Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 87


__ADS_3

“ Bukan Kia, aku sekarang masih menuju ke sana” ujar Luna mempercepat laju motornya, dengan sangat lihai dan lincah Luna Mendahului mobil-mobil yang melaju cepat di jalanan.


“Trus tadi.... Oooo....” Kiandra langsung paham jika kata-kata Luna barusan bukan tertuju padanya melainkan pada Leon idolanya. Mata Kiandra terus berkeliling ke segala penjuru bandara mencari kemungkinan wannabe yang mengirim email spam itu,


“ooo.... Aku bahagia banget akhirnya cintaku berhasil menemukan pangerannya” ujar Kiandra melihat ke sana ke mari. Luna hanya diam tidak menanggapi, senyuman manis semanis madu tersungging di bibir mungilnya.


Mata Kiandra melihat ke arah tab sambil terus berkeliling bandara, sesekali dia memperbaiki kaca matanya sambil memperhatikan pengunjung bandara satu persatu. Kiandra melihat seorang pria megane (pria berkaca mata) yang terlihat begitu mencurigakan, pria itu memakai topi, kaca mata tebal yang terlihat oldschool dan topi yang nyaris menutupi wajahnya. pakaiannya terlihat lusuh nya dan gerak geriknya terlihat begitu mencurigakan, Kiandra juga melihat pria tinggi besar terlihat kuat dan menyeramkan.


Pria itu terlihat sangar dan menyeramkan ciri khas seorang body guard, pria itu berdiri tepat di belakang pria megane itu.


“bingo....” ujar Kiandra merasa dia berhasil menemukan wannabe yang di carinya, dia juga memastikan dengan melihat tablet miliknya di mana signal wannabe itu tepat di antar kedua pria itu. Luna sejenak menurunkan kecepatan motornya saat mendengar ucapan Kiandra,


“Bingo? ( langsung paham dan mengerti maksud Kiandra) kamu jangan gegabah Kia, tunggu aku” ujar Luna kembali menambah kecepatannya saat hampir tiba di bandara.


“beres Luna cantikkyu, aku akan tetap mengawasi mereka dari jauh. Kamu cepetan ke sini” ujar Kiandra terus memperhatikan.


” sebentar lagi aku sampai” ujar Luna, mata birunya melihat papan penunjuk jalan yang mengarahkan ke arah bandara.


Kiandra terus mengawasi dengan jarak yang sangat dekat, suasana bandara sangat ramai dan sibuk memaksa Kiandra untuk berdiri beberapa langkah dekat para pria yang terlihat mencurigakan itu. Dia ingin memastikan jika dia tidak alah orang, beberapa petugas keamanan tampak sibuk dan berlari ke arah bagian bandara lainnya. Lebih tepatnya ke arah bandara bagian kedatangan, raut wajah para keamanan itu terlihat sangat panik.


Mereka melangkah cepat sehingga tidak sengaja salah seorang dari mereka menyenggol Kiandra yang mengakibatkan reaksi beruntun, Kiandra terdorong hingga tidak sengaja mengenai pria bertubuh besar dan berwajah sangar yang di curigai olehnya.


"eeeeh bencong... bencong... bencong... issh jahara deh bikin akika kaget” ujar pria berwajah sangar dan berbadan besar dengan gaya gemulai.


“HAAAAH” semua pengunjung bandara termasuk Kiandra terkejut saat melihat pria sangar, berbadan besar dan kekar tapi berhati hello kitty. Pria yang di curigai Kiandra segera memegangi tubuh pria sangar itu,


“aduh kanua, tinta lupita jones dong. Kita kan sekarnia LAKIK” ujar pria megane yang memakai masker.


“eh iya, Lupis. LAKIK” ujar pria berwajah sangar segera mengubah gayanya.

