Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 135


__ADS_3

Tua bangka itu sudah tidak akan mampu lagi, aku yakin saat ini dia sibuk dengan peliharaannya di luar sana gumam Cintia menggerutu dalam hati. Hana tengah berbicara dengan seseorang di ponselnya,


“................”


“iya gue putrinya, lo siapa?”


“....................”


“APA?!!! LO JANGAN ASAL NGOMONG, GUE BISA NUNTUT LO DENGAN TUNTUTAN MEMBERI INFORMASI PALSU” ujar Hana kesal saat mendengar sesuatu di ponselnya. Matanya terbelalak saat seseorang di seberang sana memberi tahu sebuah kenyataan yang tidak bisa di percayai olehnya,


“....................”


“APA?!!! NGGAK... NGGAK... NGGAK MUNGKIN... NGGAK MUNGKIN .... “ ujar Hana tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ponsel yang di pegangnya terjatuh di lantai, kedua tangannya memegang kepala dan meremas kuat rambutnya. Hana jatuh terduduk di lantai yang dingin, tergambar jelas raut wajah shock, panik dan cemas di wajahnya.


Cintia menatap heran ke arah Hana yang bersikap aneh, dia lalu berdiri dari ranjang dan segera menghampiri putrinya yang terlihat shock.


“aaaaaaaa..... aaaaaaaa.... aaaaaaa” teriak Hana shock.


“Hana... Hana... Hana kamu kenapa?“ panggil Cintia memegang kedua lengan Hana dan berusaha menenangkannya.


“aaaaaa...... aaaaaa.... AAAARRRGGHHHH” Hana benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya, Cintia sedikit kewalahan menghadapi putrinya yang terlihat histeris.


“Hana... Hana... Hana... tenanglah... tenanglah sayang “ ujar Cintia, dia mendengar suara dari ponsel Hana yang tergeletak di lantai.


Teriakan histeris Hana membuat maid dan para Body guard di rumah itu mendekat ke dan berdiri tepat di depan pintu kamar utama.


“ada apa?” tanya salah seorang body guard yang penasaran.


“nggak tahu, tadi saat membersihkan vas ruang tengah aku mendengar teriakan histeris dari nona Hana”


“apa mungkin nona Hana tahu soal nyonya yang sering membawa masuk body guard baru itu ke dalam kamar ini?”

__ADS_1


“hush kamu jangan sembarangan bicara, apa kamu mau di pecat?"


" siapa yang bicara sembarangan, aku lihat kok dengan mata kepala ku sendiri jika body guard baru itu sering masuk ke kamar nyonya saat tengah malam”


“iya benar, aku juga pernah lihat itu body guard masuk ke kamar ini saat tuan tidak ada di rumah”


“tidak hanya nyonya saja, aku juga sering lihat tuan masuk ke kamar tamu saat teman-teman nona Hana menginap di sini”


Dengungan komentar negatif terdengar di antara para maid dan juga body guard yang bekerja di rumah mewah itu, para netijen sangat bersemangat saat membicarakan tuan mereka.


“Halo... Halo.... Halo... nona Hana... nona....“ terdengar suara dari si penelepon di seberang sana, tangan Cintia segera meraih ponsel itu dan lalu menggantikan Hana untuk berbicara.


“halo, siapa ini? Apa yang kamu katakan pada putri saya sehingga dia mengalami shock seperti ini?”


“maaf nyonya, anda siapa? Di mana nona yang sebelumnya berbicara dengan kami?"


"saya ibunya, anda siapa?”


“saya dari kepolisian setempat ingin memberi tahu jika suami anda bersama supirnya mengalami kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi jatuh ke jurang dan meledak, dapat di pastikan jika keduanya tidak selamat.....”


“mi...mami.... mami... bangun mi... bangun... maid... maid... “ Hana semakin panik saat Cintia belum tersadar dari pingsannya, para maid dan body guard yang berada di depan kamar segera berhamburan membuka pintu kamar itu.


