Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 55


__ADS_3

Hugo teringat dengan data perempuan yang di minta Leon selidiki dan dia pun mencari data itu dan menemukan data pribadi milik Luna dengan foto terpampang di sana. Foto itu sangat berbeda dengan tampilan Luna sekarang, dengan kehebatannya Hugo melakukan editan dengan membuang semua unsur yang membuat foto itu berbeda, mata Hugo termenung saat melihat hasilnya.


Adam melihat ke Hugo yang seperti orang linglung,


“lu napa?” ujar Adam penasaran, dia lalu mengintip ke arah layar laptop itu.


“loh ini bukannya cewek yang di sana itu?” ujar Adam melihat hasil foto yang sudah di edit oleh Hugo.


“lu ingat kagak dengan kartu yang di temuin ama si demon king?" tanya hugo yang langsung di jawab Adam dengan menganggukkan kepalanya.


"trus hubungannya" tanya Adam tidak mengerti dengan arah pembicaraan Hugo.


"foto cewek di kartu yang sempat kita komentari itu baru aja gua edit dan hasilnya bisa lu liat sendiri” ujar Hugo menghela nafas menyesal saat teringat dengan komentarnya. Dia lalu menyuruh Adam untuk menggeser ke bawah foto asli yang belum di edit.


“astaga... ni kan foto cewek yang bersama dengan Leon di hotel ntu, trus apa hu... bu...ngannya...” Adam terdiam sejenak mulai mengerti dengan apa yang ingin di jelaskan Hugo.


“sekarang gua mengerti makna dari kata-kata bijak ‘jangan menilai dari sampul bukunya’, si Leon beruntung bet dah” ujar Hugo menatap ke arah mobil Leon.


Luna berdiri di samping mobil Leon, lebih tepatnya dia berdiri tepat di samping Leon yang di batasi dengan pintu mobil. Tangan kanan Luna lalu mengetuk jendela mobil Leon, mata elang itu sejenak menatap lurus ke depan. Tangan kanannya menekan tombol untuk menurunkan kaca jendela, Luna menunjukkan wajah tidak senang saat bertemu dengan Leon.


Tidak ingin berlama-lama Luna mengulurkan tangan kanan dengan menggerakkan jari meminta kartu miliknya di kembalikan. Mata elang itu melihat ke arah Luna sejenak, dia lalu membuka pintu di sampingnya.


Luna mundur sedikit mengira jika Leon akan keluar dari mobilnya, namun Leon masih tampak duduk santai di mobilnya. Dia lalu melangkah dan berdiri tepat di samping Leon, wajah cantik itu terlihat sangat kesal.


“Balikin kartu gue sekarang?!” ujar Luna tampak kesal, ingatan pada malam itu menghiasi benak dan hatinya saat ini. Tangan kanannya masih terulur ke arah Leon, kini posisi mereka tidak ada lagi yang menghalangi.

__ADS_1


Leon mengode untuk membuat Luna sedikit membungkuk dan tentunya di ikuti oleh perempuan cantik itu. Tangan kekar itu bergerak cepat menarik tangan kanan gadis cantik itu. Setelah berhasil menarik paksa Luna masuk ke dalam mobil, sebelah tangan Leon segera menutup pintu. Supir Leon pun berinisiatif menutup kaca mobil yang sempat terbuka.


Luna yang tidak siap dan berdiri tidak seimbang langsung terjatuh tepat dalam pangkuan Leon yang tersenyum nackal menatap ke arahnya. Rasa kesal dan marah menguasai Luna, dengan gerakan cepat dia meraih belati bayonet berukuran kecil yang tersimpan tepat di samping kaki dalam sepatu boots Luna.


Pisau itu kini berada tepat di leher pria tampan itu, posisi Luna kini berubah. Kedua lutunya berada dia kedua sisi kaki Leon dengan tubuh menghadap ke arah pria tampan itu, sebelah tangan Luna memegang sandaran atas kursi untuk memberi jarak dan tangan lainnya memegang belati yang siap sedia menembus batang leher pria gagah itu. Leon sedikit menengadahkan kepalanya, menatap wajah cantik Luna yang setengah berdiri di hadapannya.


