
“maaf tuan muda” Alex menunduk takut, begitu juga body guard di sampingnya.
“bagaimana di resepsionis? Apa mereka juga tidak mendapatkan informasi apa pun?” tanya Leon membalikkan tubuhnya menatap ke arah Alex.
Ting....
Pintu lift terbuka tampak lobi di pagi hari itu sedikit agak ramai, Leon sejenak memalingkan wajahnya ke arah pintu lift. Beberapa tamu hotel tampak sedang menunggu lift di depan lift yang di gunakan Leon. Body guard menahan pintu lift untuk tidak menutup, Leon memutuskan keluar dari lift di ikuti Alex dari belakang begitu juga body guard.
“sampai sekarang masih belum ada....” Alex berhenti sejenak saat body guard yang mencarinya tadi pagi memanggilnya.
“tuan Alex” body guard itu menghampiri, dia segera sedikit membungkukkan badannya memberi hormat pada Leon.
“selamat pagi tuan muda” sapanya gugup, jantungnya berdebar-debar tidak menentu takut untuk memberitahu informasi yang baru saja dia dapatkan dari resepsionis. Dia sangat mengenal bagaimana watak dan sifat Leon, dia semakin ragu untuk memberi tahu Leon dan Alex.
“Ada apa?” Leon menatap dingin.
“ itu... itu... Tuan muda... itu”
“ Alex, apa kamu selalu merekrut bawahan yang tidak bisa berbicara dengan benar?” Leon merasa kesal saat pertanyaannya di jawab dengan tidak jelas.
“Maaf tuan muda” Alex gugup begitu juga dengan para body guard.
“maafkan saya tuan muda, tolong jangan pecat saya” raut wajah body guard itu tampak memelas, takut akan kehilangan pekerjaan.
Walaupun sikap dan watak Leon yang tidak mudah di tebak seperti perempuan saat PMS, gaji yang di tawarkan untuk pekerjaannya sangat besar. Gaji itu lebih dari cukup untuk menafkahi dirinya dan juga keluarga, sedapat mungkin dia akan melaksanakan pekerjaan dengan sebaik mungkin.
“ to the point” ujar Leon, mata elangnya melihat ke arah Alex meminta file yang akan di rapatkan nanti.
“ Pe..perempuan itu sudah check out tuan. Tadi saat saya bertanya pada resepsionis dengan memperlihatkan foto yang di berikan Tuan Alex, resepsionis bertugas malam memberi tahu jika pagi sekali perempuan ini sudah pergi” jelas Body guard itu gugup menanti reaksi tuan mudanya.
Leon hanya diam tidak mengatakan apa pun, dia terlihat sedang berpikir sesuatu. Dia teringat saat malam sesudah Alex kembali ke kamarnya, dia mencoba mencari tahu tentang gadis itu. Leon menggunakan akses jaringan terkuat mencari tahu siapa gadis itu, dengan bermodalkan foto yang diam-diam di ambil oleh Alex.
__ADS_1
Pencarian itu memakan waktu yang cukup lama, tapi sama sekali tidak membuahkan hasil. Saat dia terus berusaha mencari tahu siapa gadis itu, ada suatu sistem yang menghalangi dan membuat Leon semakin gusar. Dia sudah memperkirakan jika orang suruhannya tidak akan mendapatkan apa-apa.
“Alex?! Segera hubungi Hugo, kirimkan foto gadis itu padanya. Aku ingin laporan tentang gadis itu dalam waktu sejam” perintah Leon, ada perasaan lega yang di rasakan Alex juga para body guard seakan mereka terselamatkan dari bahaya besar.
“ baik tuan muda, saya akan menghubungi tuan Hugo sekarang” ujar Alex melaksanakan perintah Leon.
Selamat... akhirnya bisa bernafas lega, tidak jadi kerja lembur. Maaf tuan Hugo tapi sekarang anda adalah penyelamat kami... gumam Alex dalam hati merasa lega, pekerjaannya sebagai asisten pribadi sudah begitu banyak. Jika di tambah dengan mencari data-data gadis itu, akan membuatnya tidak bisa beristirahat.
Leon menatap layar ponselnya, foto Luna yang di ambil oleh Alex secara diam-diam ada di ponselnya. Mata itu menatap tajam pada foto di mana Luna terlihat kesal dan menunjuk tepat di depan wajahnya.
