Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 57


__ADS_3

Leon menatap ke arah Luna yang mengalihkan pandangannya ke pemandangan di luar jendela, dia lalu melihat pergelangan tangan Luna yang masih menggunakan sarung tangan. Dia tahu di balik sarung tangan itu ada bekas luka akibat ikatan dasinya, Leon mengalihkan pandangannya sejenak ke pemandangan di luar jendela kaca mobilnya.


Luna tampak sibuk dengan baju yang di kenakan, kedua tangannya pun bergerak cepat merapikan tata letak pengaman perbukitan yang sempat di mainkan oleh pria tampan di sampingnya.


“maaf....”ujar Leon membuat Luna yang sibuk memperbaiki pakaiannya terhenti dan menatap ke arah Leon dengan pandangan tidak percaya.


"apa?!” tanya Luna kembali. Mata elang pria gagah itu kembali menatap perempuan cantik yang berada di sampingnya, matanya menatap teduh ke Luna.


“... maaf atas apa yang sudah terjadi saat malam itu, maaf atas semua perkataanku padamu yang menyakiti perasaanmu” ujar Leon membuat Luna termenung seperti patung. Dia menatap ke arah gadis itu yang masih menatap tidak percaya ke arahnya.


Pandangan Luna kembali tertuju pada pria gagah yang duduk di sampingnya, entah mengapa saat Leon mengatakan kata ‘maaf’ kemarahan yang meluap bagai lahar panas gunung berapi langsung membeku layaknya gunung everest.


“Haa.... Tadi lu bilang apa? Kagak denger gue” ujar Luna berusaha menajamkan telinganya. Leon menatap ke arah Luna dengan tatapan tidak senang, baginya mengucapkan kata ‘maaf’ adalah sesuatu yang sangat berat untuk di lakukannya.


“Sepertinya bermain dengan senjata api sudah membuat pendengaranmu menjadi rusak?!” Leon menatap kesal pada Luna yang terkejut saat mendengar kata senjata api.


“Apa lu bilang tadi?” tangan Luna perlahan menggapai senjatanya yang tersembunyi punggung belakang di balik jacketnya. Dia langsung bersikap waspada mengawasi Leon yang tersenyum smirk ke arahnya,


“untuk seorang mahasiswi memiliki senjata canggih seperti yang kamu gunakan waktu malam itu, tidak mungkin jika kamu adalah seorang anggota militer atau semacamnya. Sepengetahuanku, para anggota militer hanya memakai senjata api sesuai standar suatu negara” Leon menatap Luna dengan penuh selidik.


Luna sudah bersiap-siap dengan senjata di tangannya yang masih tersembunyi di balik tubuhnya. Mata tajam itu menatap dalam ke arah Luna,


“dari data yang aku dapatkan, tidak hanya sering pergi ke luar negeri, memakai outfit yang terlihat biasa saja tapi memiliki harga yang fantastik dan juga kendaraan bernilai tinggi. Untuk seorang spy kamu tidak bisa di kategorikan” jelas Leon kembali.


“maksud lu ?” Luna mulai mengeluarkan senjatanya dari jacket yang menutupinya, bersiap-siap untuk mengirim Leon ke alam lain. Leon kembali tersenyum sambil menatap indah mata biru milik Luna

__ADS_1


“jika kamu seorang spy (menarik kembali pinggang Luna untuk mendekatinya lalu memaksa untuk mendudukkan dalam pangkuan Leon) kamu tentunya tidak akan berada di suatu negara dalam waktu yang lama” Ujar Leon menatap mata Luna lalu turun pada bibir yang sudah di rasakannya tadi.


Sebuah senjata api kini berada tepat di pelipis sebelah kiri kepala Leon, senyuman penuh kemenangan terlukis di wajah cantik Luna. Senyuman itu segera memudar dari wajah Luna yang berganti rupa dengan tatapan penuh tanda tanya, wajah Leon yang berada di hadapannya sama sekali tidak menunjukkan ketakutan dan kekhawatiran.


