
“persaudaraan yang begitu hangat” komentar Matthew membuat Luna dan Kiandra serentak melihat ke arahnya. Luna kembali menatap ke arah Kiandra yang berada di sampingnya sambil tersenyum manis,
“anda benar Tuan Matthew, Kiandra kakak terbaik dan aku menyayanginya” ujar Luna membuat Kiandra menatap sayang padanya.
“ooooo my sister... aku juga menyayangimu...” Kiandra langsung memeluk tubuh Luna dari samping, membuat Luna tersenyum canggung pada Matthew.
“ buat apa ni cowok ke sini?” Bisik Kiandra di telinga Luna yang masih di peluknya.
“dia tamu ojisan” Bisik Luna perlahan melepaskan pelukan teletabisnya dengan Kiandra.
Tamu ojisan?! Aku kira yang datang kakek tua ternyata malah cowok yang barusan aja kita bahas gumam Kiandra terus memperhatikan Matthew yang menatap ke arah Luna. Ada tatapan berbeda yang di rasakan oleh Kiandra saat pria tampan itu memperhatikan Luna, insting perghibahannya seketika muncul.
Luna memilih mengabaikan Kiandra dan melanjutkan berdiskusi tentang pekerjaan dengan Matthew juga Ian, Kiandra terus memperhatikan gerak gerik Matthew.
Fiks cowok ini suka ama Luna, senyuman dan pancaran sinaran dari matanya udah sangat jelas terlihat gumam Kiandra dalam hati merasa yakin dengan apa yang di lihatnya.
Anne memperhatikan meja makan yang sudah tertata rapi, dia lalu melangkah menuju ruang tamu untuk memberi tahu Luna dan lainnya. Saat melangkah ke ruang tamu Anne merasakan ada sesuatu yang mengikutinya dari belakang, dia juga mendengar geraman dan deruan nafas yang sangat di kenalnya. Anne membalikkan tubuhnya ke belakang dan melihat black panther yang tengah berjalan dengan elegan mengikutinya,
“Ratu?! Apa kamu mencari nona Besar?” sapa Anne yang di tatap oleh Ratu.
Rrrroaarr....
Terdengar suara geraman Ratu yang seakan menjawab pertanyaan Anne, beberapa maid yang melihat Ratu tampak sedikit ketakutan dan cemas. Anne tersenyum lalu melangkah menuju ruang tamu beriringan dengan Ratu, Black panter itu melangkah dengan maskulin dan terlihat gagah.
Anne memasuki ruang tamu bersama dengan Ratu, Ian yang duduk di sofa samping Matthew terkejut dan segera menaikkan kakinya saat melihat kucing besar itu.
“ya Tuhan... Tuan muda...” ujar Ian terkejut dengan sosok gagah Ratu, file yang di pegangnya berhamburan ke lantai ruang tamu. Kedua tangan Ian memegang kuat lengan kiri Matthew yang menatap heran ke arahnya, pria tampan itu menatap ke arah Ratu yang melangkah santai mendekati Luna.
__ADS_1
“anda tenang saja tuan Ian, dia tidak akan mengganggu anda” ujar Luna membelai sayang kepala Ratu. Kucing besar itu mengerakkan kepalanya ke tangan Luna, dia lalu duduk di samping sofa tuannya menatap ke arah Matthew dan Ian. Sinaran mata Ratu membuat para pria itu gugup dan takjub, tangan Luna kembali membelai kepala Ratu yang mengangkat kepalanya ke atas dengan mata terpejam.
Anne memunguti file-file yang terjatuh di lantai, lalu meletakkannya di atas meja. Dia dapat mengerti bagaimana perasaan gugup dan khawatir yang di rasakan oleh Ian saat ini, Anne kembali berdiri di posisinya.
“aaa aaa... aaanda anda yakin nona?” tanya Ian gugup.
“tenang saja,” ujar Luna tersenyum manis dan hangat. Ian lalu perlahan menurunkan kakinya dari sofa sambil terus mengawasi Ratu yang membaringkan tubuhnya di samping kaki Luna, sesekali dia menelan kasar air liurnya dan menyeka keringat di keningnya.
