Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 123


__ADS_3

Hewan itu secepat kilat menyerang tapi gagal karena Luna dan maid itu lebih cepat menghindar, maid itu terkejut mendapat perlakuan spontan Luna. Dia lebih terkejut saat melihat hewan yang berusaha menyerangnya,


“se...se...serigala...” maid itu tampak shock saat melihat serigala berukuran besar berdiri di hadapan mereka, di belakang serigala itu sudah berkumpul beberapa serigala lain.


Luna tampak tenang, dari wajahnya sama sekali tidak terlihat ketakutan atau pun cemas. Berbanding terbalik dengan maid yang di peluk Luna, raut wajahnya terlihat sangat ketakutan. Kedua tangan maid itu mencengkeram kuat jacket sweter hitam yang di gunakannya. Tangan Luna sempat menyentuh suatu benda yang tersembunyi di balik seragam yang di kenakan maid itu, sebelah alis mata Luna terangkat dengan senyuman smirk tersungging di bibir mungilnya.


Serigala berbadan besar menatap tajam ke arah Luna dan Maid itu, dia mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan begitu juga dengan serigala lainnya.


GGGGGGGRRRRRRR....


Terdengar sangat jelas geraman dari binatang buas berkelompok itu, Serigala berbadan besar yang berada di depan serigala lainnya berlari cepat dan melompat ke arah Luna.


Maid itu melihat ke arah Luna yang fokus melihat ke arah kawanan serigala itu, mendapat celah dan kesempatan dia meraih sesuatu yang di sembunyikannya di balik seragam. Luna melihat pergerakan cepat serigala itu segera mendorong kuat Maid itu ke arah belakang, begitu juga dengan dia yang langsung mengambil cepat langkah mundur.


Serigala itu lalu berdiri di antara Luna dan maid itu di ikuti dengan serigala lainnya, kawanan serigala yang berjumlah tujuh ekor itu membelakangi Luna. Mereka menggeram memperlihatkan gigi dan taring mereka yang tajam, insting mereka sangat kuat saat merasakan adanya bahaya.


Saat pertama kali bertemu dengan maid itu, Luna merasa ada yang berbeda darinya. Tatapan serta postur tubuh dari maid itu berbeda dari kebanyakan maid lainnya, kecurigaan Luna memang terbukti. Senyuman smirk tidak lepas dari bibir mungilnya,


“tikus sudah berani memasuki sarang kucing, kamu dengan sukarela mengantarkan nyawa kamu kemari ” ujar Luna membuka jaket sweter yang di gunakannya lalu mengikatnya di pinggang. Maid itu memasang kuda-kuda dengan memegang kuat senjata tajam di tangannya, tatapan matanya yang semula menyiratkan ketakutan berubah menjadi tajam dan mematikan.


“untuk bisa menghabisi musuh sampai ke akarnya, resiko apa pun harus di hadapi” ujar maid itu dengan percaya diri. Luna lalu bersiul dengan kuat,


Ppviiiiwiitt...

__ADS_1


Kawanan serigala itu dengan patuh melangkah mundur dan berdiri di belakang Luna, mereka masih bersikap waspada mengawasi pergerakan lawan.


“sigh... (menghela nafas panjang) mereka benar-benar sudah merasa tidak sabar untuk bertemu dengan malaikat kematian” ujar Luna tahu dengan orang di belakang maid itu.


“huh... kata-kata itu pantasnya untuk lo yang sebentar lagi bakalan gue antar ke sana” maid itu berlari dan langsung menyerang ke arah Luna. Serangan itu dengan sigap di tangkis Luna yang langsung melakukan pertahanan, tidak tinggal diam dia segera melakukan serangan balasan.


Mereka berdua saling berbalas tendangan dan pukulan, benda tajam yang di pegang maid itu melayang cepat ke arah Luna. Dengan sigap dan cepat Luna berhasil menghindar, tangan kanan Luna berhasil memegang pergelangan tangan maid itu. Tubuh Luna membelakangi maid, Tangan kiri Maid memegang tangan kanannya menekan kuat tangan kanan di mana mata tajam senjata itu mengarah tepat ke arah leher putih Luna.


Gigi Luna bergemeretak kuat menahan senjata itu agar tidak melukainya, merasa terdesak Luna segera melakukan pertahanan dengan menginjak kuat kaki maid itu. Gerakan itu membuat senjata tajam meleset dari leher putih Luna, senjata tajam itu malah melesat cepat ke arah belakang dan hampir mengenai maid itu yang segera menghindarinya. Jarak senjata tajam itu dengan leher Luna hanya berjarak beberapa senti saja, Luna langsung menyikut perut maid itu dan melakukan tendangan kuat ke arahnya.


Senjata tajam yang di pegang maid itu di tendang kuat oleh Luna hingga senjata itu terlepas dari tangannya. Senjata tajam itu tertancap kuat di sebuah pohon yang tertanam di dalam kandang hewan itu, maid itu kembali melakukan serangan dengan tangan kosong. Memukul, menendang bahkan melakukan gerakan mematikan ke arah Luna, tentu saja semua serangan itu di tangkis dengan mudah oleh Luna.


Jason dan pria yang di temui Luna tadi baru saja keluar dari dapur dengan membawa sebuah wadah besar berisi daging segar, mereka berjalan menuju kandang hewan. Jason dan pria itu berdiri tepat di depan kandang serigala, mereka berdua tercenung saat melihat Luna tengah berkelahi seru dengan maid baru.


Melihat musuhnya sudah tidak berdaya Luna melepaskan kaki dari leher, maid itu jatuh terduduk di tanah dengan terbatuk-batuk berusaha menghirup udara sebanyak mungkin. Serigala besar di belakang Luna perlahan berjalan dan mendekat, dia berdiri sambil menyeringai memperlihatkan giginya di depan maid itu.


Ggggggrrrrrroaarr...


Terdengar geraman keras dan tatapan tajam dari serigala itu ke arah maid yang terlihat ketakutan,


“Alpha!!” panggil Luna pada serigala besar itu. Kepala serigala itu melihat ke arah Luna lalu kembali menatap maid, dia mengambil posisi duduk memperhatikan dan mengawasi gerak gerik maid itu. Luna melangkah menuju pohon di mana senjata milik maid itu tertancap kuat, mata birunya memperhatikan setiap bagian senjata dengan teliti.


Luna melihat sebuah simbol di pegangan senjata itu, bagian badan senjata itu tidak di pegangnya. Dia menebak jika senjata itu sudah di lumuri dengan racun yang berbahaya,

__ADS_1


Dasar ular lacknut, mereka udah nggak sabar buat gantiin posisi ojisan gumam Luna dalam hati. Dia lalu melangkah menuju ke arah maid yang masih terbatuk-batuk, Luna melempar kuat senjata tajam ke arah maid itu. Senjata itu menancap kuat di bahu kanan maid itu,


“AAAAAARRRRGGGGHHH” teriak kuat maid itu, Luna menghampirinya dengan kedua tangan mulai meraba-raba tubuh maid yang tampak kesakitan. Maid itu berusaha menghalangi Luna untuk mencari sesuatu di tubuhnya, kedua tangan Luna dengan cepat merobek baju seragam itu.


Jason dan pria itu membulatkan matanya saat melihat apa yang di lakukan Luna,


“Breng**k, mau apa.... lu....?” ujar maid itu terbata-bata kesal dengan tindakan Luna yang merobek paksa bajunya, mata jeli Luna menemukan sebuah tato di bahu kiri belakang maid itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2