Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 154


__ADS_3

Kiandra segera menggeser icon tombol di ponsel Luna dan menjawab panggilan itu, belum juga dia menyapa rentetan kekesalan dari Reynold terdengar oleh Kiandra.


“ke mana saja kamu, cewek phsyco. Sudah sedari tadi aku menghubungi mu” ujar ketus Reynold dari seberang sana.


“wait... Wait... Nyantai bro, nggak usah nge gas gitu kayak shinkansen. Ini aku Kia” ujar Kiandra duduk di depan laptop yang terbuka, matanya menatap layar laptop tengah memproses data yang hampir sedikit lagi selesai.


“ Kia?! Loh.... Mana nona besar pshyco ntu? Kenapa bukan Luna yang angkat?” tanya Reynold bingung, matanya tengah menatap layar komputer yang menampilkan hasil laporan medical check up.


“aku nggak tahu ntu anak pergi kemana, waktu aku keluar mo ke kamar buat ambil alat, pas balik ntu anak udah hilang kayak anak jin. Mang da apaan kamu telepon Luna? “ tanya Kiandra penasaran, jari jemarinya beraksi saat proses data di layar laptop itu selesai memproses. Dia lalu membuka salah satu file untuk memastikan jika file itu aman, mata di balik kaca mata tebal itu tercenung saat file itu terbuka.


“Hasil medical check up kamu berdua sudah keluar, lalu dari hasil pemeriksaan... Eh.... Ini....?! “ Reynold tampak mengucek - ngucek mata mengira penglihatannya sudah salah.


“Kenapa Rey? Apa ada yang salah? “ tanya Kiandra penasaran saat mendengar suara terkejut Reynold yang terdengar olehnya, Reynold tidak langsung menjawab pertanyaan Kiandra. Tangan kirinya segera mengangkat telepon yang ada di samping kiri untuk menelepon staff lab,


“Rey, ada apa? Kenapa pertanyaan ku kagak di jawab? “ ujar Kiandra yang merasa di abaikan karena diamnya Reynold.


“ is this result not wrong? Have you checked carefully? (apa hasil ini tidak salah? Apa kamu sudah memeriksanya dengan teliti?)“ terdengar kembali suara Reynold dari ponsel Luna yang terkesan tidak berbicara ada Kiandra.


Kening Kiandra tampak berkerut pandangannya beralih menatap pada ponsel Luna, ponsel itu kembali di tempelkannya pada telinga dengan rasa penasaran yang tinggi.


“Rey, ada apa? Apakah ada masalah hingga pertanyaanku tidak di jawab?” tanya Kiandra semakin penasaran.


“maaf sebentar Kia, sepertinya laporan kesehatan Luna sudah tertukar. Masak iya hasil medical check up menyatakan kalo nona pshyco hamil” ujar Reynold sukses membuat Kiandra terdiam karena terkejut, mata di balik kaca mata itu semakin terbuka lebar saat menyaksikan layar laptop di depannya.

__ADS_1


“Whaaaat???? Ini... Ini... “ ucapan Kiandra membuat Reynold salah arti, dia mengira jika Kiandra terkejut dengan apa yang baru saja di katakannya.


Kiandra menatap nanar ke arah layar laptop di depannya saat sebuah rekaman video tengah terputar,


“kamu sendiri saja tidak percaya jika Luna hamil, mungkin saja laporan ini..... “ ucapan Reynold sama sekali tidak di dengar oleh Kiandra yang terfokus pada video itu, matanya terlihat berkaca – kaca saat mengetahui kebenaran tentang meninggalnya kedua orang tua Luna.


Reynold yang berada di seberang sana menatap ke arah layar ponselnya yang masih terhubung pada ponsel Luna, kembali dia memanggil Kiandra yang masih terdiam menatap layar laptop itu.


“Kia.... Kia.... Kamu dengar tidak apa yang aku bicarakan?” ujar Reynold kesal karena tidak ada tanggapan dari Kiandra, perempuan manis itu tersadar dan segera menyeka air mata yang sempat menetes di pipinya.


