
“dan Data yang ada di dalam sini fake, semuanya berisi hanya virus yang menghancurkan data. Sepertinya pemiliknya sudah tahu jika benda ini suatu saat akan di ambil dan... kamu bisa lihat sendiri” ujar Kiandra memperlihatkan data yang di dapat, Leon terdiam sejenak lalu menatap ke arah Hugo dan Adam.
“Leon, saran gua lebih baik kagak usah di teruskan, secara Simon udah ada di alam sana jadi kagak ada yang bisa menekan bokap lu lagi” ujar Hugo.
Luna dan Kiandra menatap ke arah Leon, para perempuan cantik itu sudah tahu cerita keseluruhan dari Hugo dan Adam.
Leon hanya diam, di dalam benaknya dia masih merasa sangat penasaran gerangan apa yang terjadi antara Simon dan Daddynya.
benar juga apa yang di katakan Hugo, orang yang sering menekan daddy sudah mati dan daddy juga sudah menyetujui hubunganku dengan Luna. tapi... aku masih sangat penasaran kenapa Simon bisa begitunya mengontrol Daddy... gumam Leon dalam hati larut dalam pikirannya.
Mata tajam Leon sejenak memperhatikan Tatapan dari Luna dan lainnya, hal itu membuatnya menepis rasa penasaran dan memilih mengikuti saran dari Hugo, dia lalu menatapi bukti yang ada di atas meja dan segera menyingkirkannya.
Adam dan lainnya mendukung apa yang di lakukan Leon,
"sekarang, bagaimana kalau kita pergi nonton? ada film seru yang baru sajja rilis" ujar Hugo bersemangat.
"nonton? di rumah juga bisa nonton" ujar Kiandra, matanya terfokus pada layar laptop milik Hugo.
"Kiandra, kamu kenapa? apa ada yang salah?" tanya Adam heran. Kiandra hanya diam dan menyibukkan dirinya dengan tablet di tangannya, Luna terus memperhatikan sikap Kiandra yang berbeda.
akhirnya dengan segala bujuk rayuan dan berbagai macam cara, Kiandra mau ikut pergii nontton bersama mereka. Luna dan Leon melangkah terlebih dahulu lalu di ikuti oleh Kiandra, Adam dan Hugo yang tampak kepayahan. Hugo lalu berbicara dengan Leon untuk meminta bantuan body guard membawakan hadiah – hadiah para fans,
“Lun bentaran ya...” ujar Kiandra memberikan tasnya pada Luna lalu melangkah terburu – buru menuju kamar kecil, Hugo dan Adam tampak berbicara serius dengan Leon.
Kiandra menyudahi kegiatannya lalu melangkah keluar kamar kecil, tangannya merapikan sedikit pakaiannya sambil melangkah menuju Luna dan lainnya. Tiba - tiba saja tangan Kiandra ada yang menarik dan membawanya ke sebuah sudut yang luput dari pengawasan CCTV juga pandangan para pengunjung cafe.
“kamu... mau apa kamu!!” ujar Kiandra kesal pada seorang pria yang berdiri di hadapannya, kedua tangan pria asing itu merangkul pinggang ramping Kiandra dengan sangat posesif.
“apa kamu kesal dengan kejadian tadi?!” tanya pria itu, namun Kiandra tidak menjawab dan memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Pria tampan itu tersenyum, sebelah tangannya melepas rangkulan itu dan memegangi dagu Kiandra.
Perlahan wajah Kiandra kembali menatap ke arah pria tampan itu dengan raut wajah kekesalan yang terlihat jelas, senyuman manis terukir di bibir seksi pria tampan itu. Perlahan wajahnya mendekat ke arah wajah Kiandra dan mengecup lembut bibir gadis berkaca mata itu, mata di balik kaca mata itu terbuka lebar saat mendapat serangan mendadak. Perlahan tapi pasti ciuman manis, lembut dan hangat itu membuat mata Kiandra terpejam menikmati sensasinya, ciuman itu berhenti saat Kiandra mulai susah untuk bernafas.
Perlahan mata pria tampan itu terbuka dan menatap wajah Kiandra dengan penuh kelembutan, begitu juga dengan Kiandra yang balas menatapnya.
Blusssh...
__ADS_1
Seketika saja wajah Kiandra merona merah, kedua tangannya yang berada di dada bidang pria itu memukul pelan.
