
“neo eotteohge chaj-a naessni? (dari mana kamu mengetahuinya?)” ujar Baron terkejut mendengar penuturan Luna.
“obachan nuga na-ege malhaessda (obachan yang menceritakan pada ku)" ujar Luna melirik ke arah Leon yang masih menatap ke arahnya dan tersenyum hangat padanya.
“ojisan, jamsi geuleul *** su issseubnikka?(ojisan, bolehkan aku menemuinya sebentar saja?)” tanya Luna.
“hmmm..... eolma annam-***-eo, Obachan beolsseo jib-eseo gidaligo iss-eo. geuneun dangsin-eul jeongmallo geuliwohabnida (hmmm..... jangan terlalu lama, oba-chan sudah menunggumu di rumah. Dia sangat merindukanmu)” ujar Baron, Luna tersenyum lalu menciumi pipi kanan pria tua itu. Luna yang akan melangkah menghampiri Leon mengurungkan niatnya saat Raymond dan lainnya menghampiri mereka berdua.
Raymond, Anita dan Kaila menghampiri Baron juga Luna, mereka bermaksud hendak mengucapkan terima kasih sekalian berpamitan pulang ke kediaman Willson.
“baiklah tuan Baron... Luna, kami permisi dulu” ujar Raymond mengulurkan tangan ke arah Baron, uluran tangan itu di sambut baik oleh Baron dan mereka berpelukan selayaknya teman lama.
“pintu rumah kami terbuka lebar untuk menyambut kedatangan anda dan keluarga besok Lusa” ujar Baron mengingatkan undangannya pada keluarga Willson.
“suatu kehormatan bagi kami tuan Baron” ujar Raymond.
“Luna... mommy pulang dulu ya” ujar Anita memeluk dan bercipika cipiki dengan Luna.
“ Iya nyonya... maaf maksudku mommy,” ujar Luna, Anita tersenyum mendengar Luna yang masih belum terbiasa memanggilnya. Sebelah tangan Anita membelai wajah Luna sambil tersenyum hangat padanya, lalu dia melangkah menuju ke mobil yang sudah terparkir di pelataran restoran. Kaila juga berpamitan dengan Luna, dia memeluk erat serta bercipika cipiki.
“makasih ya kak atas hadiahnya, aku sangat menyukainya” ujar Kaila menghargai pemberian Luna. Senyuman hangat kembali terlukis di wajah cantik Luna, setelah berpamitan Kaila masuk ke dalam mobil duduk tepat di samping Anita.
Kaila duduk sambil memangku boneka beruang di pangkuannya, Luna melambaikan tangan ke arah mobil keluarga Willson yang melaju perlahan meninggalkan pelataran restoran di iringi dengan mobil Pajero di belakangnya. Mobil yang berisikan beberapa body guard senantiasa menjaga keluarga Willson menuju kediaman mereka.
Leon menghampiri Luna yang masih melambaikan tangannya pada mobil keluarga Willson, dia berdiri tepat di samping sisi kanan Luna. Baron tahu jika Leon ingin berbicara berdua saja dengan Luna, mobil mewah Baron sudah berada tepat di pelataran restoran.
“kalian berbicaralah dulu, ojisan akan menunggumu di mobil” ujar Baron sambil mencium pipi kiri Luna.
__ADS_1
Alberto sudah membuka pintu mobil mempersilahkan Baron untuk masuk dan duduk dalam mobil, Luna melihat ke arah Leon yang berdiri di samping kanannya.
“aku senang akhirnya bisa bertemu dengan Ojisan”
“Ojisan?! Hmmm... sepertinya kamu berhasil melewati tes yang di berikan ojisan padamu”
“Leon Alden Willson, tidak akan pernah gagal melewati tes atau ujian apa pun”
“Hmm... sangat percaya diri. Pantas saja ojisan menyukaimu” Luna berdiri di hadapan Leon, kedua tangan kekar itu melingkar pada pinggang langsing perempuan cantik itu.
“tentu saja harus percaya diri, aku harus mampu dan kuat untuk bisa berada di sisimu” Leon menarik tubuh Luna untuk berdiri lebih dekat dengan dirinya. Luna tersenyum manis pada Leon, wajah pria tampan itu perlahan mendekat ke arah wajah Luna.
Sebelah tangan Luna segera bergerak menutup bibir seksi Leon, jari jemarinya berada tepat di atas bibir itu. Leon menatap heran pada Luna yang menghentikan apa yang ingin di lakukannya.