“ha... Ya Rey... Aku.... Aku masih di sini, tadi kamu bicara apa?” tanya Kiandra terlihat shock dan tidak percaya dengan apa yang di saksikannya.


“tadi aku mengatakan hasil laporan kesehatan Luna, tapi sepertinya ada kesalahan pada laporan ini”


“kesalahan?! Maksudnya?”


“HAMIL?!!” Kiandra semakin terkejut dengan apa yang di dengarnya, kilasan ingatan akan tanda – tanda serta apa yang pernah di bacanya terproyeksi di benak Kiandra.


“tenang dulu Kia, mungkin saja ada kesalahan dalam.... “ ucapan Reynold terhenti saat telepon di ruangannya berbunyi.


“sebentar Kia” ujar Reynold mengangkat langsung telepon itu tanpa memutuskan sambungan teleponnya dengan Kiandra.


“ What?! Are you guys sure? Have you guys checked it really thoroughly?! ( Apa?! Apa kalian yakin? Apa kalian sudah memeriksanya dengan sangat teliti?!)” terdengar ucapan Reynold yang sama sekali tidak percaya dengan apa yang di laporkan oleh petugas Lab, Kiandra teringat dengan keberadaan Luna yang menghilang begitu saja.

__ADS_1


Luna... gumam Kiandra dalam hati sambil tangannya bergerak lincah mengecek setiap CCTV di hotel itu, matanya terfokus saat melihat Luna yang berada di sebuah ruangan bersama dengan Hana.


“Hana?! Bagaimana bisa Luna bersama dengan mak lampir itu?” ujar Kiandra pada diri sendiri, dia menata raut wajah Luna yang sama persis dengan dirinya.


*****


Luna berdiri termangu dengan ekspresi tidak percaya dengan apa yang di tunjukkan oleh Hana, matanya menatap tajam dengan aura membunuh yang terasa sangat kental. Hana yang berdiri di sampingnya bergidik merinding ketakutan saat terkena radiasi dari aura Luna,


“sesesekarang lu tahu kebenarannya, ap apa lu masih mau menikah dan masuk kedalam keluarga yang udah ngebunuh orang tua lu?” tanya Hana memberanikan diri, Luna masih diam dan tidak banyak bicara. Dia bangkit dari tempat duduknya dengan tangan menggenggam kuat flash disk pemberian Hana dan melangkah menuju keluar ruangan, Luna melangkah cepat dengan rasa amarah, kecewa dan terluka.


Hana segera mengikuti Luna dengan sedikit berlari, dia tentunya tidak ingin ketinggalan moment yang sangat di tunggu – tunggunya.


ini adalah kado pernikahan terbaik untuk lu Leon, selamat menikmatinya gumam Hana dalam hati bahagia.


Diam – diam senyuman manis penuh kemenangan terukir di wajahnya, namun senyuman itu segera menghilang saat Luna yang sudah berdiri di dalam Lift menatap tajam ke arahnya.


Hana berhenti tepat di depan Lift dengan raut wajah kesal saat melihat pintu itu menutup, tangan Luna menekan sebuah tombol yang akan membawa lift itu menuju lantai yang di tujunya. Begitu banyak pertanyaan yang bergejolak di benaknya dan semua itu hanya bisa di jawab oleh Raymond.


*****


Tok... tok... tok...


Hugo dan Adam berdiri di depan pintu kamar Kiandra sambil mengetuk pintu kamar itu, sudah sedari tadi mereka menunggu kabar dari Kiandra tentang bukti yang di dapat Leon. Berkali – kali mereka mencoba menghubungi Kiandra tapi sama sekali tidak di jawab, mereka berdua lalu memutuskan untuk menemui Kiandra sebelum acara pernikahan di mulai. Namun, pintu kamar itu sama sekali tidak terbuka seakan memberi tahu mereka berdua jika tidak ada seorang pun di dalam sana.

__ADS_1


“sepertinya Kia nggak ada di kamar “ ujar Adam yang kembali mencoba mengetuk pintu kamar itu.


“ coba dah lu telepon lagi, “ ujar Hugo sambil menatap ke lorong lantai kamar itu, Adam menuruti ucapan Hugo mencoba menghubungi Kiandra lagi.


__ADS_2