambutnya. Soo He tersenyum senang sambil merentangkan tangan ke arah cucu kesayangannya,
“Obachan...” Luna menghampiri Soo He sambil memeluk erat.
“Ooo cucu kesayangan ku... Sudah begitu lama kamu tidak pulang ke rumah...haaa” Soo He terkejut saat melihat Ratu berdiri di samping Luna.
__ADS_1
“ke.. kenapa dia ada di sini?” raut wajah Soo he terlihat kesal menatap Ratu yang tengah menjilati kaki tanpa menghiraukan sekelilingnya. Ratu menguap memperlihatkan taring-taringnya yang tajam, Luna menggelengkan kepala dan menghela nafas panjang. Dia sudah sangat tahu alasan Soo He terlihat kesal dan marah pada Ratu,
“yang mana?” tanya Luna.
“ guci dari dinasti Meiwa,” ujar Alberto yang mendekat ke arah Lu dan memberi tahunya perihal Guci mahal berharga ratusan miliar yang di beli Soo He dalam acara pelelangan. Luna mengambil ponsel di dalam tas kecil yang di pegangnya, dia membuka sebuah aplikasi yang tertera di layarnya.
Layar ponsel milik Luna di perlihatkan ke arah Soo He yang masih terlihat kesal, sebuah bukti transaksi dengan nominal fantastik masuk ke dalam akun bank milik Soo He. Raut wajah Soo He berubah seketika, dia segera mengecek akun bank miliknya dari ponsel.
“senang berbisnis denganmu sayang!!” senyuman hangat tersungging di bibir Soo He merasa senang. Luna hanya bisa menghela nafas saat melihat pundi-pundinya yang berkurang banyak, dia lalu melihat Ratu yang balas menatapnya dengan tatapan tidak bersalah.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1