Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 182


__ADS_3

Hyuna melihat Luna yang melangkah ke arah ruang makan,


“mommy...” panggil Hyuna yang langsung turun dari kursi dan berlari menghampiri Luna, perempuan cantik itu langsung menggendong putri sambil mencium pipinya.


“selamat pagi princess,” sapa Luna yang kembali melangkah ke ruang makan bersama dengan Hyuna.


“Pagi grandpa” sapa Luna pada Hans, dia lalu mendudukkan Hyuna di kursi tepat di samping kanan Hans. Dia lalu duduk di samping kanan Hyuna sambil menatap heran ke arah Matthew yang wajahnya memerah,


“selamat pagi Luna,” ujar Hans.


“kamu kenapa sayang? Wajahmu sampai memerah begitu?” tanya Luna khawatir, belum sempat Matthew berbicara Hyuga langsung menjawab pertanyaan mommynya.


“daddy tadi tersedak mommy, karena aku bertanya tentang suara yang aku dengar kemarin dari dalam kamar mommy dan daddy” ujar Hyuga polos.


“suara? Suara apa?” tanya Luna dengan raut wajah bingung, Hyuga dengan lancar langsung menceritakan tentang apa yang di dengarnya semalam dari kamar mereka berdua. Hans menahan tawanya melihat Matthew dan Luna yang kebingungan akan menjawab pertanyaan Hyuga, pipi Luna terlihat merona seperti mengenakan blush on yang sangat tebal.


“suara apa itu mommy?” tanya Hyuga penasaran membuat Luna gelagapan.


“it.. itu... itu hmmm... itu” Luna terlihat berusaha mencari alasan agar rasa penasaran Hyuga yang besar teratasi.


“se... semalam mommy dan daddy membicarakan pekerjaan penting, lalu suara aneh yang kamu dengar itu... hmmm suara tepukan tangan mommy yang senang” ujar Matthew memberi alasan.


“cenang... cenang cenapa mommy?” tanya Hyuna penasaran.


“senang... senang karena perkerjaan daddy kalian sudah selesai” ujar Luna.


“daddy selalu menyelesaikan pekerjaannya, tapi mommy tidak pernah bertepuk tangan seperti semalam” ujar Hyuga.

__ADS_1


“mommy kalian terlalu senang saat daddy mengatakan akan mengajak kita semua pergi liburan ke luar negri” ujar Matthew menatap ke arah Luna.


“liburan?! Bukannya sudah biasa kita liburan ke luar negri, kenapa mommy begitu senang dan....” ucapan Hyuga langsung di potong oleh Hans begitu saja.


“Hyuga... Mommy dan daddy mu melakukan pembicaraan penting tentang pekerjaan juga hal lainnya, lebih baik sekarang kamu habiskan sarapan mu” ujar Hans lembut, Hyuga terlihat ingin kembali bertanya tapi di urungkan saat melihat tatapan lembut kakek buyutnya.


“ mommy, pembicalaan penting daddy dan mommy tentang daddy Leon? “ tanya Hyuna menerka – terka tentang ‘pembicaraan’ yang di maksud, seketika Luna menatap ke arah Hyuna yang membalas menatap dengan tatapan polosnya.


“ Daddy? Leon?! Apa maksud kamu Hyuna?” tanya Luna dengan raut wajah tidak senang.


“Lunaaa...” panggil Matthew membuat Luna mengalihkan pandangan ke arahnya.


“apa maksud Hyuna tentang Ba... “ ucapan Luna terhenti saat Matthew mengode dengan menggelengkan kepalanya, matanya menuntun Luna menatap ke arah si kembar. Rasa amarah dan kebencian yang sempat berkecamuk saat mendengar nama Leon di tahan oleh Luna saat melihat kedua wajah polos si kembar, Matthew memegang tangan Hans mengode pada kakeknya untuk membawa si kembar agar dia bisa berbicara berdua dengan Luna.


Hans menatap ke arah kedua cicitnya sambil tersenyum hangat,


“Tapi.... “ Hyuga terlihat sangat ingin berbicara, namun tatapan lembut Hans membuat Hyuga mau mengikuti ajakan kakek buyutnya.


Hyuna dan Hyuga turun dari kursi lalu masing – masing mereka memegang tangan Hans, mereka lalu bersama – sama pergi menuju taman halaman belakang. Luna menatap ke arah Matthew dengan pandangan tidak senang,


“kenapa anak – anak bisa menyinggung nama baj*ng*n itu?” tanya Luna marah, Matthew bangkit dari tempat duduknya dan duduk di samping Luna. Tangannya menggenggam tangan perempuan cantik itu,


“Luna... aku mohon kamu tenanglah lebih dulu ... aku akan menjelaskan semuanya” ujar Matthew menenangkan Luna.