“peliharaan anda benar-benar unik nona Luna, terlihat elegan dan cantik” puji Matthew menatap Ratu yang membalas menatapnya, seakan mengerti dengan pujian yang di berikan.
"dia jantan" ujar Luna tersenyum hangat menatap Ratu yang menjadikan kakinya sebagai bantal untuk rebahan.
"ooh... maaf aku mengira kalau dia betina" ujar Matthew canggung, Luna hanya tersenyum dan mengalihkan tatapannya ke arah Anne.
“Nona, makan siang sudah siap” ujar Anne.
“Belum Nona, tuan Alberto tadi menghubungi memberi tahu jika Baron sama makan siang di luar” ujar Anne sopan. Luna menganggukkan kepalanya mengerti dia menatap ke arah Kiandra yang sudah berdiri dari tempat duduknya, tidak lupa Luna mengajak Matthew dan Ian untuk makan siang bersama. Ratu tidak mau ketinggalan juga ikut bangun dari rebahannya mengikuti Luna menuju ruang makan, Anne segera meminta maid pria untuk menyediakan makanan untuk Ratu pada tempat khusus.
Saat makan siang sesekali Luna dan Matthew terlibat dalam pembicaraan seru seputar pekerjaan bahkan pembicaraan itu terus berlanjut setelah makan siang, Matthew sangat senang dan kagum dengan kepintaran Luna dalam menghandle pekerjaan.
Terkadang Matthew dan Luna sedikit berdebat mengemukakan pendapat mereka, Kiandra dan Ian pun ikut turun tangan untuk menengahi mereka berdua. Ada sebuah pergerakan asing dalam hati Matthew, sebuah rasa yang sama sekali tidak pernah dia rasakan saat bertemu dan berbicara dengan perempuan lainnya.
***
Setelah cukup lama berdiskusi, akhirnya mereka mencapai sebuah kesepakatan yang menurut mereka menguntungkan bagi kedua belah pihak. Matthew meminta Ian untuk mempersiapkan file dengan poin-poin tertentu yang sudah di sepakati bersama, pria tampan itu dan bersama asisten pribadinya Ian berpamitan dengan Luna juga Kiandra.
Luna dan Kiandra berdiri di depan kediaman utama mengantar Matthew juga Ian yang akan berpamitan pulang, Ratu senantiasa berada di dekat Luna. Dia duduk di samping Luna sambil menjilati salah satu kaki depan lalu mengusapkan ke wajahnya, Ian berusaha menjaga jaraknya dengan berdiri di belakang punggung Matthew sambil bersikap waspada pada binatang buas itu.
__ADS_1
“aku mengucapkan terima kasih atas jamuan anda, nona Luna. Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik” ujar Matthew mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Uluran tangan itu di tatap oleh Luna, tanpa ada keraguan gadis cantik itu menjabat tangan Matthew dengan sopan.
“aku juga mengharapkan hal itu tuan Matthew” ujar Luna yang perlahan melepaskan jabatan tangannya. Ian bergegar melangkah lebih dulu menuju mobil mewah yang terparkir di pelataran kediaman utama, dia segera menyimpan file-file penting itu ke dalam mobil. Ian segera membukakan pintu mobil untuk Matthew yang melangkah menuju mobil mewah itu, pria tampan itu sekali lagi menatap ke arah Luna yang berdiri di antara Kiandra dan Ratu.
Senyuman hangat terlukis di wajah tampan Matthew yang menganggukkan kepalanya pada Luna, saat hendak masuk ke dalam mobilnya terdengar suara deru mesin dan baling-baling helikopter. Mereka semua seketika menatap ke arah langit, di mana dua helikopter perlahan turun dan mendarat dengan sempurna di halaman kediaman utama.
“sepertinya ojisan sudah kembali dan oooohh....” Ujar Kiandra tersenyum penuh maksud. Luna yang berdiri di samping menatap ke arah Kiandra dengan tatapan tanda tanya,
“oooo...?”
“hehehe... Kamu lihat aja ndiri” ujar Kiandra sambil mengode dengan gerakan kepala menunjuk ke arah helikopter satunya lagi, tampak seorang pemuda tampan yang di kenal Luna turun dengan gagah dari helikopter itu bersama dengan Alberto.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1