Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 60


__ADS_3

“Ajim... sakit tangan Gue, keras benget pipi lu? ” ujar Kiandra menatap kesal ke arah Silvia, Hana dan Abby.


“ya tentu aja sakitlah, secara yang kamu pukul barang plastik murahan untuk mengoplas tu muka” ujar Luna berkomentar pedas sepedas cabai.


“Pe**n brengsek...” Hana hendak membalas tamparan ke arah wajah Kiandra. Tangannya melayang di udara segera di tangkap oleh Luna dengan menatap tajam ke arah Hana cs, pegangannya di pergelangan tangan Hana menguat dan memberikan rasa sakit pada Hana.


“Aaa...aaa...aaaw...sakit...sakit... lepasin tangan gue Lon**” Hana merintih kesakitan sambil sedikit membungkukkan badannya untuk menahan rasa sakit di tangannya. Luna memegang kuat hingga Hana merasakan sakit yang teramat pada pergelangan tangannya.


“ayolah Kia... Kan udah aku bilang nggak usah ladenin ni kumpulan mak lampir. Attitude mereka ini lebih rendah dari Pe**n. Mereka yang sebenarnya Lon** malah teriak lon** ke orang lain” Sindir Luna Menatap rendah pada Hana cs.


"Maling teriak maling, sendirinya lebih dari Lon**" ujar Kiandra menatap ke arah Silvia dengan penuh arti.


“Breng**k pe**n sia**an” Abby pun hendak memukul Luna, namun dengan keahlian Luna menggunakan kaki jenjangnya membuat Abby gadis yang sedikit gemoy terjatuh di lantai dengan posisi tengkurap. Wajah Abby tepat berada di hadapan kaki Luna dan Kiandra,


“eh...eh... Belum juga kita ngasih pelajaran attitude, lu malah Bersujud di depan kita. Bikin kita-kita kagak enak hati jadinya" ujar Kiandra membuat Abby semakin kesal. Dia hendak bangun namun terhalang karena kaki Luna yang sengaja menginjak scraf sutra mahal yang melingkar di lehernya.


***


Sarah dan Dion baru saja datang melangkah masuk ke dalam gedung kampus, mereka berdua terheran-heran saat melihat kerumunan orang serta komentar negatif yang berdengung kencang.


“salah nyari musuh tu cewek”


“kagak nyangka gue cewek culun dan cupu bisa sekeren itu. Pastinya ntu cewek-cewek bakalan kapok nyari masalah ama dia”


Beberapa komentar dari para mahasiswa sampai di telinga Sarah dan Dion.


“cewek cupu?!”


“cewek culun?!”


Mereka berdua serempak menyebutkan ciri-ciri Luna yang dulu,


“kayaknya anak-anak kemaren ni kagak puas dan mencari gara-gara dengan Luna” ujar Sarah menebak tepat jika Hana mencari masalah dengan sahabatnya.

__ADS_1


“ayo kita ke sana dan tolong dia” ajak Dion melangkah menuju kerumunan itu, mereka berdua memaksakan diri dengan menyelinap di antara kerumunan.


Mata Dion dan Sarah terbuka lebar saat melihat Kiandra yang berdiri tepat di hadapan Hana cs. Raut wajah Hana terlihat kesakitan, Abby masih berada di atas lantai dengan posisi tengkurap dan Silvia sebelah tangan memegangi pipinya berusaha membantu Abby.


Mereka semakin terkejut saat melihat gadis berparas cantik dan terlihat familiar oleh mereka,


“Sar... kamu liat cewek ntu.. kok terlihat familiar ya?” Bisik Dion pada Sarah.


“bukan hanya itu, Kiandra juga ada di sana. Biasanya kalo ada Kiandra pastinya ada Lu..


na...” bisik Sarah kembali pada Dion. Mereka terus menatap heran ke arah Hana cs, Kiandra dan perempuan asing itu.


“Pe**n si**an, lepasin teman-teman gue” teriak Silvia kesal. Luna menatap dingin dan tajam ke arah Silvia yang langsung terdiam, tidak hanya Luna saja Kiandra menghampiri Silvia yang bersimpuh di sebelah Abby. tatapan Kiandra begitu dingin dan dapat membekukan apa saja, perlahan di mendekatkan wajahnya ke telinga Silvia.