“bagaimana bisa aku tenang, Matthew. jika mereka berdua... “ ucapan Luna terhenti saat bibir Matthew mendarat lembut di bibirnya, serangan ciuman lembut itu membuat Luna tidak siap. Ke dua tangan kekar Matthew menarik pinggang ramping Luna hingga kini berada sangat dekat dengannya, tubuh mereka nyaris berdekatan tapi terhalang oleh kedua tangan Luna yang berada di dada bidang Matthew.


Ke dua tangan Luna sedikit mendorong tubuh Matthew membuat ciuman hot itu terhenti, Mata Matthew yang sempat terpejam menatap lembut pada perempuan pujaan hatinya. Luna terlihat sangat bad mood, pipinya terlihat menggembung tidak senang.

__ADS_1


“sayang... kamu jangan marah dulu... aku memiliki alasan untuk menceritakan apa yang terjadi pada anak – anak” ujar Matthew membelai lembut wajah Luna yang terlihat sangat tidak senang.


“tapi tidak seharusnya Maaatthew... “ perkataan Luna terhenti dan sedikit mengeraskan suaranya saat Matthew dengan sigap menarik tubuh Luna dan mendudukkan di pangkuannya, Luna memperlihatkan raut wajah tidak senang berbeda dengan hatinya yang sangat menyukai cara Matthew meredam kemarahannya.


“ sayang... aku tahu kamu sangat marah, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Kemarin Sewaktu anak – anak menjemputku di Bandara, Hyuna tidak sengaja menabrak nyonya Willson... “ Matthew lalu menjelaskan apa yang terjadi di bandara, Luna terlihat berkali – kali ingin berbicara namun dia kembali terdiam saat Matthew dengan caranya mampu menenangkannya.


“... anak – anak kita sangat pintar, Hyuga bahkan bisa mendapat informasi tentang kejadian lima tahun lalu dengan sangat mudah. Sebelum anak – anak salah mendapat informasi dan hasutan dari pihak yang tidak senang, tanpa izin dari mu aku terlebih dahulu menjelaskan tentang jati diri mereka. Maafkan aku sayang, seharusnya aku terlebih dahulu membicarakan hal ini pada mu tapi... “ Matthew mengakhiri penjelasannya, Luna menatap dalam ke arah pria tampan itu.


Perasaan cinta di hatinya semakin besar saat mendengar perkataan Matthew perihal si Kembar, ke dua tangan Luna memegang wajah Matthew.


“terima kasih Matthew... kamu selalu ada untuk ku dan anak – anakku. Kamu bahkan.... “ Ucapan Luna terhenti saat jari telunjuk tangan Matthew mendarat lembut di bibirnya.


“ Anak – anak kita sayang, mereka adalah prince dan princess keluarga kita” ujar Matthew lembut semakin membuat kupu – kupu beterbangan di hati Luna.


“kenapa kita tidak bertemu lebih dulu? Kenapa aku harus bertemu dengan keluarga baj*ng*n yang sudah menghancurkan kebahagiaan keluargaku?” Luna terlihat emosional, matanya terlihat berkaca – kaca saat teringat dengan kejadian yang telah lampau.


“heiii sayang... semua sudah berlalu, saat ini kita sudah bahagia bersama anak – anak kita. Aku tahu rasa sakit yang kamu rasakan, tapi demi anak – anak kita sudah saatnya kamu berdamai dengan masa lalu “ bujuk Matthew membuat Luna menatap ke arahnya, raut wajah Luna kembali terlihat tidak senang. Dia bangkit dari pangkuan Matthew dan hendak pergi, namun langkah Luna terhenti saat merasakan tangannya yang di pegang oleh pria tampan itu.


“Luna... Sayang” panggil Matthew lembut membuat Luna menatap tajam ke arahnya.


“tidak Matthew... aku tidak bisa berdamai dengan mereka yang sudah menghancurkan segalanya” ujar Luna melepaskan tangan Matthew dan memilih kembali ke kamarnya.


Matthew menatap punggung Luna yang pergi begitu saja,


Lima tahun telah berlalu, Luna ... tapi sepertinya perasaan mu untuk dia masih sangat dalam gumam Matthew dalam hati dengan raut wajah sedih.


Maafkan aku sayang, tapi rasa dendam di hatiku masih belum bisa di padamkan gumam Luna dalam hati menatap tajam lurus ke depan dan memancarkan aura membunuh.

__ADS_1


__ADS_2