“jahaat..” ujar Kiandra manja dan langsung membenamkan wajah cantiknya ke dada bidang pria tampan itu yang membalasnya dengan memeluk erat.
“jangan marah lagi, oke?! Aku tidak tenang jika kamu marah begini” ujar pria itu. Kiandra mengangkat wajahnya lagi lalu menatap ke arah pria tampan itu, kedua pasangan itu begitu di mabuk asmara hingga melupakan Luna dan lainnya menunggu di depan cafe.
Ponsel pria itu berdering dengan nama Leon di layarnya menandakan jika sudah saatnya mereka pergi.
“sebaiknya kita pergi sekarang, mereka semua sudah menunggu kita” ujar pria itu mengajak dan menggandeng tangan Kiandra. Mereka lalu bersama – sama melangkah menuju depan cafe di mana Luna dan lainnya menunggu.
Saat ini...
Luna masih menatapi para perempuan yang menunjukkan gaun pernikahan padanya,
“hmm....” Luna tampak kebingungan, tangan kanannya terangkat ke udara dengan jari telunjuk yang bergerak ke kanan dan ke kiri. Pilihan warna dan model yang berbeda membuat Luna menggaruk kepala,
“gi mana menurut kamu Luna?” tanya Anita yang terlihat antusias. Luna menghela nafas berat merasa dilema, tiba – tiba saja ponselnya berdering dengan nama oba chan tertera di layarnya.
Ooooo Dewi penyelamatku... gumam Luna dalam hati menatap layar itu, dia segera mengangkat ponselnya ke arah Anita dan lainnya.
“eee Mom Luna terima telepon sebentar ya,” ujar Luna yang langsung mengangkat telepon dari Soo He setelah Anita menganggukkan kepala sambil tersenyum ke arahnya.
“kak Kia, bagian sini gaunnya bagus – bagus banget buat dress bridesmaid” ujar Kaila sambil memperlihatkan beberapa gaun Bridesmaid dengan model, motif dan warna yang cantik.
Sarah dan Kiandra bersemangat mencari gaun yang menurut mereka cantik dan imut, sesekali mereka beradu argumen menyatakan pendapat masing – masing.
Luna berdiri dari tempatnya duduk lalu melangkah menuju ke sudut butik yang sedikit hening,
“Halo oba chan....” sapa Luna sesekali melihat dan tersenyum ke arah para perempuan itu yang terlihat sibuk dengan kegiatan mereka.
Anita dan para perempuan lainnya kembali berdiskusi tentang gaun pilihan mereka sambil mengangkat ke depan mereka, seakan membayangkan Luna ada di depan dan mengenakan gaun putih pilihan mereka. Kiandra dan Sarah juga menunjukkan gaun bridesmaid yang di pilih sesuai selera mereka, Kaila dan Anita tampak memperhatikan seksama sambil memberi komentar.
“Halo sayang...” Sapa Soo He tengah duduk di sofa single sambil memperhatikan beberapa pekerja dan desainer menghias sebuah gaun.
“syukur banget oba chan telepon aku, kalo nggak mungkin sekarang aku udah jadi manekin”
__ADS_1
“Hmmmm sudah oba chan sudah duga, mereka pasti sudah membuat kegaduhan di sana”
“bukan hanya kegaduhan saja Oba chan, sekarang mereka membuat pusing dengan pilihan gaun yang aku sendiri bingung harus memilih yang mana”
“oba chan bisa merasakannya saat mendengar suara keluhanmu, karena itu oba chan menghubungimu sekarang”
“ ada apa oba Chan?”
“kamu datang ke lokasi yang sebentar lagi akan oba chan share ( menekan sesuatu di ponsel) oba chan menunggu mu di sana bersama Reynold”
“Reynold?! Apa oba chan sakit? Apa Reynold sudah...”
“Luna sayang, oba chan baik – baik saja. Kebetulan Reynold ikut karena ingin bertemu dengan mu”
“dengan ku?! Kenapa?”
“kamu lupa tanggal berapa sekarang?” tanya Soo He membuat Luna segera menatap ke layar ponselnya untuk memperhatikan tanggal yang tertera. Perempuan cantik itu baru ingat dengan jadwal rutin tahunan keluarga Young Sun,
“kamu pasti lupa bukan?”
“hehehe... sibuk dengan persiapan jadi lupa, sekarang aku akan ke sana oba chan”
“jangan lupa ajak Kia,”
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...