Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 125


__ADS_3

“hmm...(menganggukkan kepalanya) memang kenapa? Masakan ini terasa sangat enak, apa koki sedang mencoba resep baru?” ujar Luna menikmati sarapannya. Soo He menatap ke arah Kiandra yang takjub melihat Luna,


“Kamu yakin Makan itu Lun?” tanya Kiandra mengucek matanya sendiri berharap jika apa yang di lihatnya sekarang adalah kenyataan. Baron bersikap santai sambil menikmati makanan yang sama dengan Luna,


“kalian Kenapa? Bukannya bagus Luna menyukai makanan ini,” ujar Baron menyuapi makanan ke mulutnya, Luna menatap ke arah Soo He dan Kiandra yang menatapnya takjub.


"What?!"


"tumben sekali kamu memakan ini, padahal dari dulu kamu paling tidak menyukai masakan ini. Bahkan kamu selalu komplain dengan baunya,” ujar Soo He. Luna menatap makanan yang ada di piringnya,


“Mungkin saja Cucu kesayangan mu ini terlalu lapar setelah habis ‘berolah raga berat’, dia perlu menutrisi kekuatannya kembali ” ujar Baron menekankan kata tepat pada olah raga berat yang langsung di balas senyuman manis dari Luna. Dia sudah mengetahui apa yang terjadi di kandang serigala dari kepala penjaga, setelah memberi instruksi kepada bawahannya kepala penjaga segera menemui Baron dan melaporkan semuanya.


Kepala penjaga menggunakan kode kata yang langsung di mengerti oleh Baron, dia sengaja melakukan hal itu agar Soo He tidak tahu. Rasa penasaran dan kekepoan Soo He sudah mencapai tingkat Dewa, dia masih menatapi Luna yang menikmati menu sarapan pilihannya. Luna tahu jika Soo He masih menatap ke arahnya, gadis bermata biru itu membalas menatap balik Soo He dengan sejenak tampak berpikir.


“hmmm... menurutku rasanya tidak buruk, masih layak untuk di santap” ujar Luna santuy. Soo He akan kembali berbicara langsung di cegah Baron dengan menggenggam lembut tangan kirinya, tatapan Penuh kelembutan dan kasih saya terpancar jelas dari mata pria tua itu.


“sudahlah Soo He, biarkan cucu kita menikmati makanannya” ujar Baron. Soo He hanya menghela nafas lalu melanjutkan sarapannya, begitu juga dengan Kiandra yang duduk di samping Luna. Dia masih begitu penasaran dengan perubahan yang terjadi pada Luna sahabatnya.


Baron menyudahi sarapan paginya, tidak lupa dia meminum teh yang sudah di hidangkan.


“Luna...” panggil Baron sambil mengelap mulutnya dengan serbet.


“Ya ojisan” Luna sejenak menghentikan suapannya.


“setelah ini Ojisan dan Oba chan akan keluar. Kemungkinan sekitar siang ini akan ada tamu yang datang ke kediaman, Kamu handle” ujar Baron yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Luna.


“wakatta (Baiklah), ojisan” Setelah selesai sarapan Baron dan Soo He bersiap-siap, di temani Luna juga Kiandra mengantar ke halaman depan kediaman utama. Baron dan Soo He di bantu oleh para penjaga menaiki helikopter yang sudah standbay di halaman kediaman, setelah memasang sabuk pengaman pilot menghidupkan mesin helikopter itu, baling-baling bergerak dengan sangat cepat. Perlahan-lahan helikopter itu melayang ke udara lalu melesat pergi meninggalkan halaman luas kediaman utama.


Luna tengah berada di kamarnya bersama dengan Kiandra yang terfokus dengan laptop di pangkuannya, tablet dan ponsel juga tergeletak di atas ranjang itu menampilkan beberapa video CCTV yang di dapat Kiandra.

__ADS_1


“ Lun, aku udah dapat video tikus di restoran” ujar Kiandra memperlihatkan video CCTV, pada CCTV itu mereka melihat salah satu karyawan di restoran itu tengah bersembunyi di balik sebuah dinding mencuri dengar saat pertemuan Baron dengan Keluarga Willson.


