
Para mahasiswi yang iri bercampur dengki menatap sinis ke arah Luna yang cuek dan sama sekali tidak memusingkan setiap hujatan yang di lontarkan para netijen,
Kenapa musti memusingkan sesuatu yang tidak penting. Toh aku tidak minta uang pada mereka gumam Luna dalam hati memilih duduk di pojokan ruangan bersama Dion, Kiandra dan Sarah.
"Lun... sepertinya ucapan si mak lampir udah memberi pengaruh ke anak-anak" ujar Kiandra sedikit merasa khawatir pada Luna.
"Biarkan saja, jika di ladeni yang ada mulut lemes mereka semakin menjadi dan bikin masalah maskin runyam" ujar Luna menenangkan sahabtnya.
Komentar negatif dari netijen tentang Luna juga terdengar oleh Alex semula dia tidak mengetahui jika mereka semua membicarakan tentang gadis yang di sukai oleh tuan mudanya, bahkan pada mulanya Alex tidak mengacuhkannya dan memilih mengabaikan.
Namun saat mendengar tentang gadis cupu juga culun membuatnya merasa penasaran dan mulai menanyai gerangan gadis siapa yang mereka bicarakan. Dia pun memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu mahasiswi yang sedang menggosipkan Luna dan sahabatnya.
Alex sengaja memperlihatkan foto lama Luna yang terlihat cupu dan culun untuk memastikan jika dialah gadis yang sedang mereka bicarakan
"eh inikan si ja**ng ntu" ujar salah satu mahasiswi itu
“benar ini gadisnya...(melihat ke arah Alex) apa tuan juga pelanggannya? ternyata hebat juga si cupu mainannya” ujar mahasiswi lainnya dengan raut wajah menunjukkan rasa tidak senang.
Raut wajah Alex seketika menunjukkan rasa tidak senangnya mendengar komentar pedas yang di lontarkan oleh mahasiswi itu, setelah mengucapkan terima kasih dan tidak lupa sedikit wejangan agar tidak sembarangan berbicara juga berkomentar. Dia pun segera menyusul dan menemui Leon yang tengah bersiap di belakang panggung Aula, tentu saja dengan pengawalan ketat dari Body guardnya.
Alex menghampiri Leon seraya berbisik memberi tahu informasi apa yang di dengarnya, Mendadak suhu di ruangan itu turun drastis menjadi dingin dan mencekam. Bagi yang berada dalam satu ruangan dengan Leon dapat merasakan sangat jelas aura dingin dan kegelapan menyelimuti tubuh Leon. Dia tampak tidak senang saat semua orang seenaknya merendahkan gadis yang sudah mencuri perhatiannya.
“sepertinya mereka semua sudah bosan hidup” kilatan kemarahan sangat terlihat jelas di mata Leon. Alex tampak bersusah payah menelan ludahnya, gugup melihat aura kegelapan menyelimuti tuan mudanya.
“selidiki siapa dalang penyebaran fitnah atas gadisku, segera laporkan padaku” Leon menatap tajam ke arah Alex yang merasa sangat gugup.
“ Ba...baik tuan muda” Alex sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat, lalu berjalan keluar ruangan. Alex lalu menyuruh salah seorang body guard untuk menyelidiki dari mana asal tuduhan palsu itu. Setelah dia memberi perintah, Alex kembali menemui Leon yang tampak sibuk memperhatikan ponsel miliknya.
***
Luna tengah duduk nyaman di kursinya merasakan getaran di dalam tas yang sering di gunakannya, dia lalu membuka tas dan meraih ponsel. Mata cantiknya melihat ke layar ponsel yang tertulis nama Jason di sana,
__ADS_1
“Guys... bentaran aku angkat telepon dulu” ujar Luna berdiri dari tempat duduknya yang langsung di angguki oleh para sahabatnya. Tidak lupa Luna menitipkan tasnya pada Kiandra, lalu melangkah keluar ruangan.
Di saat bersamaan MC pun membuka acara dan mempersilahkan Leon untuk memulai seminar. Terdengar riuhan dan tepuk tangan mahasiswa juga mahasiswi yang tampak sangat senang, wajah tampan serta kharisma Leon membuat para mahasiswi heboh.