__ADS_1


Mata Kiandra semakin membesar saat menyadari kenyataan bahwa pria yang di curigainya adalah sebangsa perempuan setengah,


“kagak nyangka gua, badan kekar kayak body guard tapi ternyata hatinya hello kitty”


“gua kira tadi binaraga yang mau ikut tanding, eh ternyata... sungguh aku tidak menduganya alfonso”


Seluruh pengunjung bandara mulai berbisik-bisik memberikan komentar-komentar baik itu negatif maupun positif.


Kiandra masih terduduk di lantai memperhatikan kedua pria itu yang mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri,


“tinta apipa? Maafin tembikar akika ya” ujar pria megane membuat Kiandra semakin melongo.


“haaaah... tembikar... tembikar apaan?” ujar Kiandra bingung, pria megane itu menepuk kepalanya seakan baru sadar jika dia memakai bahasa yang tidak di mengerti oleh Kiandra.


“eh, maksud aku, kamu nggak apa-apakan?” tanya pria megane itu kembali, Kiandra menyambut uluran tangan pria itu dan berdiri. Tidak lupa dia mengambil tabletnya yang terjatuh di lantai,


“maaf, apa ini milik anda ?”tanya Kiandra pada kedua pria itu.


“aduh indang punya siapose, perasaan akika tinta punya barang indang. Apose mungkria punya kanua?” tanya pria berbadan kekar itu pada pria megane.


“tinta, akika jugria tinta tawara indang punya siapose” ujar pria megane itu, Kiandra segera mengambil tas itu dan membuka serta memeriksa isinya. Benar dugaan Kiandra itu adalah laptop yang memberi signal di tab miliknya, saat dia mencoba membuka laptop itu. Pria sangar itu segera meraih laptop dan melemparnya ke lantai tepat di sudut bandara, tidak berapa lama


DUUUSS


Terdengar letupan tepat pada laptop itu dan tidak berapa lama keluar asap, Kiandra tampak terkejut dengan apa yang hampir saja menimpanya.


"fiuuuh untung saja,” ujar pria berbadan besar itu, Kiandra melihat ke arahnya dengan wajah sedikit pucat. Luna yang sudah hampir sampai mendengar suara letupan kecil dari ear piece yang di pakainya, segera dia memanggil nama sahabatnya.


“kia...Kia,...Kia....” Luna sudah hampir sampai di bandara, saat itu dia tidak sengaja melihat ke arah sisi kiri jalan yang di laluinya.

__ADS_1


Dia melihat sebuah minivan hitam terparkir di suatu bagian sudut bandara, yang menarik perhatian Luna beberapa orang tampak sedang menyeret dan memaksa masuk seseorang yang terlihat memberontak ke dalam minivan itu. Luna menghentikan sejenak motornya dan mengambil ponsel miliknya, dia segera memotret nomor polis mobil minivan itu setelahnya dia segera mengirimkan foto itu pada Kiandra.


“ Kia.... Kiaa...” panggil Luna yang masih belum di sahuti oleh Kiandra yang terlihat masih tampak shock.


“te... Terima kasih” ujar Kiandra menghela nafas panjang.


Kurang asem ni wannabe, berani-beraninya dia mau nyelakain aku. Sepertinya pelajaran yang aku kasih kemaren masih kurang gumam Kiandra dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


“sekali lagi saya ucapkan terima kasih” ujar Kiandra pada pria iu, dia segera melangkah pergi menuju toilet perempuan yang ada di Bandara. Kiandra membuka macbook miliknya dan segera melakukan pekerjaan hacker, tangannya bergerak cepat di layar datar tab miliknya. Dengan hanya hitungan menit seluruh cctv bandar berhasil di hack oleh Kiandra.


“Kia...Kia...Kia...” kembali terdengar panggilan Luna di ear piece yang di kenakannya.


“iya deh Luna Freya, nggak usah nge gas juga keles” ujar Kiandra yang sedang memeriksa video CCTV bandara. Kiandra mengambil CCTV di mana dia bertemu dengan para pria setengah jadi tadi, mata di balik kaca mata tebal itu termenung saat melihat seseorang sengaja meninggalkan tas yang berisi laptop bermasalah di atas barang milik para pria itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2