Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 131


__ADS_3

Baron meminta Alberto dan Anne untuk mengantar para tamu menuju kamar yang sudah di persiapkan,


“kak Luna, Kaila sekamar dengan kakak bolehkah?” tanya Kaila membuat Leon langsung menatap ke arahnya. Luna baru saja akan menjawab pertanyaan Kaila langsung di dului oleh Kiandra.


“kamu yakin mau sekamar dengan Luna?” tanya Kiandra yang langsung di tatap Kaila dan lainnya dengan pandangan tidak mengerti.


“lah emangnya aku kenapa?” ujar Luna heran.


“kamu sih nggak kenapa-napa Lun, tapi ntuu... (memajukan sedikit bibirnya ke arah Ratu) kucing kesayangan kamu gi mana ceritanya?” ujar Kiandra membuat Kaila dan lainnya terkejut. Leon merasa tidak senang mendengar apa yang di ucapkan Kiandra,


“apa kucing hitam itu tidur di kamar mu juga?” tanya Leon merasa cemburu.


“hmm.. hmmm (menganggukkan kepala sambil membelai kepala Ratu) dia akan menjadi gelisah dan agresif kalo aku tidak bersama dengannya, jadi aku memutuskan untuk mengajak Ratu tidur di kamar” ujar Luna membuat Leon semakin terbakar.


Dasar kucing si Alan, berani.... beraninya dia mengambil keuntungan dengan wujud imut pada perempuan milikku gumam kesal Leon. Seakan mengerti dan memahami Ratu menatap ke arah Leon, tatapan mata dari kucing itu seakan berbicara pada Leon.


Luna adalah milikku dan aku adalah kesayangannya, aku akan mencabik tubuhmu jika berani mendekati apalagi merebutnya arti dari tatapan dan seringaian dari Ratu yang membuat Leon semakin geram.


Rrrrooooaaarrrr....roooaaaarrrr...


Ratu bersuara dan membelai kepalanya ke kaki Luna, tingkah Ratu sukses membuat Luna semakin gemas kepadanya.


“oooo kesayanganku... kamu imut banget sih” ujar Luna sambil berjongkok memegangi dan mengaruk-garuk lembut kepala ratu. Leon tampak semakin kesal dan cemburu, dia merasa Ratu sengaja bertingkah laku seperti itu untuk membuktikan jika dia yang terpenting bagi Luna.


Tatapan tajam di layangkan Leon pada kucing besar itu,


Tidak hanya pria itu saja, bahkan kucing jantan berani bersaing. Aku harus mengajukan pernikahan secepatnya gumam Leon dalam hati bertekad untuk mempercepat pernikahan mereka.


***


Pagi hari di kediaman utama,

__ADS_1


Luna baru saja menyelesaikan sesi pemanasannya bersama Ratu, kini dia tengah berdiri di tepi kolam renang sambil menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu membuang dengan perlahan.


Rambut panjang bergelombang terikat rapi dan tubuh indah yang dibaluti dengan bikini seksi berwarna hitam, Luna tengah bersiap untuk memasuki kolam. Pertama-tama dia membiarkan kakinya terendam air kolam yang bersuhu sangat dingin, Luna terus melatih pernapasannya.


Kiandra duduk di kursi samping kolam renang itu, laptop miliknya tergeletak tepat di hadapannya. Jari jemarinya menari cantik di atas key board membalas beberapa email yang baru masuk, sesekali mata di balik kaca mata tebal itu melihat ke arah Luna yang sudah memasuki kolam renang.


Luna tampak berusaha tenang dengan menghirup nafas panjang dan lalu membuangnya, Kiandra lalu bangkit dari tempat yang didudukinya. Dengan bertelanjang kaki Kiandra melangkah menuju meja yang ada di sampingnya untuk mengambil barbel kecil,


“bbrrrrr... dingin banget Lun, gi mana dengan airnya?” tanya Kiandra, dia sedikit berjinjit saat merasakan dingin di lantai kolam renang itu. Kiandra menatap Luna yang sudah menyesuaikan diri dengan suhu air kolam, Luna mengode dengan mengangkat ibu jarinya.


