
Simon tengah duduk di ruang kerjanya menyandarkan punggung ke kursi kerja, di atas meja bertebaran beberapa kerta dengan gambar grafik yang menunjukkan garis menurun ke bawah. Dia semakin tampak geram dan kesal dengan kejadian yang di alaminya di Universitas UIN, niatnya yang ingin menjalin kerja sama dengan Nandra corp harus di lupakannya begitu saja.
“baji***n semuanya berantakan karena Leon si anak Tengil arrogant,” Simon berdiri dari kursi kerjanya lalu melangkah ke arah lemari buku dengan menarik salah satu buku. Tiba-tiba dari sebuah dinding tepat di samping lemari buku terbuka, memperlihatkan sebuah lemari besi yang tersembunyi.
Simon membuka lemari besi itu dengan menggunakan sidik jari miliknya, pintu lemari besi itu terbuka dan memperlihatkan isinya. Pada lantai pertama di penuhi dengan uang yang bertumpuk sangat banyak, di tumpukkan kedua dan ketiga ada beberapa tumpukan kertas Bertuliskan Saham.
Simon sibuk mengeluarkan kertas-kertas itu sampai pada akhirnya dia mendapati sebuah amplop coklat yang tersegel rapat, dia kembali menyimpan surat-surat itu dengan rapi tidak lupa ia mengunci kembali pintu brankas itu.
Kartu as ini harus aku manfaatkan agar si tua bangka itu masih dalam kendaliku, bagaimana pun caranya Adelia harus menikah dengan Leon agar bisa perlahan-lahan merebut dan menjadikan ku orang yang tidak terkalahkan gumam Simon dalam hati menatapi amplop coklat itu.
Perlahan dia membuka amplop coklat itu yang berisi sebuah compact disk room dan memory card, perlahan tersungging di wajah Simon senyuman smirk yang persis menyerupai setan penuh kelicikan dan akal bulus. Dia sudah bisa merasakan kemenangan yang sebentar lagi akan di raihnya.
Dia lalu kembali memasukkan kedua benda penting itu ke dalam laci kerjanya dan menguncinya, tanpa di sadari Simon sepasang mata mengawasi setiap pergerakannya. Simon segera menyimpan kunci itu di sebuah tempat tersembunyi, setelah dia menyalin beberapa data dari memory card itu.
“untung saja kartu as ini masih bisa aku selamatkan, sebelum si tua bangka itu menghancurkannya” ujar Simon berkata pada diri sendiri sambil tersenyum smirk dengan beberapa data yang secara diam-diam di kiriminya ke Raymond.
***
Mobil mewah Leon memasuki pelataran apartemen termewah di kota JK, Wajah tampan itu tersenyum manis menatapi wajah lelah Luna yang tertidur pulas di dada bidangnya.
“Luna sayang.... Kita sudah sampai, ayo?!” ujar Leon mencoba membangunkan Luna. Pintu di samping Leon sudah terbuka oleh Body guard, mereka senantiasa menunggu Leon dan Luna turun dari mobil.
Perlahan-lahan mata cantik itu membuka melihat ke sekelilingnya, Namun karena mata yang terlalu mengantuk membuat Luna yang setengah sadar bangun mendadak dan...
Buukkk....
Kepala Luna sama sekali tidak terasa sakit karena dengan cepat di lindungi oleh tangan kekar Leon,
“Sayang... Hati-hati, nanti kepala kamu bisa cidera” ujar Leon memegangi kepala Luna dengan penuh kasih sayang. Luna sama sekali tidak memperhatikan menatap ke arah Leon dengan mata yang sangat berat,
__ADS_1
“Aku sangat mengantuk sekali, di mana... ini?? kenapa.... kamu tidak mengantar ku... pulang terlebih dahulu??? ” ujar Luna Kembali menyandarkan kepalanya ke pundak Leon.
“kita sekarang ada di apartemen ku, setelah dari sini aku akan mengantarmu pulang. Kamu terlihat begitu lelah, aku akan menggendongmu sekarang” ujar Leon melangkah turun, begitu juga Luna yang menggeser tubuhnya. Dia berusaha mengumpulkan nyawanya yang tersebar, tapi tubuhnya terlalu lelah.
“tuan muda... biar..” ucapan salah seorang body guard terhenti segera dan menyadari kalau dia hampir saja melakukan kesalahan.
