Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 12


__ADS_3

“tuan muda?” panggil Alex membuat seketika Leon tersadar dari lamunannya.


"hmm..." Leon menanggapi, matanya menatap ke arah kertas di tangannya. Dia kembali fokus dengan laporan yang baru di terimanya dari general manager hotel, sebelah tangannya lain memegang gelas berisi anggur merah yang telah tersedia.


“ beberapa pekerjaan sudah di selesaikan, anda bisa mengeceknya sekarang” ujar Alex memperlihatkan laptopnya pada Leon.


“bagaimana dengan tugas yang sudah aku berikan padamu?” tanya Leon sambil mengecek beberapa pekerjaan di laptop Alex. Ponsel di saku celana Alex berbunyi dan bergetar, dia segera mengeluarkan ponsel lalu menggeser icon tombol hijau.


Alex tampak begitu serius mendengar laporan dari karyawan hotel yang tidak bisa menemukan di mana gadis itu menginap, karyawan itu juga sudah mengirimkan data informasi siapa-siapa saja yang menginap di hotel itu melalui email.


“tuan muda, data-datanya sudah di kirim melalui email” ujar Alex sambil mematikan ponselnya, Leon segera memeriksa email miliknya. Dia memeriksa setiap informasi hanya memuat nama dan alamat serta asal tamu yang menginap, ada juga beberapa data memuat beberapa foto tamu tapi tidak satu pun dari data dan foto tersebut sama persis dengan cewek yang di carinya.


“tidak ada...informasi tentang cewek itu tidak ada sama sekali (Leon berpikir cukup lama) Segera kamu cari tahu siapa sebenarnya cewek itu, jangan lupa rekaman CCTVnya juga” perintah Leon, hatinya masih sedikit kesal mengingat apa yang terjadi padanya.


“baik Tuan muda” Alex segera menelepon meminta body guard lain untuk memeriksa CCTV, tidak lupa dia juga meminta karyawan hotel untuk terus mencari keberadaan Luna dan Sarah.


Leon menatap layar laptop dengan beberapa proyek pekerjaan besar serta data-data penting yang tengah di pelajarinya, proyek yang sangat menguntungkan dan di incar oleh semua pengusaha termasuk keluarga Miller.


Mereka berdua terfokus pada pekerjaan


melupakan Hana tampak kesal dan jenuh di kamarnya. Dia keluar dari kamar miliknya mendapati Tunangan dan asisten pribadinya tengah sibuk dengan pekerjaan. Diam-diam dia memperhatikan apa yang di bicarakan Leon dan Alex.


Mata tajam Leon melihat pantulan bayangan Hana di layar TV besar yang dalam keadaan mati, tepat berada di depan sofa di mana dirinya dan Alex duduk. Hana berdiri tidak jauh dari mereka berusaha untuk menajamkan pendengarannya. Segera Leon mengode ke arah Alex untuk melihat ke arah TV besar itu, diam-diam Leon sambil menyeruput anggur merahnya melihat ke arah layar kaca di mana Hana terus berusaha untuk mencuri dengar.


Leon tahu jika Hana sedang memata-matainya untuk mengetahui apa saja proyek-proyek besar yang tengah di tanganinya. Dia dan Alex pun mengatur rencana untuk menjebak Hana, mereka tidak segan-segan membahas data-data palsu agar terdengar oleh Hana.

__ADS_1


Proyek apa yang sedang di bahas Leon? Aduuh.... Nggak kedengaran lagi... Gumam Hana dalam hati, kemudian dia terus mencoba untuk berdiri sedekat mungkin tanpa diketahui Leon dan Alex.


“Proyek pembangunan hotel di pulau GR ini apakah sudah di konfirmasi dengan pihak terkait lainnya?” Tanya Leon sambil tetap mengawasi hana yang bersembunyi tidak jauh dari mereka, Senyuman smirk tersungging di bibir seksinya.


“ semuanya sudah di proses tuan muda..” Alex bersikap wajar dan tenang berusaha untuk menahan senyuman.


