
Semua persiapan pesta pernikahan sudah hampir rampung, taman itu kini sudah di sulap menjadi sebuah tempat pesta pernikahan yang terlihat indah. Bunga – bunga berwarna peach menghiasi setiap meja dan bangku – bangku di sana, panggung yang berada di tengah taman juga sudah terhias cantik.
Luna tengah berdiri di beranda kamarnya yang menghadap ke arah taman di mana pesta pernikahannya di adakan, matanya terlihat sendu menerawang jauh ke pemandangan malam yang indah di hadapannya.
Menjelang hari pernikahan yang hanya tinggal beberapa hari lagi, Keluarga besar Young Sun dan Willson memutuskan untuk menginap di hotel lokasi tempat pesta pernikahan itu di adakan. Kedua keluarga ini menginap pada bagian gedung hotel yang berbeda dan berseberangan, begitu juga dengan keluarga dan para sahabat mereka.
Kiandra keluar dari kamarnya yang berada tepat di depan kamar Luna, dia lalu melangkah ke depan pintu kamar yang tertutup rapat. Dia lalu membuka pintu dan masuk ke kamar itu, mata di balik kaca mata itu mencari ke sekeliling ruang untuk menemukan keberadaan pemilik kamar itu. Kiandra melihat perempuan cantik yakni Luna tengah berdiri di balkon menikmati pemandangan di luar kamar.
Timbul ide jahil di pikiran Kiandra untuk mengerjai sahabatnya, dia lalu berjalan mengendap – endap menghampiri Luna yang tengah melamun.
Satu.... du.... gumam Kiandra dalam hati terhenti saat Luna yang berada tidak beberapa langkah darinya membalikkan tubuh, kedua tangan Luna terlipat di dada menatap ke arah Kiandra dengan kedua alis terangkat.
“he he he he...” Kiandra hanya cengengesan menatap Luna yang menangkap basah aksinya.
“yaaaa.... nggak seru lagi. Padahal niatnya mau....”
“kalo mau jahil, hilangin dulu tu bau parfumnya Adam yang masih ke cium ama aku” ujar Luna sukses membuat Kiandra termenung sejenak, Hidungnya segera mengendus – endus sweter pink yang di kenakan. Tercium oleh Kiandra bau harum parfum milik Adam yang tertinggal di lengan sweter itu, Dia kembali menatap ke arah Luna dengan tatapan terkejut sekaligus heran. Luna tampak berusaha sedikit menghindar dan menutup hidungnya dengan sebelah tangan,
“haa... kamu tahu dari mana... prasaan aku belum crita...” Kiandra mencoba mengingat – ingat sambil terus memperhatikan sikap Luna yang berbeda.
“cem mana mau crita, kalo kamu nya ama si Adam sibuk main kucing kucingan di belakang kami” ujar Luna melangkah menghampiri ranjang dan duduk dengan santai sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang. Tangan kanan Luna meraih tisu yang berada di atas nakas samping ranjang lalu menutupi hidungnya, Kiandra semakin mengernyitkan keningnya melihat tingkah Luna yang berbeda.
“apakah begitu bau Sampai sampai... kamu harus menutup hidung seperti itu?” tanya Kiandra menatap ke arah Luna.
“nggak Kia... Aku nggak masalah ama wanginya... Hanya sedikit merasa dizzy saja” ujar Luna membuat Kiandra semakin merasa aneh.
Kiandra menyadari banyak perubahan yang terjadi pada Luna, hal itu semakin menguatkan dugaan saat Beberapa waktu sebelumnya Kiandra sempat membaca sebuah artikel tentang gejala awal kehamilan. Entah mengapa artikel itu menarik perhatian Kiandra hingga terus membacanya sampai habis,
Gejala yang di rasakan Luna persis sama dengan gejala yang aku baca di artikel itu... Apa mungkin?!!! Gumam Kiandra dalam hati merasa ragu terus menerus menatap sahabatnya.
__ADS_1
Luna merasa heran dan balas menatap kembali ke arah Kiandra dengan menggerakkan sedikit kepalanya,
“kenapa? Kok liatin aku begitu banget?!” tanya Luna dengan suara sengau karena jari – jemari yang memegang tisu menutupi hidung mancungnya.
