Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 175


__ADS_3

Hyuna langsung menggelengkan kepalanya memberi jawaban atas pertanyaan anak laki – laki itu, maid yang berdiri di samping Hyuna segera menjelaskan apa yang terjadi.


“Young master Hyuga, young lady Hyuna accidentally bumped into this lady while playing chase earlier (tuan muda Hyuga, nona muda Hyuna tidak sengaja menabrak nyonya ini saat bermain kejaran tadi)” ujar maid itu pada anak laki – laki yang di panggilnya Hyuga, dia lalu mengalihkan tatapan pada Anita dan Raymond yang masih menatap mereka.


“Sorry... I'm saying sorry on behalf of my sister for hitting grandma (Maaf... saya mewakili saudari saya mengucapkan maaf karena sudah menabrak nenek (memegang tangan Hyuna dan mengajak untuk meminta maaf dengan baik juga santun) maafkan)” ujar Hyuga sedikit membungkukkan tubuhnya mengucapkan kata maaf.


“sorry gandma (maaaf nenek)” ujar Hyuna membuat Anita dan Raymond merasa sangat gemas, Anita kembali bersimpuh di hadapan Hyuna juga Hyuga.


“darling... there's nothing wrong with grandma at all, you can see for yourself if grandma is fine (sayang... nenek sama sekali tidak kenapa – kenapa, kalian bisa lihat sendiri jika nenek baik – baik saja)” ujar Anita membelai lembut pipi Hyuna.


“If you don't mind, may I know your names? (jika kalian tidak keberatan, boleh kakek tahu nama kalian berdua?)” tanya Raymond ikut bersimpuh di depan kedua anak kembar itu.


Hyuna dan Hyuga saling menatap satu sama lain, mereka lalu kembali melihat ke arah Raymond dan Anita secara bergantian. Ada perasaan tidak asing serta kedekatan yang di rasakan oleh mereka,


“Hyuga.... Hyuna....” terdengar suara bas pria yang tidak lain adalah Matthew, si kembar yang hendak menjawab pertanyaan Anita langsung berbalik dengan wajah ceria saat mendengar nama mereka di panggil.


“Daadddyyyy” ujar mereka serentak langsung bergegas menghampiri Matthew yang tengah merentangkan kedua tangannya, si kembar berebut memeluk Matthew yang tersenyum senang dan membalas memeluk hangat.


Anita dan Raymond menatap ke arah pemandangan itu, pemandangan yang sudah sangat lama mereka inginkan.


“Hyuga... Hyuna.... nama yang bagus” ujar Anita membuat Raymond yang bersimpuh di sampingnya mengalihkan pandangan sejenak, lalu dia kembali menatap ke arah pemandangan damai dan indah di depan mereka.

__ADS_1


Jika saja kejadian lima tahun yang lalu itu tidak terjadi... mungkin saja saat ini aku bisa mendengar tawa cucuku... gumam Raymond sedih dalam hati terus menatap pemandangan yang membuat siapa pun merasa iri, Anita menyadari perubahan raut wajah Raymond. Perlahan tangan Anita memegangi tangan Raymond sambil melayangkan senyuman hangat serta manis untuk menghibur suaminya.


Mereka berdua lalu berdiri sambil terus menatap ke arah Matthew yang masih melepas rindu pada si kembar, Hyuga sejenak melihat ke arah pasangan itu lalu dia kembali menatap ke arah Matthew sambil menceritakan tentang insiden yang tidak sengaja di lakukan Hyuna.


Matthew menatap ke arah pasangan Anita dan Raymond sambil tersenyum ramah menyapa, mereka membalas dengan tersenyum ramah sambil menganggukkan kepala serentak. Matthew lalu menghampiri pasangan itu,


“saya sudah mendengar cerita apa yang terjadi dari putra saya, dengan rendah hati saya meminta maaf karena putri saya sudah menabrak anda, “ ujar Matthew.