“iya nona....” ujar mereka serentak saat pintu itu terbuka.


“ breng**k kalian ke mana saja, cepat bantu gue sekarang” bentak Hana yang panik juga kesal. Para maid dan body guad saling berpandangan satu sama lain, mereka terlihat enggan membantu Hana yang membentak mereka kasar.


“apa kalian semua beg* ato t*li? Kenapa masih saja berdiri di sana? cepat bantuin gue” bentak Hana kembali, para maid dan body guard merasa enggan membantu Hana juga Cintia setelah mendengar ucapan kasar darinya. Mereka menatap tajam dan menggerutu dalam hati ke arah Hana yang hanya diam juga tidak melakukan apa pun, mau tidak mau mereka membantu Hana mengangkat tubuh Cintia ke ranjang.


“lo, segera hubungi dokter sekarang?! Suruh datang ke rumah” perintah Hana pada salah seorang body guard. Maid lainnya membantu menarik selimut tebal di bawah kaki Cintia dan menyelimutinya, Hana menatap wajah pucat ibunya.


Raut wajah Hana terlihat sedih, panik, bingung dan shock semua bercampur jadi satu, Semua masalah seakan datang bersamaan menimpa keluarganya. Simon yang selalu melindungi dan mendukungnya sudah berada di dunia lain, perusahaan milik keluarga berada di ujung tanduk serta kondisi Cintia yang tengah hamil membuat Hana tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


***


Dokter keluarga Young Sun tengah memeriksa Raymond yang masih menahan rasa sakit di dadanya, stetoskop terpasang di telinga untuk memeriksa detak jantungnya. Luna dan Baron masuk ke dalam kamar tamu, Anita tengah duduk di samping kiri Raymond dengan Kaila berada di sampingnya sambil merangkul pundak untuk menenangkan. Wajah Anita terlihat cemas menatap kondisi suaminya yang terlihat kesakitan, Leon berdiri di ujung kaki ranjang terus memantau kondisi Raymond.


Luna menghampiri Leon dan berdiri tepat di sampingnya, tangannya menyentuh dan menggenggam tangan Leon membuat pria tampan itu mengalihkan tatapannya sejenak. Perempuan cantik itu seakan menyalurkan semangat dan kehangatan pada Leon,


“ kamu tenang saja, dokter akan merawat daddy dengan baik. Dia adalah dokter terbaik di bidangnya” ujar Luna menatap ke arah Leon lalu mengalihkan pandangannya pada dokter itu. Dia menyipitkan matanya ke arah Luna menatap kesal pada gadis itu, pada jas yang di kenakannya terpasang name tag dengan bertuliskan nama Reynold.


Dokter Reynold merupakan dokter lulusan terbaik dari universitas HV, dia tengah menjalani pendidikan untuk meraih gelar profesor di bidang yang di geluti. Dia di perkerjakan oleh Baron untuk menjadi dokter keluarga di kediaman keluarga Young Sun, bahkan Baron membangunkan sebuah klinik dengan fasilitas lengkap di bagian timur kediaman utama.


Aku sama sekali tidak senang mendengarnya, Cara dia memuji seakan seperti sedang mengejek ku gumam kesal Reynold dalam hati. Dia lanjut memeriksa keadaan Raymond dengan bantuan beberapa perawat dan dokter pembantu.


Reynold menyudahi memeriksa keadaan Raymond,


“apakah aku bisa melihat obat apa saja yang di konsumsi oleh tuan Raymond?” tanya Reynold pada keluarga Willson. Anita menatap ke arah Kaila yang masih berdiri di sampingnya,


“Kaila tolong mami, ambilkan obat-obatan di tas khusus itu” tunjuk Anita ke arah meja yang berada tepat di samping Luna, dengan sigap perempuan cantik itu mengambil tas yang berisi obat-obatan khusus.


Luna membuka tas itu dan memeriksa botol obat itu, Leon dan lainnya menatap ke arah Luna dengan tatapan bingung berbeda dengan Reynold juga Baron.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2