Kiandra membisikkan sesuatu di telingan Silvia membuat wajah gadis itu pucat pasi, senyuma licik tergambar di wajah cantik Kiandra yang memilih menghampiri Luna.


“Lun... gi mana kalo kita bikin mereka nggak bisa ngomong lagi. Apa lagi mereka semua udah bikin...” ucapan Kiandra tidak terlalu di dengar oleh Sarah dan Dion yang tampak shock.


Mereka sama sekali tidak menyangka jika sahabat mereka yang terkenal aneh, culun dan cupu memiliki paras yang cantik, body perfeck juga mata yang indah.


“ Sarah...”


“Dion”


Luna dan Kiandra serempak memanggil nama sahabat mereka, perempuan cantik itu melepaskan pegangan tangannya pada Hana dan pijakan kaki pada scraf Abby.


“hai guys...” ujar Kiandra menggandeng tangan Luna untuk menghampiri Sarah dan Dion yang berdiri di antara kerumunan mahasiswa lainnya.


“gue bakalan balas apa yang udah lu lakuin, Tunangan gue bakalan bikin hidup lu menderita” ancam Hana menjadikan Leon sebagai perisainya. Langkah Luna terhenti saat mendengar ancaman Hana, dia membalikkan tubuhnya menatap perempuan yang sedang meringis kesakitan. Tangan kiri Hana memegangi pergelangan tangannya yang memerah.


Luna menatap prihatin pada Hana yang masih menganggap dirinya tunangan dari Leon,


“Lebih baik lu segera bangun dari mimpi lu, ‘Tunangan?!' lu pikir ancaman kekanak-kanakan itu bakalan bikin gue takut?!” Ujar Luna memandang dengan mengintimidasi Hana.

__ADS_1


“lu boleh sombong sekarang, sebentar lagi lu bakalan di bikin ancur ama tunangan gue dan di DO fari kampus ni “ ancam Hana kembali.


Luna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan kepercayaan diri Hana yang masih menganggap dirinya Tunangan Leon.


“Kia, lebih baik kita masuk kelas. Kagak usah ladenin cewek halu ini, kalo kita masih di sini yang ada kita bakalan ikut halu bareng ni cewek” ajak Luna pada Kiandra yang memilih pergi menuju kelas mereka. Dion dan Sarah juga mengikuti mereka berdua dari belakang.


“apa lu bilang?! Dasar lon** an**ng, liat aja gue bakalan bikin lu nangis darah” Hana tampak kesal, masih menahan rasa sakit di tangannya. Silvia pun membantu Abby untuk berdiri, tangan Abby membersihkan bajunya yang terkena kotoran. Hana menatap ke arah Silvia yang terlihat pucat pasi,


"lu kenapa kayak orang ketakutan gitu? apa yang di katakan ama cewek sia**n itu ke elu?" tanya Hana pada Silvia.


"kagak.... dia kagak nngomong apa-apa" kilah Silvia mengalihkan pandangannya pada para mahasiswa.


Wajah mereka bertiga terlihat sangat kesal dan dongkol, tidak berapa lama terdengar bunyi notifikasi dari semua ponsel para mahasiswa dan mahasiswi. Masing-masing mereka lalu mengeluarkan ponsel dan membaca berita yang tersebar di dunia maya. Mereka sesekali menatap ke arah Hana dan mulai membicarakan Hana cs.


Mereka memandang rendah dan mulai bergosip membuat Hana cs penasaran tingkat dewa. Abby, Silvia dan Hana meraih ponsel mereka masing-masing, mata mereka terbuka besar saat membaca berita penting yang beredar di jagat maya.


***


Mobil mewah milik Leon memasuki pelataran perusahaan Alden, penampilan Leon benar-benar membuat kaum hawa ketar ketir. Buah baju kemejanya bagian atas terbuka, dasi yang di gunakan untuk mengikat tangan Luna di simpannya dalam saku jas. Kaki Leon yang panjang melangkah melewati lobi perusahaan besar itu. Karyawan perusahaan menyambut dan memberi hormat dengan membungkukkan sedikit tubuh mereka.


Leon dan Alex kini berada di depan lift khusus untuk Leon, sebelah tangan Alex menekan tombol di dinding samping lift. Pintu lift terbuka, Leon dan Alex masuk ke dalam lift itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2