
Tato itu juga di lihat oleh Jason yang mengenal simbol dari gambar tato itu, Luna curiga dengan sebuah tonjolan yang tersembunyi di balik tato itu.
“Nona Luna, jangan di pegang” teriak Jason membuat Luna berdiri dan melangkah mundur. Seluruh tubuh maid itu bergetar hebat, hidung dan matanya mengeluarkan darah segar. Tonjolan di tato itu juga mengeluarkan sebuah cairan berwarna hijau bercampur darah segar, Jason segera membuka pintu kandang dan menghampiri Luna yang menatap tajam ke arah maid itu.
“ nona... anda tidak apa-apa?” tanya Jason memastikan keadaan Luna, mata gadis cantik itu menatap ke arah Jason lalu kembali menatap maid yang sudah kehilangan nyawanya.
“hmmm....( Menatap jenazah maid itu) Jason kamu menyadari juga kalo tinta dari tato ini mengandung racun?” Luna memperhatikan dengan teliti ke arah bahu kiri maid itu.
“iya nona, hal ini dapat kita lihat dari reaksi yang di timbulkan” ujar Jason memperhatikan tato maid itu. Luna tersenyum smirk menatap ke arah maid itu,
“segera bereskan dan kirim dengan baik (menatap ke arah Jason) kamu tentunya tahu harus di kirim ke mana dan kepada siapa?!” ujar Luna menatap jenazah maid itu. Jason membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Luna, lalu dia keluar dari kandang itu untuk memanggil beberapa penjaga.
Mengetahui adanya tikus yang masuk membuat kepala penjaga datang ke kandang hewan begitu juga para bawahan lainnya, mereka bergerombol masuk ke dalam kandang serigala dan tercenung menatap maid yang sudah pergi ke alam lain.
Luna membelai kepala serigala yang di panggilnya Alpha, serigala itu tampak memejamkan matanya merasakan kasih sayang dari tuannya.
“good boy, Alpha... kamu memang pemimpin yang hebat” ujar Luna memuji kepintaran Serigala itu.
Pppvviiiwiiit....
Luna kembali bersiul memanggil serigala lainnya yang segera berbaris rapi di hadapannya, pria yang datang bersama Jason termenung saat melihat para serigala begitu patuh dan menurut dengan gadis cantik itu. Dia sudah mencoba berbagai upaya untuk membuat para serigala itu patuh, tapi hasilnya nihil dan dia malah menjadi mainan bagi para serigala itu.
“ nona besar....” sapa kepala penjaga pada Luna yang membelakangi mereka semua, perempuan cantik itu menatap ke arah kepala penjaga dan lainnya. Dari raut wajah mereka terlihat jelas rasa bersalah,
“kenapa kalian semua berwajah seperti itu? Santai saja, aku bisa maklum karena sudah lama juga tidak ada yang menyerang jadi bisa sedikit santai...” ujar Luna tersenyum smirk, sebelah tangannya membelai kepala Alpha yang menatap ke arah mereka dengan pandangan tajam. Mendengar ucapan Luna membuat kepala Penjaga merasa tidak enak hati, kepala penjaga langsung
“maafkan kami nona, kami sudah lalai... kami siap menerima konsekuensinya” ujar kepala penjaga dan bawahannya serempak, mereka semua berlutut di atas tanah dengan kaki sebelah kanan menekuk seperti seorang kesatria.
“kalian yakin?!” Luna menatap dan tersenyum smirk ke arah mereka semua.
“kami sangat yakin, nona besar” mereka kembali serempak menjawab pertanyaan Luna, tidak sekalipun terdengar kegentaran dari apa yang mereka katakan.
__ADS_1
“kalian benar-benar yakin?” Luna bertanya kembali dengan raut wajah serius.
“KAMI YAKIN NONA” ujar mereka serempak dan tegas, Luna diam dan memperhatikan mereka satu persatu yang menundukkan kepala.
“baiklah jika itu mau kalian, tingkatkan keamanan kediaman utama tanpa sepengetahuan oba chan. Kalian semua tentunya tahu bagaimana oba chan?!” ujar Luna membuat kepala penjaga dan lainnya teringat dengan apa yang akan di lakukan Soo He saat tahu apa yang terjadi.
“BAIK NONA” ujar mereka serempak.