“kenapa kamu diam?” tanya Leon menatap heran ke arah Body guardnya.
“maaf tuan muda... saya... saya akan membantu anda membawakan dokumen ini” ujar Body guard mencari alasan dan segera akan mengambil dokumen yang tidak sengaja di duduki Luna.
“tunggu...” ujar Leon dengan mata tajam menatap ke arah Body guard yang akan menghampiri mobil di mana Luna masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Leon meraih tangan Luna dan kembali menggendong di belakang punggungnya, Luna menyadarkan kepalanya di pundak kokoh Leon lalu melangkah masuk ke gedung apartemen itu.
Body guard yang lain membukakan pintu gedung Apartemen lalu melangkah bersamaan menuju lift, body guard yang memegang dokumen menekan tombol lift sedangkan bodyguard yang lain mengawasi sekeliling lobi.
Setelah pintu lift terbuka mereka semua masuk ke dalam, tidak lupa body guard Leon menekan tombol lift untuk menuju ke lantai apartemen milik Leon. Luna benar-benar sudah masuk ke dalam dunia mimpi, nafasnya terdengar teratur dan di rasakan oleh Leon.
“kalian bisa beristirahat hari ini,” ujar Leon setengah berbisik agar tidak mengganggu Luna.
“hmmm...” Luna bergerak sedikit merasa terganggu dengan suara keras para body guard.
“shusssh... shussh.... shussh...” Leon segera menenangkan Luna layaknya seorang ayah yang menenangkan anak perempuan saat terganggu tidurnya. Para body guard langsung terdiam dengan raut wajah yang pucat pasi,
“maaf tuan muda” ujar mereka kembali sambil berbisik.
Ini benaran tuan muda? Apa aku tidak salah lihat.
Sepertinya matahari akan terbit dari barat.
*Tuan muda yang arrogant, sombong, kejam dan dingin bisa bersikap begitu lembut, penyayang dan penuh kasih pada nona ini...
__ADS_1
ilmu apa yang di gunakan nona ini hingga membuat Tuan muda menjadi berbeda seperti ini*? ...
Berbagai macam komentar yang di lontarkan oleh para body guard di dalam hati menatapi Leon, mereka semua sangat terkejut dengan perubahan sikap tuan muda mereka.
Beberapa menit kemudian pintu lift terbuka, Leon lalu keluar dari dalam lift melangkah menuju apartemen miliknya. Body guard kepercayaan Leon yang memegangi dokumen file segera membukakan pintu yang tentunya dia sudah mengetahui kode sandi kunci apartemen. Para boy guard yang lain masih tertinggal di lift langsung menekan tombol satu lantai di bawah lantai apartemen Leon, mereka di berikan fasilitas apartemen untuk mereka tinggali.
Leon memasuki apartemen mewah miliknya yang berlantai dua, kaki panjangnya melangkah ke arah tangga dan menaiki satu persatu anak tangga. Body guard kepercayaan Leon meletakkan dokumen file yang di bawanya di atas meja ruang tengah,
“tuan Muda... saya meletakkan dokumennya di sini. Kalau begitu Saya langsung permisi tuan muda” ujar Body guard itu menatap ke arah Leon yang berada di tengah tangga, Leon menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan melanjutkan kembali melangkah menuju kamarnya.
Body guard itu keluar dari apartemen Leon menuju lantai bawah tempat para body guard tinggal, tidak lupa dia menutup pintu Apartemen Leon yang secara otomatis terkunci dari dalam.
Sebelah tangan Leon membuka pintu kamar yang sangat terasa kental dengan karakter maskulin, perlahan dia mendudukkan tubuh Luna di ranjang king size berseprai hitam yang lembut dan harum. Selimut tebal berwarna abu-abu terlipat rapi di bawah kaki ranjang, dengan hati-hati dia merebahkan tubuh Luna di ranjang.
Kepala Luna di letakkan perlahan pada bantal lembut dan nyaman, tidak lupa Leon melepaskan sepatu boots high heels milik Luna lalu meletakkan kaki di atas ranjang dengan hati-hati. Tidak lupa Leon menarik selimut tebal menutupi tubuh Luna, tangan Leon meraih sepatu boots gadis cantik itu lalu membawanya turun untuk di letakkan di lemari sepatu khusus miliknya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...