Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 98


__ADS_3

“anda benar-benar tidak apa-apa, nona? Apa tidak sebaiknya anda memeriksakan diri ke rumah sakit?” tanya Jason yang duduk di samping Luna. Makanan yang berada di depan mereka masih mengepulkan asap, Luna tampak tergiur dengan aroma makanan di atas meja.


“tidak usah, aku sudah baik-baik saja” ujar Luna kembali meneguk air hangat untuk menenangkan perutnya.


“kamu yakin Lun? Atau kamu mau di buatkan sesuatu agar membuat perut mu nyaman” Kiandra masih mengelus lembut punggung Luna.


“nggak Kia, aku benaran nggak apa-apa. Sebaiknya sekarang kita makan, alu setelahnya kita melanjutkan pekerjaan yang tertunda” ujar Luna meraih garpu lalu menusukkan ke frech fries yang berada di samping daging steak buatan Jason.


“kamu yakin?” tanya Kiandra masih tampak khawatir, Luna menganggukkan kepalanya memberi jawaban. Mereka menikmati makanan di hadapan mereka sambil sesekali membahas misi yang akan di laksanakan, masih ada rasa khawatir yang di rasakan Jason dan Kiandra. Luna tahu jika mereka masih merasa sangat khawatir, dia lalu tersenyum dan memakan makanannya. sengaja Luna lakukan untuk memberi tahu pada mereka jika dirinya baik-baik saja.


***


Leon, Adam, Hugo dan Kaila baru saja sampai di mansion utama keluarga Willson, tampak Anita berjalan mondar-mandir di ruang tamu sambil melihat ke arah pintu masuk. Raymond tengah duduk di sofa single dengan sebelah tangannya memegang ponsel, dia diam seribu bahasa sambil memperhatikan ponsel yang kini sudah kembali dalam pengaturan awal.


Tatapan Raymond tampak tajam saat melihat sebuah foto yang baru saja di terimanya, dia seakan berada di dunia lain dan tidak mengacuhkan istrinya yang tampak gelisah.


Semua ini pasti ulah mereka, sampai sejauh mana mereka mengetahuinya?! Apakah mungkin mereka sudah tahu kebenaran itu? Tidak... tidak mungkin, jika mereka sudah tahu, pasti akan terjadi kehebohan gumam Raymond dalam hati sambil terus memperhatikan foto yang terpampang di layar ponselnya. Dia teringat saat sedang melakukan pemeriksaan tidak sengaja ada yang menyenggolnya mengakibatkan ponsel yang di pegang jatuh ke lantai, ponsel mahal itu sama sekali tidak retak atau pecah.


“maaf... maaf kan saya tuan” ujar seseorang itu yang lalu meraih ponsel di lantai dan memberikannya pada Raymond kembali. Raymond mengambil ponsel itu dan mencoba menyalakan untuk memeriksa apakah ada kerusakan atau tidak.


Pada layar ponsel Raymond tertulis berbagai macam tulisan yang meminta Raymond harus mengreset ulang ponsel miliknya, setelah melakukan petunjuk dari ponsel itu, Raymond tampak termenung saat sebuah pesan masuk yang ternyata pesan dari Simon.


Raymond tampak terkejut saat melihat isi pesan yang berisikan ancaman serta foto, seketika itu juga wajah Raymond mendadak pucat. Tidak hanya sampai di situ di juga mendengar kabar tentang Kaila dari Anita istrinya,


Simon sudah melewati batasannya... gumam Raymond dalam hati yang seakan menyadari jika apa yang di lakukan Simon adalah peringatan untuknya.


Raymond tersadar dari lamunannya saat melihat Anita istrinya yang melangkah cepat ke pintu. Anita tampak lega dan senang saat melihat Kaila dan lainnya melangkah masuk menuju mansion,

__ADS_1


“Kaila...” panggil Anita yang segera berhamburan memeluk putrinya.


“mommyy...” ujar Kaila memeluk Anita dengan erat. Air mata jatuh menghiasi pipi Anita, dia merasa sangat lega dan tenang saat putrinya kini ada dalam pelukannya.


Raymond berdiri dari duduknya lalu mendekati Kaila dan Anita yang masih berpelukan, perlahan Kaila melepaskan pelukan dengan Anita lalu memeluk Raymond yang juga merasakan apa yang di rasakan oleh Anita. Di sisi lain ada berbagai pertanyaan timbul di benaknya saat dia menatap ke arah Leon dan lainnya.