“Nggak ada.... Aku Cuma heran aja... Akhir – akhir ini kamu kelihatan beda BGT” ujar Kiandra hati – hati.
“Beda... beda gi mana?”
“ Ya beda... Contohnya aja waktu makan bersama dengan ojisan. Kamu paling anti bingits ama makanan kesenangan ojisan, kamu bahkan nyaris muntah saat mencium baunya. Terus... Indra penciuman kamu juga semakin tajam...”
Luna menatap Kiandra dengan menaikkan sebelah alis matanya,
“trus, letak bedanya di mana?” ujar Luna yang bersikap biasa saja hingga membuat Kiandra merasa gemas.
“Lunaa.... semua perubahan kamu yang terlihat dan rasakan pernah aku baca di artikel tentang... Gejala tanda awal kehamilan” ujar Kiandra membuat Luna langsung menatap ke arahnya.
“kehamilan.... Ya ampun Kia Ngapain juga kamu baca artikel seperti itu, kayak nggak ada kerjaan aja. Dan nggak mungkin juga aku hamil, kamu sendiri kan tahu jika beberapa waktu yang lalu aku datang bulan” ujar Luna teringat akan beberapa waktu sebelumnya dia menemukan flek darah yang menandakan jika dirinya akan sebentar lagi kedatangan tamu bulanan, namun ke esokkan harinya flek itu tidak lagi muncul.
“eits... kamu mau mengalihkan pembicaraan, bukan? Sorry sayang... itu nggak akan berhasil, sebaiknya sekarang kamu crita bagaimana hubungan mu dengan Adam?!” ujar Luna langsung to the point, Kiandra masih diam. Dalam benak dan hatinya masih meyakini dugaannya tentang Luna, diamnya Kiandra membuat Luna semakin tidak sabaran.
“yeee ini anak malah bengong... Kiaaaa....” panggil Luna sambi menjentikkan jari tangannya tepa di depan wajah Kiandra.
“eeeh... apa?!”
“di tanya malah nanya balik?!”
“ha.... kamu nanya? Emang nanya apaan?”
“hubungan kamu ama si Adam gi mana?” pertanyaan Luna sukses membuat wajah Kiandra merona dan salah tingkah.
__ADS_1
“hmm.. itu.... aaa.... gi mana ya... hmmmm... yaa.. mmm” Kiandra semakin salah tingkah saat Luna menatapnya dengan sangat intens.
“ Cieeee.... Salting.... Berarti hubungan kalian berdua udah naik satu level dong?” ujar Luna menggoda Kiandra yang malu – malu meong.
“hmmmm..... Masiiiih.... Itu... Hmmm.... aku... aku nggak bisa mengatakan kalo kami udah... hmmm lebih baik kamu tanya langsung saja pada Adam...” ujar Kiandra yang masih bingung, sampai saat ini Adam belum juga menyatakan cinta.
( waaah.... Babang Adam musti di jelasin nih hubungannya ama Kiandra... Jangan ampe ntar eneng Kiandra demo ama author karena masih di gantung kayak jemuran...)
****
Di sisi lain dalam apartemen mewah Hana baru saja selesai mandi, dengan bertelanjang kaki dia keluar dari kamar mandi. Tubuhnya seksi itu di balut dengan bathrobe dan rambutnya yang basah di lilitkan dengan handuk berwarna hitam, Hana melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurnya.
Sebuah dress lingerie seksi berbahan sutra menjadi pilihan Hana yang segera mengenakannya dengan terburu – buru, rasa penasaran sudah bergejolak doi dalam hatinya. Sepanjang tadi pikirannya terus berputar tentang apa yang di temukan Hana dalam kotak deposit milik Simon, laptop sudah tersedia di atas tempat tidurnya dengan beberapa file yang tergeletak di samping laptop.
Hana duduk tepat di depan Laptop yang terbuka, flash disk segera di hubungkan ke laptop. Dia menatap laptop itu dengan intens, jari jemarinya bergerak cantik pada bagian bawah keyboard laptop. Matanya memperhatikan layar yang menampilkan beberapa file informasi dan beberapa video, Hana lalu mengarahkan panah kecil yang tertera di layar laptop dan lalu menekan tombol kanan pada laptop itu.
......................
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...