Luna yang berada di luar Ruangan aula terkejut saat mendengar kehebohan para mahasiswi, dia terdiam sejenak lalu melihat ke arah pintu aula.
Sepertinya seminarnya sudah di mulai... Gumam Luna dalam hati.
“Nona... Nona muda....” sapa Jason yang saat itu berada di perusahaan Nandra corp. Beberapa saat yang lalu dia mendapat kabar dari sekretaris Luna jika telah terjadi sesuatu di perusahaan.
“sorry Jason, perhatian aku teralih kan. Tadi kamu bilang apa?”
“Maaf nona, saya ingin menyampaikan jika di perusahaan ada tikus yang membocorkan tentang jati diri anda dan di mana anda berkuliah. kemungkinan saat ini...” ucapan Jason terhenti saat Luna langsung memotongnya.
“ Jadi para tetua itu sudah merasa tidak sabar dan akan segera datang kemari” ujar Luna dengan kilatan mata tajamnya. Dia sudah bisa menebak jika para orang tua pemegang saham dan klien akan mencarinya di Universitas, Luna kembali teringat sesuatu dan langsung memastikannya pada Jason.
“Jason, apa tikus itu juga membocorkan bagaimana rupaku pada para tetua itu?”
“D*mn it .....sekarang di mana tikus itu? Apa kalian berhasil menangkapnya hidup-hidup?”
“ Maaf kan saya nona muda, saya sangat lalai karena... Karena tikus itu... Sudah kabur ke alam lain...” ujar Jason gugup. Luna terdiam sejenak dan berpikir sampai pada akhirnya dia mengambil keputusan.
“Baiklah, secepatnya kamu datang ke kampus sebelum para tetua itu datang. Jangan lupa untuk membawa hasil temuan mu” ujar Luna, setelah mendengarkan jawaban dari Jason dia mengakhiri teleponnya.
D*mn... males banget ketemu ama para tetua ntu, apa lagi harus mendengar omongan mereka yang sangat senang menjilat. Sekarang semuanya menjadi terkuak, semenjak ketemu ama cowok breng**k itu semuanya jadi kacau begini... aku berharap selamanya kagak pernah ketemu ama ntu cowok breng**k gumam kesal Luna dalam hati, melangkah menuju pintu aula. Tangan kanannya membuka pintu aula...
Kriieeek....
Bunyi derit pintu membuat yang ada dalam aula melihat ke arah satu arah yakni Luna yang terlihat canggung. Begitu juga Leon yang sedang memberi penjelasan beberapa materi, senyuman manis terkembang di wajah tampan Leon saat melihat Luna di depan pintu.
“hmm Maaf” ujar Luna melihat ke arah mahasiswa dan pada orang yang berada di atas panggung sambil melangkah menuju kursinya. Langkah gadis cantik itu terhenti saat menyadari dan mengenal seseorang yang berada di atas panggung. Dia kembali melihat pria di atas panggung yang terlihat begitu menawan dan berkarisma.
__ADS_1
Mata biru indah itu terbuka lebar saat melihat pria pengisi seminar, pria yang dalam hati Luna berharap untuk tidak pernah bertemu lagi. Leon tersenyum ke arah Luna, pemandangan langka itu membuat seluruh mahasiswi terpesona menatap ketampanan hakiki dari pria itu.
“aaaaahhh..... Tampan banget....” ujar para mahasiswi yang meleleh seketika saat melihat momen langka itu.
ajiiiiimm... kenapa bisa ketemu lagi ama manusia ini? si*l banget dah aku hari ini gumam Luna dalam hati merasa kesal harus bertemu dengan Leon kembali.
Namun sesaat kemudian semua mahasiswi menyadari jika Mata elang Leon hanya menatap ke satu arah yaitu Luna,
“breng**k pake ajian apa tu si cewek jelek, bisa-bisanya tuan Leon memperhatikan dia”
“padahal tu ja**ng kagak cantik-cantik amat, kenapa bisa terus di perhati in ama tuan Leon”
“ fiks tu cewek emang lon** dan pastinya dia pake susuk atau main dukun”
Komentar negatif langsung berdengung seperti dengungan lebah menghujat Luna dengan habis-habisan, raut wajah Leon menunjukkan rasa tidak senang menatap ke arah para mahasiswi yang terlihat tidak senang dengan kehadiran Luna.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1