Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 91


__ADS_3

“tato itu?!” Luna menggumam pada diri sendiri dan terdengar oleh Kiandra yang mengalihkan pandangannya ke arah luar.


“tato?!” Kiandra mengalihkan pandangannya dari laptop,


“aku liat tato di lengan salah satu dari mereka" ujar Luna membuat Kiandra penasaran dengan bentuk tato itu, Laptop yang ada di pangkuan Kiandra segera di alihkannya ke sisi kiri, tangannya lalu membuka sabuk pengaman. Kiandra bergerak ke arah Hugo lalu tubuhnya berada tepat di hadapan tubuh Hugo, Kiandra melihat dari jendela yang di buka oleh Hugo tadi.


Tingkah laku Kiandra membuat Hugo tersenyum dan merapatkan punggungnya ke arah sandaran kursi untuk memberi ruang pada Kiandra, mata di balik kaca mata yang di kenakan Kiandra melihat ke arah mobil minivan itu.


“mana Lun?” tanya Kiandra membuat Luna melihat ke sisi kanannya, mata biru itu terbuka lebar saat melihat tindakan Kiandra.


Bang.... bang...


Tembakan kembali di tembakkan oleh penjahat keempat ke arah mobil mewah Leon, dengan sigap Hugo merangkul tubuh Kiandra dan menariknya menjauh dari jendela. Keberuntungan masih menyertai Kiandra dan Hugo, tembakan penjahat keempat luput dari mereka karena mobil yang di tumpangi harus bergerak ke sisi lain menghindari mobil yang melaju.


Wajah Kiandra berada sangat dekat dengan wajah Hugo, mata di balik kacamata itu membuka besar saat menyadari hampir saja terkena peluru dari penjahat itu.


“Kia... kamu nggak apa-apa?” ujar Luna khawatir dan akan membalas tembakan namun di urungkannya karena ada mobil yang melaju di sisi kiri minivan itu. Kedua tangan Hugo berada di punggung Kiandra, matanya saling menatap satu sama lain.


“aku...aku nggak apa-apa...” Kiandra mengedip-ngedipkan matanya lalu tangan kanan Kiandra menepuk-nepuk pundak Hugo.


“makasih” Ujar Kiandra sambil menarik tubuhnya untuk duduk di posisinya kembali.


“huff... yang harusnya hati-hati kamu Kia, untung saja ntu penjahat nggak hebat” omel Luna sambil menekan ear piece dengan jari jemarinya yang mengenakan sarung tangan hitam.


Sepatu high hells Luna yang di modifikasi sedemikian rupa, mengait kuat di atap mobil Leon membuatnya stabil dan bertahan walaupun mobil itu melaju dengan cepat.


***


“ambil senjata lainnya” perintah Bos penjahat pada penjahat keempat dan ketiga, penjahat keempat mengode ke arah penjahat ketiga untuk menjaga Kaila yang masih belum sadarkan diri. Penjahat keempat melaksanakan perintah bos mereka mengambil senjata yang tersimpan di bangku belakang, dia juga mengambil peluru dari senjata yang baru di ambilnya dan senjata yang di pegangnya.


“cepat lu isi peluru, udah gatal nih tangan gua buat ngirim ntu cewek sialan ke alam baka” ujar bos penjahat sambil memerban dadakan tangannya yang terluka oleh Luna.

__ADS_1


Penjahat keempat segera mengganti isi peluru di pistolnya dan akan menembak ke arah Luna, dia juga meraih senjata laras panjang tipe M16 dan memasang pelurunya. Tindakan penjahat itu tidak lepas dari pengamatan Leon, Begitu juga dengan Luna tengah mengganti peluru pada pistolnya yang sudah kosong.


Leon segera menekan tombol untuk membuka Kaca di samping kanannya dan mengode ke arah Adam untuk melakukan hal yang sama, kaca di samping kanan dan kirinya terbuka.


“Nona Kiandra, sampaikan pada Luna untuk berpegangan kuat” ujar Leon sambil memasukkan gigi untuk meningkatkan kecepatan mobil dengan tangan kirinya.


“Lun, tuan Leon minta kamu berpegangan kuat” ujar Kiandra sambil menutup laptop miliknya dan memegangnya kuat. Tab milik Kiandra yang berada di samping Hugo ikut di amankan oleh pria tampan itu.