Sampai ke ujung dunia pun aku akan terus mencarimu... di saat itu aku tidak akan membiarkanmu bebas begitu saja gumam Leon dalam hati dengan aura gelap dan dingin menyelubunginya.
Alex tengah menghubungi Hugo termenung saat melihat tuan mudanya yang terlihat seperti iblis yang siap untuk memangsa siapa saja hidup-hidup.
Di saat bersamaan Luna tengah duduk nyaman di bisnis class merasakan merinding teramat di bagian punggungnya.
“lu, kenapa Lun?” Sarah yang duduk di sampingnya menatap heran.
“kagak tahu gue, kayak ada yang dingin barusan” ujar Luna memegangi tengkuk lehernya. Dia menatap ke arah belakang kursinya dan mengawasi sekelilingnya tidak ada yang mencurigakan, dia lalu kembali melihat ponsel yang dalam keadaan mode pesawat.
“hmmm mung....mungkin aja” ujar Luna kembali melihat ke belakangnya lalu fokus pada ponsel di tangan, mata cantik di balik kaca mata tebal itu dengan hati-hati membaca setiap detail info target.
Luna diam-diam tersenyum smirk saat melihat info target di riwayat kesehatannya, ada sesuatu yang menarik baginya di sana.
Info ini memudahkan gue, untung aja gue selalu bawa ‘itu’. Akhirnya dia ke pake juga sekarang, nggak sia-sia gue meraciknya hingga menjadi sangat ganas juga mematikan gumam Luna dalam hati, teringat dengan benda yang selalu di bawanya ke mana-mana.
Luna terus memperhatikan ponselnya hingga perhatiannya teralihkan saat mendengar pengumuman dari pramugari pesawat.
ladies and gentlemen please rest in your seats everyone, don't forget to fasten your seat belts. soon the plane will land at INT International airport.... (tuan dan nyonya harap untuk tenang di tempat duduk anda semuanya, jangan lupa untuk memasang sabuk pengaman anda. sebentar lagi pesawat akan mendarat di bandara Internasional INT....)
Mata Luna melihat ke arah jendela pesawat,pemandangan di luar jendela pesawat terlihat indah beberapa kumpulan awan tampak menghiasi langit cerah. Tangannya sudah memasang sabuk pengaman, begitu juga Sarah di sampingnya yang sudah tampak bersiap-siap.
__ADS_1
Pesawat mendarat dengan mulus di bandara, setelah lampu melepaskan seatbelt menyala para penumpang segera melepaskan sabuk pengaman. Luna dan Sarah keluar dari pesawat menuju ruangan di mana mereka harus menunggu.
Luna kembali menyalakan ponsel, tidak lupa pula dia mengaktifkan alat transmisi di telinganya. Kiandra yang berada di ruangannya melihat kehadiran Luna di CCTV bandara yang tentu saja sudah di bajak olehnya.
“hai baby....” sapa Kiandra melihat Luna dan Sarah tengah duduk santai di ruang tunggu. Kiandra segera beraksi, tangannya dengan cepat bermain cantik di keyboard.
“Sarah gue ke sana bentaran ya, lu tungggu di sini aja” ujar Luna berdiri dari tempat duduknya pada Sarah yang tengah sibuk dengan ponsel di tangannya.
“oke, jangan lama-lama ya” Sarah masih menatap ponselnya mengacuhkan Luna yang sudah pergi menjauh.
Kiandra tersenyum senang saat melihat ke arah monitor pada CCTV yang di bajaknya.
"Lun... sepertinya dewi fortuna sayang banget ama kamu. Target saat ini juga ada di bandara itu” ujar Kiandra melihat target Luna tengah check in.
Senyuman smirk tersungging di bibir mungil Luna, di balik kaca mata tebalnya dia menatap ke arah seluruh penjuru Bandara.
“Kia... kamu tentunya tahu kan apa yang harus di lakukan” ujar Luna sudah menemukan targetnya.
“tenang saja sayangku, semua udah aku atur, dalam lima detik lagi akan ada pengumuman...” Kiandra segera bertindak. Tidak lupa dia membuat pengumuman palsu untuk memberi waktu Luna melaksanakan pekerjaannya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...