“tidak apa – apa tuan, saya sama sekali tidak terluka atau cedera. Anda bisa melihat sendiri jika saya baik – baik saja ( menatap ke arah si kembar) Anda pastinya merasa sangat bangga pada mereka berdua, tidak hanya cantik juga imut mereka juga sangat sopan santun” puji Anita sambil membelai lembut rambut Hyuna.


“ya... anda sangat benar sekali, saya sangat bangga dan menyayangi mereka. Bagi saya mereka adalah harta yang tidak akan tergantikan oleh apa pun (menatap bergantian ke arah Hyuna yang di gendongnya dengan sebelah tangan dan Hyuga yang berdiri di sisi kirinya) Daddy sangat menyayangi kalian” ujar Matthew yang langsung menciumi kedua pipi si kembar,


Senyuman hangat terpancar di wajah tampan Matthew yang kembali menciumi lembut pipi Hyuna, pemandangan itu kembali membuat Raymond dan Anita merasa sedih.


“oh maaf... karena terlalu merindukan mereka saya telah mengabaikan anda.. perkenalkan nama saya Matthew dan ini kartu nama saya” ujar Matthew memperkenalkan diri, matanya menatap ke arah asisten yang langsung memberikan kartu nama milik Matthew pada Raymond.


Pada kartu itu tertera nama Matthew Rodrigo dengan jabatan CEO serta nama perusahaan yang berada di bawah naungannya.


“saya Raymond dan ini istrinya Saya Anita” ujar Raymond memperkenalkan diri sambil tangan kanannya merogoh saku di jas untuk mengambil kartu nama yang tersimpan.


Matthew tercenung saat menatap kartu nama di tangannya,

__ADS_1


Willson... Gumam Matthew dalam hati kembali menatap ke arah Raymond dan Anita.


Apakah mereka orang tua Leon? Gumam Matthew terus memperhatikan pasangan itu, Raymond dan Anita menatap ke arah si kembar yang berdiri di sisi kanan juga kiri Matthew.


Salah seorang bawahan Matthew menghampiri mereka dan memberi tahu jika mobil mereka sudah berada di pelataran bandara,


“tuan muda....” bawahan Matthew berbisik lalu di jawab dengan anggukan oleh Matthew, dia menatap ke arah Raymond serta Anita.


“baiklah tuan dan nyonya, kami harus permisi dulu ( menatap ke arah si kembar) Hyuna, Hyuga ayo ucapkan selamat tinggal pada kakek dan nenek” ujar Matthew.


“kami pamit dulu kakek, nenek. Selamat tinggal” ujar Hyuga ramah sedikit membungkukkan badannya memberi hormat, Hyuna lalu turun dari gendongan Matthew berdiri di samping Hyuga. Dia lalu meniru apa yang di lakukan Hyuga, Tingkah para si kembar sukses mencuri hati Anita dan Raymond.


“ ooowww, kalian berdua sangat imut, baiklah jaga diri dan selalu dengar ucapan daddy kalian oke” ujar Anita membelai lembut wajah si kembar secara bergantian, begitu juga dengan Raymond yang tersenyum sambil terus menatap lama wajah para si kembar.


Matthew lalu mengajak si kembar untuk pergi menuju keluar bandara, dia sempat kembali menatap ke arah pasangan yang masih menatap kepergian mereka.


Entah ini sebuah kebetulan atau permainan takdir, secara tidak terduga Hyuna dan Hyuga bertemu dengan kakek nenek kandung mereka... jika Luna tahu hal ini.... Tidak... tidak... jangan sampai Luna mengetahuinya gumam Matthew dalam hati teringat raut wajah Luna yang seketika berubah dingin, saat dia dengan tidak sengaja menyinggung nama keluarga Willson atau Leon.


Sepeninggal Matthew dan si kembar, pasangan Anita dan Raymond masih menatap ke arah pintu keluar.


“jika saja kejadian lima tahun tidak terjadi dan Luna masih hidup, tentunya cucu kita sudah seumuran dengan mereka“ ujar Raymond sedih, Anita menggenggam tangan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2