Luna tentu saja tidak mau mengalah, lalu menatap mengintimidasi ke arah Leon,


“kalo menurut lu gue bukan anggota militer, spy atau what ever lah. Lu tentunya tahu profesi gue dengan senjata yang sebentar lagi akan meledak membuat isi kepala lu hancur” ujar Luna dengan tatapan mematikan kepada Leon yang sudah bisa mengetahui rahasia Luna.


Leon bisa menarik kesimpulan dari senjata yang sempat di lihat olehnya saat malam indah itu, dari yang diketahuinya senjata yang di gunakan Luna sangat lah tidak mungkin bisa di miliki oleh mahasiswi yang kebanyakan akan menyukai barang bermerek atau benda mewah lainnya.


“ kamu tidak akan melakukannya” ujar Leon menatap dengan pandangan penuh perasaan bahagia yang tidak di mengerti olehnya.


“kenapa lu bisa seyakin itu? Lihat senjata yang gue pegang sekarang udah kagak sabar untuk membuat lubang di kepala lu” ujar Luna yang mulai menarik pelatuk senjata apinya. Namun, tarikan pelatuk itu berhenti saat tangan kiri Leon memegang tangan Luna yang memegang senjata lalu mengarahkannya tepat ke bagian dada Leon.


“jika kamu ingin mengakhiri ku, arah moncong senjata ini tentunya berada di sini” tangan kanan Leon menarik tubuh Luna untuk semakin lebih mendekat ke arahnya. Kemeja yang di kenakan Leon terbuka dia bagian dada memperlihatkan sedikit bagian dada bidang yang menguji iman setiap perempuan.


Nyaman banget.... eh what.... kagak-kagak Lun. Lu jangan terhipnotis dengan bentuk tubuhnya yang seksi dan sempurna ini... D*mn.... kenapa gue malah muji dia... Gumam Luna dalam hati yang seakan berperang dengan hati nuraninya.


Leon kembali tersenyum senang menatap Luna yang terpecah konsentrasinya, membuat kekesalan dalam diri gadis cantik itu semakin meningkatkan drastis.


“Lu kenapa malah senyam senyum gitu? Kagak takut lu kalo gue bakalan bertindak nekat” ujar Luna tampak sangat kesal.


“(tersenyum senang) kamu tidak akan melakukannya”


“Kenapa lu bisa yakin?!”

__ADS_1


“karena kamu memiliki kesempatan itu tapi di dalam sini (meletakkan jari telunjuk tepat di atas dada Luna yang membuka besar matanya) mencegahnya untuk melakukan, dan lagi hal ini akan membuat kamu menjadi pusat perhatian ” Leon tampak sangat percaya diri, ucapan Leon membuat Luna berpikir sejenak.


Bentar... kalo gue bunuh nih cow bakalan ngundang kehebohan sejagat raya, secara dia orang yang sangat berpengaruh. Belum lagi kekuatan dahsyat fans-fansnya yang bakalan bikin gue dalam kesulitan gumam Luna dalam hati, punggung jari tangan kanan Leon membelai wajah cantik Luna. Mata biru nan indah seolah menghipnotisnya membuat suatu perasaan di dalam dirinya berkembang semakin besar.


Luna terdiam tidak bergerak duduk tenang dalam pangkuan Leon, mata tajam menusuk seakan menghipnotisnya di tambah bentuk tubuh yang sempurna. Bahkan jari Leon yang bergerak menyentuh lembut bibirnya sama sekali tidak di permasalahkan oleh gadis cantik itu.


***


Supir mobil Leon dan Alex saling bertatapan, mobil yang di bawanya sudah berhenti tepat di depan gerbang kampus UIN. Beberapa mahasiswa tampak melihat ke arah mobil berdecap kagum. Mobil Leon merupakan mobil keluaran terbaru terlihat mewah dan membuat para kaum hawa tertarik juga penasaran dengan siapa pemilik mobil itu.


“tuan Alex... apa kita harus menunggu di sini terus?” tanya supir yang tidak berani mengganggu Tuan mudanya tengah berbicara dengan perempuan cantik juga menarik.


“apa kamu mau bulan ini tidak menerima gaji?” ujar Alex tahu dengan tabiat Leon yang akan bertindak kejam saat kesenangannya terganggu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2