
“yup... benar Tuan Leon. Jika tidak ada urusan mendadak acara pertemuan kita hari ini mungkin akan berjalan dengan baik, tapi kita malah ketemu dan di perkenalkan di situasi yang seperti sekarang ini” jelas Kiandra bermain asyik dengan tab dan macbooknya. Motor Luna sedikit menggeser ke arah kanan saat mobil body guard Leon mengambil alih untuk mengurus truk yang menghalangi mereka,
“katakan pada Luna untuk berhati-hati, jangan sampai terluka” ujar Leon melihat ke arah Luna.
“Lun... kekasih hatimu ngasih tahu untuk hati-hati dan jangan sampai terluka!!!” ujar Kiandra tersenyum senang,
“sampaikan ama supir baru kamu, aku akan baik-baik saja jangan khawatir” ujar Luna melihat ke arah Leon, tangannya yang mengenakan sarung tangan hitam mengode dengan dua jari. Kiandra tersenyum senang melihat ke arah Luna yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi,
“tenang aja Tuan Leon, Luna bakalan baik-baik saja. Adik anda juga akan baik-baik juga” ujar Kiandra dengan percaya diri.
Mobil body guard Leon menjalankan tugasnya dengan baik, kini hanya tinggal mobil Leon yang berada tepat di belakang minivan itu. Motor Luna sudah melaju jauh dan berada tepat di depan mobil minivan itu, penjahat yang mengemudikan mobil itu mencoba untuk menyalip motor Luna namun tidak berhasil.
“bren***k tabrak saja dia” perintah bos penjahat itu kesal karena laju mobilnya di halangi oleh Luna. Kaila yang berada di bangku tengah tampak sudah tidak sadarkan diri akibat suntikan bius yang di berikan oleh penjahat ketiga.
Penjahat pertama segera melaksanakan perintah bos mereka, dia pun mencoba menabrak Luna dari belakang. Sekali dua kali bumper mobil penjahat itu menabrak ban motor Luna dari belakang. Tapi tidak berhasil menjatuhkan Luna, penjahat pertama semakin nekat dengan tancap gas menabrak dengan kuat motor Luna.
Luna segera melakukan aksi dengan melakukan salto ke arah belakang atau back flip, hingga dia mendarat tempat dia atas atap mobil minivan itu. Karena mobil minivan itu melaju dengan cepat membuat Luna yang mendarat dengan posisi keren, harus tiarap dengan berpegangan kuat di tepian atap mobil.
Aksi keren Luna tidak luput dari perhatian ketiga pria tampan dan seorang perempuan manis yang berada dalam mobil mewah tepat di belakang minivan itu,
“aaaww... shhhh” Luna merasakan rasa nyeri di perutnya, keluhan dari Luna terdengar oleh Kiandra.
“Lun... kamu kenapa?” ujar Kiandra sedikit khawatir. Rasa sakit itu hilang seketika saat insting tajam Luna bekerja,
Bang...
Terdengar suara tembakan dari mobil minivan itu, peluru dari senjata api itu mengenai tepian kaca helm full face milik Luna. Seketika kaca helm Luna retak dan memaksanya untuk membuka helmnya,
Bang.... bang...
Kembali terdengar tembakan yang mengarah ke atap mobil membuat Luna harus dengan lincah menghindari peluru dari penjahat itu, karena terus menghindar Luna berada di posisi yang sangat rawan dan terjepit. Mobil-mobil lain yang melaju di jalanan yang sama segera menghindar saat mendengar baku hantam senjata api dari dua mobil itu, para pengemudi mobil lainnya terlihat ketakutan dan mencoba menghindar agar tidak terkena tembakan.
__ADS_1
Luna berusaha keras untuk bertahan di atas atap mobil, dia sadar satu tembakan yang akan di hindari lagi akan mengakibatkan dia terjatuh dari atap mobil,
“breng**k ni cewek lincah amat, kagak bisa di biarin ni. Makan ni peluru” ujar kasar penjahat nomor empat yang melepaskan kembali tembakan.
Bang...