Proyek di pulau GR, bukankah itu proyek yang sedang di incar oleh papi?! Aku harus bisa mendapatkan informasi ini untuk papi gumam hana dalam hati menggunakan ponselnya untuk merekam rekaman pembicaraan Leon dan Alex.


Leon sengaja bangkit dari tempat duduknya melangkah menuju ke arah belakang sofa, tepatnya menuju tempat persembunyian Hana. Seketika jantung Hana berdebar keras, matanya membulat sempurna saat melihat Leon berjalan ke arahnya.


Mati aku... Leon akan ke sini.... gumam Hana takut, terlambat Leon sudah berada tidak jauh darinya. Dia segera bersikap biasa dan berakting seolah-olah dia baru ada di tempat itu.


“Astaga... sayang... kamu ngagetin aku” ujar Hana segera menyembunyikan ponselnya.


“ apa yang kamu lakukan di sini?” Leon menatap curiga.


“saaaayaaang.... kamu masih bekerja di jam begini?” Hana bertingkah manja memegangi lengan baju Leon.


“ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan (meraih botol wine di atas lemari kecil tepat di samping Hana berdiri saat itu) tadi bukannya kamu haus?” Leon meneguk anggur merah, mata tajamnya terus menatap Hana.


“oh iya...” Hana segera mengambil botol air mineral yang tersimpan di lemari es di dalam lemari kecil tepat di bawah botol wine. Setelah mengambil air minum dia langsung membuka dan meneguk cairan di dalamnya.


Leon meletakkan gelas wine tepat di samping botol wine, melangkah untuk duduk di sofa panjang tepat di samping sofa single yang di duduki Alex. Tangan Alex sedikit merapikan kaca matanya memperhatikan Hana yang masih berdiri sambil meminum air di tangannya.


“kalau begitu, aku istirahat dulu ya sayang” Hana mendekati Leon yang duduk membelakanginya. Meletakkan tangannya di bahu yang langsung mendapat hadiah tatapan tajam dan dingin dari Leon, Segera dia mengangkat tangannya.

__ADS_1


“ma... ma... maaf sayang” ujar Hana gugup.


“hmm...” Leon kembali fokus pada lembaran kertas laporan yang masih di pelajarinya. Hana mundur teratur kembali ke kamarnya, dia benar-benar kehabisan cara untuk bisa kembali menarik perhatian Leon.


andai aja waktu itu gue nggak ngikutin maunya papi buat ngerayu Hugo dan Adam, mungkin aja sikap Leon nggak semakin dingin ke gue gumam Hana dalam hati menyesali perbuatannya.


Teringat oleh Hana kesalahannya yang sangat fatal, membuat Leon semula bersikap biasa kini bersikap acuh tak acuh cenderung kasar padanya. Sifat Leon pada lawan jenis sangat dingin, kaku dan kurang perhatian.


Hal Itu dikarenakan dirinya sudah terlalu lama sendiri alias jomblo dari lahir, dia juga diharuskan bersekolah di sekolah khusus pria mengikuti tradisi di keluarganya yang bersekolah di tempat yang sama. Saat kuliah Leon lebih fokus pada pendidikan, banyak perempuan yang tertarik padanya. Namun tidak satu pun yang bisa meluluhkan hati Leon, dia menerima begitu saja perjodohan yang sudah di atur.


Hingga suatu hari saat Leon memperkenalkan Hana pada Adam dan Hugo, sifat aslinya pun terbongkar. Merasa lebih cantik dan lebih dari segalanya Hana menjadi Sombong, mengira jika sikap dan kebaikan kedua sahabat Leon adalah bentuk rasa suka dan jatuh cinta padanya.


Di belakang Leon Hana berani menebar pesonanya pada Hugo dan Adam tentu saja mereka berdua sama sekali tidak menanggapi. Terlebih lagi apa yang di lakukan Hana mendapat dukungan dari penuh dari Simon yang memiliki tujuan tertentu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2