“kalian periksa juga dengan sangat jelas asal usul setiap para pekerja baru, kalian semua bisa memanfaatkan Alpha, Gama, Beta dan lainnya untuk berpatroli bersama kalian. Tentunya kalian semua harus membuat mereka patuh” ujar Luna tersenyum jahil, seluruh orang yang berada di kediaman utama tahu jika kawanan serigala itu hanya patuh pada Luna. Bahkan Baron pun di acuhkan oleh kawanan serigala itu, kepala penjaga dan bawahannya terlihat saling berpandangan kebingungan memikirkan dengan cara apa mereka harus membuat serigala itu patuh.
“aku tahu dan mengerti semua ke khawatiran kalian, tenang saja aku akan bicara pada mereka” ujar Luna memberikan angin segar pada mereka semuanya. Mereka semua pun berjamaah menghela nafas lega, Jason menatap heran pada Luna yang sama sekali tidak menjatuhi hukuman pada mereka.
Luna bermain dengan serigala mengelus perut, kepala dan bercanda bersama mereka, dia lalu menatap ke arah Jason dan lainnya yang masih berdiri tanpa melakukan apa pun.
“kalian masih di sini? Apa kalian ingin...” ucapan Luna langsung membuat kepala penjaga dan lainnya segera mengerjakan tugas.
Mereka sadar masih belum siap untuk menghadapi kawanan serigala yang kelakuan juga sifatnya tidak mudah di tebak, hasil dari kelakuan para kawanan itu terlihat jelas pada pelatih serigala yang pakaiannya sudah tidak terhitung menjadi korban.
“kenapa?” tanya Luna pada Jason sambil mereka melangkah keluar kandang setelah puas bermain dengan para serigala, pelatih itu juga turut keluar dari kandang setelah meletakkan makanan mereka pada tempatnya.
“maaf nona, kenapa anda tidak menghukum mereka yang sudah lalai dengan tugas?” tanya Jason melangkah di belakang Luna.
“itu bukan kesalahan mereka”
“maksud nona?”
“kamu tentunya tahu jika besok kediaman ini akan kedatangan tamu, tentunya akan butuh banyak tenaga. Para rubah tua itu pastinya sudah sangat gatal dan tidak akan melewatkan kesempatan ini, menyusupkan tikus kemari di saat kita lengah” ujar Luna tersenyum smirk,
“apa mungkin di kediaman ini...” Ujar Jason yang langsung di potong oleh Luna yang menatapnya langsung.
“di sini bebas tikus jika pun ada sistem keamanan di sini akan membereskannya dengan tuntas, ojisan tentunya tidak akan tinggal diam” Luna menatap Jason yang sudah mengetahui jika ada mata-mata di restoran mewah itu.
__ADS_1
Luna dan Jason masuk ke kediaman utama melangkah menuju ruang makan di mana Soo He, Baron dan Kiandra duduk menikmati sarapan pagi,
“selamat pagi semuanya” sapa Luna tersenyum manis, dia duduk di samping Baron dan Kiandra.
“pagi sayang...” Soo He mengode pada Alberto untuk menyediakan sarapan kesukaan Luna.
“Gi mana Kia?” tanya Luna meminum jus yang ada di depannya.
“aku sudah menyelidiki tikus mana yang mencari.... “ucapan Kiandra terhenti saat Soo He langsung memotong pembicaraan mereka,
“Girls... “ sapa Soo He dengan pandangan ramah dan intimidasi.
“oppss... sumimasen oba chan (maaf oba chan)” ujar Luna meminta maaf, dia ingat dengan peraturan Soo He yang melarang siapa saja membahas pekerjaan di meja makan. Baron hanya tersenyum pahit teringat saat dia tidak sengaja membahas soal pekerjaan di meja makan, hukuman yang di berikan Soo He benar-benar membuatnya tidak berkutik.
Alberto di bantu Jason dan maid lainnya menghidangkan makanan satu persatu, hidung Luna mencium harum bau makanan itu. Masing-masing mereka mengambil makanan yang ingin mereka makan, perhatian Soo He tertuju pada Luna yang mengambil makanan di atas meja.
“Luna sayang, kamu yakin akan memakan itu?” tanya Soo He memastikan apa yang di lihatnya. Kiandra, Jason dan Lainnya juga menatap heran ke arah Luna yang mulai memakan makanan yang di ambilnya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...