Leon beraksi dengan mempercepat laju mobilnya sedikit mendahului mobil minivan itu, para penjahat di mobil minivan termenung dan saling berpandangan.


“hahahaha mereka takut ama senjata gua, liat mereka malah melaju cepat dan lari ketakutan” komentar penjahat ke empat menyerahkan senjata laras panjang M16 pada bosnya.


“kagak sia-sia kita di kasih bos besar senjata ini, gua akan uji sekarang” ujar Bos penjahat itu mengarahkan senjata ke arah mobil Leon yang sudah hampir mendahului mereka.


Merasa sudah cukup jaraknya Leon segera melakukan drif sempurna membuat mobil mewahnya kini saling berhadapan dengan mobil penjahat itu, Leon menyamakan laju mundur mobilnya dengan minivan di depannya.


Para penjahat itu merasa tertantang dan akan mulai menembaki Ke arah mobil Leon yang berjalan mundur di depan mobil mereka, Luna dengan berani segera menembakkan isi pistolnya ke arah bos penjahat itu.


Penjahat keempat mengeluarkan sedikit tubuhnya di jendela samping dan akan menembaki senjatanya ke arah Luna, secepat kilat pistol Luna segera mengarah ke arah penjahat itu dan melepaskan tembakan.


bang.... bang...


Luna melepaskan tembakan membuat penjahat keempat yang sempat mengeluarkan tubuhnya segera kembali masuk ke dalam mobil minivan,


“an**ng, cewek breng**k... “ umpat penjahat itu merasa sangat kesal, pengemudi mobil minivan merasa kesulitan melihat ke arah depan karena kaca yang retak.


Bang....


Luna menembak salah satu ban dari mobil minivan itu membuat pengemudinya kehilangan kontrol, pengemudi itu segera membanting setir dan mengerem dengan cepat untuk menghindari tabrakan. Leon dengan gerakan lihai memanuver menghindari mobil minivan itu, mobil mewahnya sedikit bersinggungan dengan minivan itu agar pergerakan mobil itu sedikit berkurang.


Penjahat Ketiga melihat ke sisi kirinya merasakan pergerakan dari gadis yang berada dalam pengawasannya, perlahan-lahan Kaila mulai sadar dari pengaruh obat bius yang di berikan oleh para penjahat itu. Mobil-mobil lain menghindari bahkan menjaga jarak dengan kedua mobil itu, para penjahat keluar dari mobil.

__ADS_1


Penjahat pertama dan yang mengemudikan mobil mengalami cedera di kepalanya karena terbentur kemudi mobil, bos penjahat sudah tampak lemas karena banyak mengeluarkan darah akibat tembakan dari Luna.


Penjahat keempat juga mengalami cedera pada lengan kirinya akibat tembakan dari Luna, dia meraih senjatanya kembali lalu membuka pintu di sampingnya.


Luna segera turun dari atap mobil mewah itu, Leon dan lainnya juga ikut turun. Saat Kiandra hendak turun dia langsung di cegah oleh Hugo dengan memegang lengannya.


“keadaan mungkin akan semakin parah, sebaiknya kamu di dalam saja” ujar Hugo ikut turun dari mobil.


“tapi....” Kiandra belum selesai berbicara pintu mobil yang di buka oleh Hugo sudah tertutup. Leon segera berdiri di hadapan Luna,


“kali ini biar aku yang membereskan mereka semua, kamu sebaiknya tenang di sini” ujar Leon ikut di bantu oleh Adam dan Hugo yang tampak menyingsingkan lengan baju mereka.


Penjahat pertama segera menyeka darah segar di keningnya, dia turun dari minivan itu sambil membuka jas hitam yang di kenakannya, begitu juga dengan penjahat lainnya. Bos penjahat yang ada di samping kemudi mobil berusaha untuk mengangkat senjatanya dengan tangan kiri. Walaupun bahu kirinya terluka akibat tembakan Luna, bos penjahat itu tetap berusaha mengarahkan senjatanya.


Penjahat ketiga turun dari mobil sambil menarik paksa Kaila untuk ikut turun dari mobil, senjata di todongkan ke arah kepala gadis cantik yang terlihat ketakutan. Air matanya menetes ketakutan menatap ke arah Leon, Adam dan Hugo.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2