Kedua tangan Leon berada tepat di pinggang langsing gadis Luna, wajah Alex dan supir Leon tampak merona saat tidak sengaja melihat adegan di bangku belakang melalui kaca spion.


“ternyata tidak hanya cantik... tapi sangat licik dan beracun...” ujar Leon menatap dalam ke arah mata Luna.


“jika beracun seharusnya kagak lu sentuh, atau lu nodai. Gue akan bales atas apa yang terjadi di malam itu” ujar Luna marah.


“jadi permainan malam itu kurang memuaskan? Kalo begitu kita bisa mengulang hal ‘itu’ hingga kamu merasa sangat puas, aku juga harus memberi punishment untukmu” Leon tersenyum nackal dan mulai menggoda Luna yang terlihat semakin kesal. Tatapannya yang tajam dan dalam membuat seluruh tubuh Luna yang pernah di sentuh Leon memanas, dia bahkan dapat merasakan arus listrik di dalam tubuh yang menyetrum.


“punishment?!” ujar Luna dengan kening berkerut.


“tapi sayangnya, gue kagak butuh rasa tanggung jawab atau simpati dari lu (merasakan tangan Leon bergerak turun ke daerah yang tidak di inginkan) singkirin tangan lu atau lu bisa mengucapkan selamat tinggal pada kedua tangan itu” ancam Luna, dari mata indah itu Leon dapat melihat jelas ke marahan dan rasa benci gadis itu padanya.


“oke” ujar Leon yang mengangkat tangannya dari tubuh Luna, wajahnya masih menengadah melihat kecantikan hakiki Luna. Pisau yang menempel di batang leher Leon mulai sedikit menjauh, dia melihat pertahanan Luna sedikit mengendur.


Leon yang menguasai beberapa ilmu bela diri spontan menyerang balik Luna dengan tangannya yang bergerak lincah. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, tangan Luna yang memegang pisau di pukul kuat hingga pisau itu melesat menembus layar monitor di dash board mobil Leon.


Alex dan supir itu saling berpandangan dengan tatapan horor, mereka berdua berusaha keras menelan air liur melihat pisau yang masih tertancap.


Leon berhasil mengunci pergerakan Luna yang kini posisinya sudah duduk di pangkuannya, kedua tangan Luna terkunci kuat di belakang tubuhnya dengan hanya sebelah tangan Leon saja. Pria tampan itu melepaskan dasinya dengan tangan sebelah kiri dan mulai mengikat tangan Luna.

__ADS_1


“lepasin gue?!! Mau lu apaan si?!” Luna berusaha memberontak, senyuman kemenangan menghiasi wajah tampan itu. Dia sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Luna,


“Alex, suruh salah satu body guard untuk membawa motor Luna menuju kantor. katakan juga pesan pada Hugo dan Adam untuk melanjutkan sesuai dengan rencana” ujar Leon membuat mata Luna terbuka lebar. Dia terkejut saat Leon mengetahui namanya, tangan Leon memeriksa jacket kulit Luna mencari kunci motor sport miliknya.


“lu mau ngapain, lepasin gue breng**k” ujar Luna kesal tingkat dewa. Leon masih tidak menghiraukan makian Luna, dia terus meraba di setiap saku jacket milik Luna dan menemukan kunci motor itu.


“mau lu apa in kunci motor gua, balikin kagak...” Luna sangat kesal berusaha melepaskan ikatan dasi yang terikat di pergelangan tangannya, Leon melemparkan kunci itu pada Alex yang di sambutnya dengan baik.


“baik tuan muda,” ujar Alex meraih ponselnya menelepon salah seorang body guard, tidak lupa juga Dia turun sebentar melangkah menghampiri mobil milik Adam.


“lepasin tangan gue, dasar ba**ngan, cowok breng**k...” Ucapan Luna terhenti saat tangan kanan Leon meraih kepala belakangnya, menarik paksa kepala Luna untuk mendekat ke arah wajah tampan itu.


Bibir Luna tertutup sempurna oleh ciuman panas Leon yang merasa sudah tidak bisa lagi menahan diri, karena tangannya yang terikat Luna tidak bisa melawan. Ciuman itu sedikit liar dan dalam membuat Luna kepayahan, dia terus berusaha memberontak dan hendak menggigit kuat lidah Leon yang bergerak nackal.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2