
“udah.... nggak usah di bahas, kagak penting juga kita bahas tu mak lampir. Bagusan sekarang kita ke mall, gi mana?” Ujar Kiandra yang sudah berdiri di pintu kemudi, setelah tangannya yang memegang remote kunci menekan salah satu tombolnya.
Dion dan Sarah masih berdiri mematung di tempatnya, mereka masih tidak habis pikir dengan sikap santai Luna dan Kiandra yang menyinggung serta menantang Hana.
Menantang tunangan Leon sama saja artinya menantang Leon langsung, mereka sendiri sudah menerima akibat yang jelas-jelas bukan kesalahan mereka.
Luna membuka pintu mobil dan duduk di samping Kiandra, setelah memasang sabuk pengaman dia melihat ke arah kedua sahabatnya.
“loh kok pada bengong, apa kalian kagak nyari bahan buat tugas yang di kasih dosen dua hari yang lalu?” Tanya Luna sudah duduk di samping kemudi, dia menurunkan kaca pintu mobil untuk berbicara pada Sarah dan Dion.
“Kamu nggak tahu Lun? kami berdua kan udah di DO rektor tadi” ujar Dion lemah teringat dengan kejadian sebelumnya.
“kalian nggak usah sedih, semuanya udah beres. Gue yakin sebentar lagi akan ada email yang bikin lu berdua senang. Bagusan sekarang kita ke mall buat nyari bahan tugas “ ujar Kiandra tersenyum senang.
“oke deh kita ikut” ujar Dion kembali ke mobil bututnya. Setelah Sarah naik ke dalam mobil Dion, mereka pun melajukan mobil menuju ke mall di mana salah satu toko bukunya menjual buku yang sangat di butuh kan Luna.
***
Perusahaan Alden W...
Leon tengah rapat dengan beberapa karyawan juga pemegang saham, mereka semua tampak sangat serius. Aura di dalam ruang rapat itu tampak sangat mencekam dan dingin menusuk ke tulang mereka. Beberapa di antara mereka tampak kedinginan bahkan ada yang tampak gemetaran gugup, tak satu pun dari mereka bersuara hanya terdengar beberapa suara yang berasal dari sudut ruangan.
Kratak... pletak...
Tampak beberapa petugas sedang memperbaiki AC yang baru saja mengalami kerusakan saat di tengah-tengah rapat terjadi. Suhu di ruang rapat semula dingin karena aura Leon yang mengintimidasi, bertambah menjadi sangat dingin seperti di dalam kulkas. Leon merasakan adanya perubahan suhu di ruang rapat segera menyuruh Alex untuk memanggil petugas yang mengurus AC di perusahaan itu.
Alex segera melaksanakan perintah Leon, dia keluar ruangan untuk menghubungi bagian teknisi. Tidak berapa lama setelah menghubungi bagian teknis, beberapa petugas Ac datang dan segera masuk ke ruang rapat untuk memperbaiki ac yang bermasalah. Alex akan masuk kembali ke ruang Rapat mengurungkan niat saat salah satu karyawan memanggilnya.
__ADS_1
“Tuan Alex...” panggil karyawan itu, dia segera memperlihatkan berita dengan beberapa rekaman tentang universitas di bawah naungan perusahaan Alden W. Dia juga mendapat laporan dari bodyguard yang mengawasi Hana, serta bukti yang menguatkan.
Para petugas AC tampak sangat gugup dan gemetaran saat melihat tatapan tajam Leon yang menunggu pekerjaan mereka selesai, tidak ingin berlama-lama di ruangan itu mereka segera menyelesaikan pekerjaan dengan hati-hati dan teliti.
Tok....tok.... tok...
Terdengar ketukan di luar Rapat membuat semua yang berada di dalam ruang rapat melihat ke satu arah. Alex muncul dari balik pintu menatap ke arah Leon dan mengamati perubahan suasana hatinya, dia tergesa-gesa menghampiri Leon yang menatapnya dingin.