Apa mereka sudah mengetahui kebenaran itu? Gumam Raymond dalam hati menatap penuh selidik pada Leon. Hugo dan Adam saling berpandangan dengan tanda tanya besar dalam hati saat melihat tatapan Raymond, begitu juga dengan Leon yang merasa jika daddynya ingin membicarakan sesuatu.


“Kaila.... ( Kembali memeluk Kaila setelah putrinya melepaskan pelukan dari Raymond) kamu tidak apa-apa kan sayang? Apa kamu terluka? Atau penjahat itu...” Anita menatap tubuh putrinya memastikan jika tidak ada luka atau cedera apa pun.


“mom.... Kaila baik-baik saja, Lihatlah tidak ada luka sekali pun” Kaila memutar tubuhnya memperlihatkan jika keadaannya baik-baik saja.


“hoooh.... Syukurlah.... Mommy sangat khawatir saat Body guard Leon menyampaikan berita tentang kematian body guard kamu, mommy sangat panik. Bahkan daddy meminta pihak kepolisian untuk mencari keberadaan kamu” Anita tampak senang.


“Mom... daddy tahu mommy sangat khawatir, tapi setidaknya biarkan Kaila, Leon dan lainnya duduk dulu” ujar Raymond membuat Anita tersadar jika sedari tadi mereka berdiri saja.


“Mommy ... Terlalu senang dan lupa” Anita mengajak Kaila, Leon dan lainnya untuk duduk di ruang tamu. Para maid datang menghampiri dengan membawa minuman di nampan dan juga makan kecil sebagai pendamping, Anita meraih teh hangat lalu di suapinya pada Kaila.


“Leon bagaimana keadaanmu? Apa ada yang terluka atau cedera?” tanya Raymond pada Leon yang tengah memperhatikan ponsel miliknya.


“Eh mommy lupa punya anak satu lagi si manusia es ” ujar Anita sengaja mengabaikan Leon, dia masih merasa kesal saat telepon darinya di matikan begitu saja tanpa penjelasan apa pun. Leon melihat ke arah Anita yang terlihat merajuk, dia lalu melihat ke arah Raymond mengode dengan isyarat mata.


“Lebih baik kamu tanyakan sendiri pada mommy mu, daddy masih ingin hidup tenang tanpa mengganggu harimau betina” bisik Raymond pada Leon yang duduk di sofa single tepat di sampingnya.


Bisikan Raymond terdengar jelas oleh Anita yang langsung melayangkan tatapan tajam ke arah Ayah dan Anak itu, seketika Leon mengalihkan pandangannya pada ponsel yang di pegangnya sedangkan Raymond terkesiap dan tersenyum canggung pada istrinya yang kini sudah berganti mode.


Tatapan tajam dengan kilatan pembunuh terlihat jelas dari kedua mata Anita,

__ADS_1


“daddy, sepertinya malam ini daddy boleh bergabung dengan si manusia es dan antek-anteknya. Mommy akan berbesar hati meminta maid untuk membereskan barang-barang kebutuhan Daddy” ujar Anita tanpa belas kasihan, Raymond terkejut mendengar ucapan istrinya.


“bu... bu ... bukan begitu my... tadi itu si Leon... aduuh... my.... jangan seperti ini dong... (melihat ke arah Leon dengan pandangan meyalahkan) ini semua gara-gara kamu Leon” ujar Raymond melampiaskan kekesalannya pada Leon.


“ daddy sayang, mommy ini masih bisa mendengar dengan sangat jelas apa yang daddy sampaikan pada si manusia es ini. jadi....”


“my... bukan begitu maksud Daddy, ayo lah my.... mommy adalah perempuan yang tercantik di dunia ini....” Raymond melihat ke arah Leon memberi kode untuk membujuk Anita. Leon diam menatap daddynya yang berusaha membujuk Ratu di mansion utama keluarga Willson, pandangan mata Raymond mengode Leon untuk mengatakan sesuatu pada Anita.


“benar kata Daddy mom, mommy adalah perempuan tercantik nomor sekian setelah Luna “ujar Leon dengan mata kembali ke layar ponselnya.


“Luna?!” Raymond dan Anita serentak melihat ke arah Leon yang masih fokus pada ponsel miliknya.


Raymond dan Anita termenung saat Leon menyebut nama seorang Gadis yang terasa sangat asing bagi mereka,


“Luna.... Luna siapa, Leon?” tanya Anita kepo, Raymond menatap putra pertamanya dengan arti yang berbeda menunggu penjelasan siapakah gadis yang baru saja di sebut. Leon termenung saat ibu kandungnya bertanya perihal tentang Luna, dia sama sekali tidak sadar sudah menyebut nama gadis yang sudah mencuri hatinya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2