Kiandra memberikan barbel itu pada Luna dengan sangat hati-hati, setelah menerima barbel itu Luna melangkah perlahan menuju ke tengah kolam. Kiandra kembali ke kursinya dan mengambil ponsel, dia lalu menekan icon jam di layar ponsel itu. Matanya kembali menatap ke arah Luna yang juga balas menatapnya,


“oke, semua persiapan selesai” ujar Kiandra memberi aba-aba. Luna menganggukkan kepalanya lalu segera mengambil nafas panjang dan langsung membenamkan diri, berkat barbel di tangannya Luna dapat duduk tenang di dasar kolam renang itu. Rasa dingin segera menusuk seluruh tubuh Luna seperti ribuan jarum, dia berusaha tenang dan tidak panik.


Kiandra melihat stopwatch pada layar ponselnya di mana angka-angka di sana bergerak cepat, lalu dia menatap air kolam yang mulai tampak tenang. Kaila mendapati dirinya tengah sendirian di dalam kamar, matanya mencari-cari sosok Kiandra yang sama sekali tidak ada dalam kamar.


“kak Kia ke mana ya?” ujar Kaila, dia turun dari ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi. Langkah Kaila terhenti saat melihat dekat jendela, jendela kamar itu berhadapan langsung dengan kawasan kolam renang.


Saat membuka pintu kamar Kaila terkejut dengan kehadiran seorang Maid yang hendak mengetuk,


“ma...ma...maafkan saya nona...” ujar maid itu membungkukkan tubuhnya.


“eh nggak apa-apa!! kamu nggak usah minta maaf, O ya kalo mau ke kolam renang lewat mana ya?” tanya Kaila. Maid itu menatap Kaila dengan tatapan heran,


“nona mau berenang? (menatap cemas ke arah Kaila) Maaf sebelumnya nona, saya sarankan anda jangan berenang. Suhu air di kolam saat ini sangat dingin” ujar maid itu tampak khawatir.


“ ooo... makasih atas infonya tapi aku Cuma hanya mau ke kolam renang aja” ujar Kaila. Maid itu lalu menunjukkan jalan menuju kolam renang pada Kaila, sesampainya di pintu masuk kolam renang maid itu undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.


“kak Kia... “ sapa Kaila menghampiri Kiandra.


“hai Kaila..” Kiandra sejenak menatap Kaila sambil tersenyum manis, matanya kembali memperhatikan ponsel lalu ke arah kolam renang.

__ADS_1


“Kak Luna mana?” tanya Kaila melihat ke sekeliling kolam. Kiandra menatap ke arah Kaila lalu menunjuk ke arah kolam renang dengan sedikit memajukan bibirnya,


“jadi yang di dalam sana Kak Luna?”


“hmmm... hmm...” Kiandra menganggukkan kepalanya menatap layar ponsel yang sudah berjalan lima menit. Luna masih belum muncul ke permukaan,


“loh, tadi maid ngasih tahu kalo suhu air kolam sangat dingin dan ngelarang aku untuk berenang. Itu Kak Luna malah berenang” ujar Kaila sedikit kesal.


“(tersenyum lalu menatap ke arah Kaila) apa yang di bilang maid itu memang benar Kaila, suhu air kolam itu emang dingin banget. Kalo kamu nggak percaya coba aja sentuh airnya” ujar Kiandra, Kaila merasa tidak percaya melangkah mendekati air kolam itu. Dia lalu duduk berjongkok di tepian kolam dan memasukkan tangannya,


“what the **ck, airnya dingin banget. Tapi kenapa kak Luna malah tenang di dalam sana?” tanya Kaila sambil menarik tangannya kembali, dia menatap ke arah tengah kolam di mana Luna masih tenang berada di dalam sana.


“Luna mah udah biasa, udah jadi rutinitasnya saat berada di sini” ujar Kiandra tersenyum ke arah kolam.


Matthew sedang berdiri di balkon kamarnya menikmati pemandangan di area belakang kediaman Young Sun, balkon kamar itu langsung berhadapan dengan kolam renang yang juga berada di area yang sama. Mata Matthew tidak sengaja melihat ke arah kolam renang berair jernih itu, ada sesuatu di dalam sana yang menarik perhatiannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2