Alex terlihat sangat ragu apa dia harus memberitahu berita yang baru saja dia dapatkan.
Bilang kagak ya... kalo kagak bilang dan si demon king tau dari pihak lain bisa di kirim aku ke antartika. Udahlah lebih baik kasih tahu aja dari pada di suruh nemenin para penguin.. gumam Alex dalam hati. Dia segera memberitahu berita yang akan membuat Leon tidak senang.
Dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Leon, Alex membisikkan sesuatu pada tuan mudanya. Para karyawan dan pemegang saham ikut penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan Alex pada Leon.
Mendadak Aura di sekeliling Leon bertambah mencekam dan semakin dingin, semua orang di buat gugup dan tidak berani menatap ke arah CEO sukses itu.
“rapat di hentikan” ujar Leon berdiri dari kursi kebesarannya melangkah keluar ruang rapat. Alex segera menyusul Leon dan berjalan di belakangnya menuju ruang kerja Leon.
"tadi aku sempat dengar tuan Alex menyinggung soal berita di website"
"apa pun itu yang penting sekarang kita selamat dan bisa bernafas lega"
para karyawan dan pemegang saham tampak berdiskusi merasa sangat heran dengan sikap langka Leon yang menghentikan rapat bagitu saja. ada mereka yang merasa begitu penasaran dan ada juga dari mereka merasa masa bodo juga cuek.
Alex segera membuka tablet mencari berita tentang universitas UIN dan juga beberapa video yang menjadi viral di dunia maya, dia memperlihatkan pada Leon yang sudah duduk di kursinya.
Mata Leon menatap nanar ke arah layar tablet, berita tentang rektor di universitas UIN bertindak semena-mena dan menyalah gunakan jabatannya. Tidak hanya foto ada juga beberapa video terkait tindakan rektor itu yang tersebar di dunia maya.
__ADS_1
Berita itu mendapat respon yang sangat luar biasa dari seluruh netijen di dunia maya dan masyarakat.
“segera pecat rektor itu dengan tidak terhormat, cabut segala fasilitas yang pernah di berikan kepadanya. setelah itu rekrut rektor yang berkompeten, jujur, dan tegas. Katakan padanya untuk tidak mengistimewakan perempuan itu. Jangan lupa untuk mencabut perintah DO pada kedua mahasiswa ini, itu bisa merusak nama dan citra perusahaan kita” perintah Leon pada Alex setelah menyaksikan video itu.
Dia sangat geram saat melihat tingkah laku Hana yang memanfaatkan statusnya untuk menindas murid lain.
“Baik tuan muda...” ujar Alex yang tampak bersyukur dalam hati. Dia tahu bagaimana sifat tuan mudanya, jika mendapat berita atau sesuatu yang tidak menyenangkan hatinya tablet juga ponsel miliknya akan menjadi barang yang tidak berguna.
Leon tidak segan-segan akan membanting atau membuang ke lantai hingga kedua benda itu tidak bisa di gunakan lagi, hal itu akan membuat kekacauan dalam kelangsungan pekerjaannya. Kini dia bernafas lega melihat Leon hanya menggeser tablet miliknya ke samping meja, Alex hendak mengambil tablet itu sebelum Leon berubah pikiran.
Tapi dia kalah cepat dengan Leon yang kembali meraih tablet miliknya, Mata tajam Leon terbuka lebar saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia memperbesar foto di mana Hana tampak sedang melabrak gadis yang di kenalnya.
“Alex... bukankah gadis ini terlihat familiar?” tanya Leon pada Alex yang ikut memperhatikan dengan seksama. Dia berusaha untuk mengingat di mana dia pernah melihat gadis itu, kilasan peristiwa saat di negara ** terproyeksi dengan baik dalam benaknya.
“gadis ini.... dia teman dari gadis yang anda cari tuan Muda. Sepertinya dia salah satu mahasiswi di UIN” ujar Alex mengingat gadis dalam foto Hana yang tidak lain adalah Sarah.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...