Luna tengah menyendoki es krim buatan Alberto, tangan kirinya meraih ponsel di atas ranjang dan mengirimi pesan pada ojisannya. Dia juga mengirimi rekaman CCTV yang di dapat oleh Kiandra,


“dan... (memperlihatkan layar laptop ke arah Luna) ini data cowok yang ada di toko bunga itu” ujar Kiandra memperlihatkan layar laptopnya ke arah Luna. Sendok es krim berlapis emas masih berada di dalam mulut mungil dan seksi itu, Mata biru itu bergerak dari kanan ke kiri mengikuti setiap kata yang tertulis pada layar laptop.


“Matthew... hmmm... benar dugaanku. Dia bukan pemilik dari toko bunga itu” ujar Luna tersenyum smirk menatap data pribadi milik Matthew.


“aku juga dapat info, jika Matthew... berkeinginan melakukan kerja sama dengan ojisan” ujar Kiandra lagi sambil tersenyum manis.


“kerja sama, hmmmm...” Luna menatap ke arah Kiandra yang tersenyum manis sambil menaik turunkan kedua alisnya.


“what?!” Luna menatap bingung Kiandra.


“sepertinya tuan muda kita bakalan dapat saingan nih” Kiandra memperlihatkan CCTV di mana Matthew menatap lama ke arah mobil Leon yang membawa pergi Luna.


Buk...


Tok... tok... tok....


“nona besar” sapa maid yang berada di depan pintu kamar Luna, mereka berdua menghentikan aksinya lalu Luna menghampiri pintu dan membukanya. Seorang maid membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Luna,


“ada apa?” tanya Luna.


“Ada tamu nona besar, beliau mengatakan ingin bertemu dengan tuan besar” ujar maid itu.


“baiklah, kamu suguhkan minuman untuk tamu. Sebentar lagi aku akan turun ke bawah” Luna menganggukkan kepala pada maid yang undur diri untuk melaksanakan tugasnya.


Luna menutup pintu kamarnya lalu melangkah menuju kamar ganti atau walk in closet, dia mengambil baju yang di rasa cocok untuk bertemu dengan tamu Kakeknya. Kiandra menyendoki es krim yang di nikmati Luna tadi ke mulutnya, kedua tangannya masih asyik bermain di atas keyboard laptop. Luna keluar dari kamar ganti dan menatap Kiandra dengan pandangan heran,

__ADS_1


“Kia, kamu belum siap?” Luna melihat Kiandra masih belum mengganti pakaiannya.


“apa perlu aku ikut?”


“tentu saja kamu harus ikut, apa kamu akan membiarkan aku sendirian bertemu dengan pria tua itu? Kamu sendiri tahu bagaimana aku” Luna duduk di samping ranjang tepat di sebelah Kiandra.


“ya... ya... aku tahu. Kamu paling tidak senang dengan tamu ojisan yang kebanyakan bermulut manis agar ojisan setuju untuk bekerja sama”


“nah itu kamu tau, kalo bukan di suruh ojisan aku ogah banget ketemu dengan tamu ojisan yang kebanyakan punya bakat bermulut manis” raut wajah Luna terlihat kesal.


“oke... oke... aku temani kamu,” Kiandra bangkit dari rebahannya, saat akan beranjak ponselnya berbunyi. Pada layar ponsel itu tertera nomor asing yang tidak di kenal dan tidak memiliki nama kontak,


“siapa?” Luna menatap layar ponsel Kiandra penasaran. Kiandra menaikkan bahunya memberi tahu Luna jika dia juga tidak mengenal nomor asing itu, ibu jari Kiandra langsung menggeser icon hijau yang ada di layar ponsel. Sebelah tangan Kiandra menutup sebentar ponselnya lalu melihat ke arah Luna,


“kamu duluan aja, ntar kalo udah selesai aku akan ke bawah” Kiandra menyuruh Luna untuk lebih dulu menemui tamu ojisan.


“mencurigakan, tumben kamu menyuruh ku untuk pergi? Apa kamu....” Luna menatap Kiandra penuh selidik.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2