“tidak hanya percaya diri, tapi juga memiliki nyali yang besar” ujar Luna mendekatkan wajahnya ke arah Leon dengan berbisik di telinganya, siapa saja yang melihatnya akan mengira jika Leon dan Luna sedang bermesraan.
Dari sudut matanya Luna mengawasi pergerakan orang-orang bersetelan hitam yang masuk ke dalam restoran, Mata biru cantik Luna melihat ke arah CCTV yang ada di dinding luar restoran.
Kiandra mengerti dengan tatapan mata Luna itu segera beraksi mengetik di atas keyboard miliknya. Leon mendekatkan wajahnya ke samping telinga Luna,
“aku ingin bersama mu malam ini dan malam-malam selanjutnya, aku ingin setiap mata ini terbuka selalu ada kamu di sisi ku. Aku harus menjadi yang terbaik untuk bisa bersama mu” bisik Leon membuat Luna menatap ke arahnya. Jari jemari Luna di pegangi Leon dan di kecup lembut oleh bibirnya yang menggoda, Luna membalas dengan tersenyum manis ke arahnya.
Leon kembali mendekatkan wajah tampannya dan hendak mencium bibir Luna yang sudah sangat ingin dia rasakan,
“Eheem... nona besar?!!” sapa Alberto yang berdiri tepat di belakang Luna, Leon merasa terganggu menatap tajam ke arah Alberto yang hanya menunjukkan sikap datar dan tanpa ada rasa takut. Luna menatap ke arah mobil mewah di belakang Alberto, Baron sudah menunggu lama di dalam mobil itu.
“baiklah sayang... aku harus kembali sekarang” ujar Luna membalikkan tubuhnya kembali ke arah Leon.
__ADS_1
"sigh... (Leon menghela nafas panjang dan masih tidak ingin berpisah dengan Luna) hubungi aku jika kamu sudah sampai Hmm..” Leon medekatkan wajahnya ke wajah Luna lalu mengecup pipi putih Luna dengan sayang.
Kiandra yang menyaksikan adegan mesra itu melalui CCTV hanya bisa menghela nafas panjang,
“hadeuhhh Lun... kemesraan kalian berdua membuat jiwa ke jombloan ku bergetar, bikin iri deh” ujar Kiandra masih melanjutkan pekerjaannya. Komentar Kiandra hanya di jawab dengan senyuman nakal dari Luna, Kiandra kembali fokus menatap layar monitor yang ada di depannya.
Setelah mencium lembut pipi Luna perlahan Leon melepaskan pelukan mesra itu, mata tajamnya sempat melihat ke arah Alberto kembali yang membalas dengan sedikit menganggukkan kepalanya. Luna lalu melangkah menuju mobil dan duduk di samping Baron, setelah memastikan nona besarnya duduk dengan nyaman dan tenang Alberto menutup pintu itu. Dia lalu melihat ke arah Leon sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat, lalu duduk di belakang kemudi dan melajukan mobil meninggalkan restoran.
Leon menatap kepergian mobil Luna yang sudah tampak menjauh, mobil mewah milik Leon sudah terparkir di pelataran restoran berserta sebuah mobil pajero milik bodyguard Leon di belakang mobil mewah itu. Supir Leon segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk tuan mudanya, body guard Leon terlihat sangat waspada dan mengawasi setiap area pelataran restoran. Setelah memastikan Leon masuk ke dalam mobil, supir Leon segera kembali duduk di belakang kemudi dan melajukan mobil mewah itu menuju apartemen mewah milik Leon. Begitu juga dengan mobil Pajero yang ada di belakang mobil Leon, menjaga dengan sangat ketat membuat siapa saja musuh Leon tidak bisa bertindak macam-macam.
***
“bagaimana situasinya, Kia?” tanya Luna sambil menekan alat di telinganya, Baron yang duduk di sampingnya sejenak menatap ke arahnya. Tangan kanan Baron merogoh saku jas yang di kenakan untuk mengambil ponsel miliknya, Baron merasa tidak aneh dengan tindakan Luna. Dia tahu segala apa saja yang di kerjakan cucunya, termasuk pekerjaan assassins Luna Bahkan Baron tanpa ragu-ragu mengulurkan tangannya untuk menyelesaikan pekerjaan Luna secara diam-diam.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...