Pegangan Luna terlepas saat berusaha untuk bertahan dan menghindari tembakan,
Mati aku.... Gumam Luna dalam hati, namun matanya berkedip-kedip saat menyadari dia mendarat di atas kap mobil mewah Leon.
Brak....
Luna terdiam sesaat dan segera bergerak lincah dengan memosisikan lutut kaki kiri menyentuh kap mobil Leon, kaki kanan Luna menekuk dengan telapak kakinya menjadi tumpuan. Rambutnya panjangnya diikat dengan gaya pony style menambah kecantikan hakiki seorang Luna, matanya yang biru indah menatap ke kaca bagian depan di mana Leon sedang mengemudikan mobilnya.
Wajah Leon semula khawatir saat melihat Luna yang terjatuh dari atas atap mobil minivan, dengan lihai dia mengalihkan kemudi menggerakkan mobil mewah untuk menyelamatkan Luna. Leon bernafas lega saat berhasil menyelamatkan belahan jiwanya, mata tajamnya menatap dengan sangat tajam ke arah Luna yang tersenyum manis bermaksud meluluhkan kemarahan Leon.
Kiandra tampak sangat khawatir dengan sahabatnya, dia pun membuang nafas lega melihat Luna mendarat sempurna di atas kap mobil Leon.
“Wow... “ komentar mereka secara bersamaan.
Bos penjahat yang duduk di samping kemudi membuka kaca jendela, tangannya memegang senjata api yang mengarah ke arah mobil Leon. Begitu juga penjahat ke empat ikut membantu menembakkan senjata miliknya,
Bang.... bang...bang.... bang....
Terdengar kembali suara tembakan membuat Leon harus membanting setir untuk menghindari tembakan dari penjahat itu. Luna berpegangan kuat dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal,
“f**k” umpat kekesalan Luna yang segera meraih senjata pistol G2 elite tersimpan di balik punggungnya. Luna sedikit melompat ke atas atap mobil mewah Leon saat tembakan dari penjahat itu hampir mengenainya, dia lalu mengarahkan senjatanya ke arah mobil minivan itu.
Bang.... Bang.... bang... bang...
Luna melepaskan tembakannya ke arah mobil minivan itu, peluru miliknya mengenai tangan bos penjahat hingga menjatuhkan pistolnya.
__ADS_1
“aaargghhh.... anj**g, cewek sialan” teriak bos penjahat merasakan rasa sakit di lengan kanannya, sekilas Luna melihat sebuah tato di lengan kanan penjahat itu.
“tato itu?!” Luna menggumam pada diri sendiri dan terdengar oleh Kiandra yang mengalihkan pandangannya ke arah luar.
“tato?!” Kiandra mengalihkan pandangannya dari laptop,
“aku liat tato di lengan salah satu dari mereka" ujar Luna membuat Kiandra penasaran dengan bentuk tato itu, Laptop yang ada di pangkuan Kiandra segera di alihkannya ke sisi kiri, tangannya lalu membuka sabuk pengaman. Kiandra bergerak ke arah Hugo lalu tubuhnya berada tepat di hadapan tubuh Hugo, Kiandra melihat dari jendela yang di buka oleh Hugo tadi.
Tingkah laku Kiandra membuat Hugo tersenyum dan merapatkan punggungnya ke arah sandaran kursi untuk memberi ruang pada Kiandra, mata di balik kaca mata yang di kenakan Kiandra melihat ke arah mobil minivan itu.
“mana Lun?” tanya Kiandra membuat Luna melihat ke sisi kanannya, mata biru itu terbuka lebar saat melihat tindakan Kiandra.
Bang.... bang...
Tembakan kembali di tembakkan oleh penjahat keempat ke arah mobil mewah Leon, dengan sigap Hugo merangkul tubuh Kiandra dan menariknya menjauh dari jendela.
Keberuntungan masih menyertai Kiandra dan Hugo, tembakan penjahat keempat luput dari mereka karena mobil yang di tumpangi harus bergerak ke sisi lain menghindari mobil yang melaju.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...